Senin, 19 Februari 2018 | 00.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Presidium tamasya Al Maidah tuding polisi kriminalisasi Asma Dewi

Presidium tamasya Al Maidah tuding polisi kriminalisasi Asma Dewi

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 14 September 2017 - 16:48 WIB

IMG-26259

rPesidium Tamasya Al-Maidah menggelar jumpa pers terkait Asma Dewi. KiniNews/Zainal Bakrie.

JAKARTA, kini.co.id – Alumi Presidium Tamasya Al-Maidah menyatakan bahwa tersangka kasus ujaran kebencian, Asma Dewi , merupakan bagian dari gerakan 212.

Namun demikian, Asma Dewi bukan merupakan Koordinator Tamasya Al-Maidah seperti yang marak diberitakan media.

“Kami kenal baik dengan Bu Asma Dewi. Sebagai alumni 212, kita sering ketemu dalam Aksi Bela Islam,” ujar Ansufri kepada wartawan di Aula Masjid Baiturrahman, Jakarta Selatan, Kamis (14/9)

Menurutnya, pemerintah, melakukan kriminalisasi lewat tangan kepolisian, melakukan penangkapan terhadap sejumlah orang yang berlawanan dengan Ahok, termasuk Asma Dewi.

Sambo juga menghubungkan penangkapan ini strategi politik di Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

“Ini semua akibat kekalahan ahok,” sambungya.

Masih kata Sambo apa yang disampaikan Asma Dewi dalam media sosialnya hanya berisi kritik terhadap pemerintah saat ini. Tidak ada unsur kebencian yang disebar oleh Asma Dewi.

“Yang dilakukannya di medsos hanya mem-posting protes dan kritik terhadap bentuk kezaliman di negeri ini,” kata dia.

Sementara kuasa hukum Asma Dewi, Juju Purwanto dari LBH Bang Japar mengkritik proses penyelidikan yang dilakukan Polri terhadap kasus kliennya.

Polri kata Juju sengaja embelokkan kasus dari awalnya ujaran kebencian menjadi keterkaitan dengan Saracen.

“Sejak ditangkap awal itu baru sebatas pemeriksaan menyebutkan suatu ujaran kebencian pada suatu golongan berdasarkan SARA. Menurut kami penyidik fokus dulu pada itu,” tegasnya.

Dijelaskannya sampai saat ini, tidak ada pemeriksaan terkait Saracen kepada Asma Dewi.

Ia pun menilai terlalu dini, jika Asma Dewi dikaitkan dengan Saracen. Terkait apa yang dituduhkannya dengan adanya transfer sebesar Rp75 juta ke Saracen, pihaknya persilahkan polisi membuktikannya.

“Tapi saya yakin, tuduhan itu tidak benar karena ibu Asma Dewi tidak melakukan hal semacam itu,” ungkapnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes
Ekonomi - Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:21 WIB

Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes

Untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap produk-produk Industri Jasa Keuangan (IJK), PT Pegadaian (Persero) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Otoritas ...
KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:17 WIB

KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan sebanyak 14 partai politik resmi menjadi peserta pemilu 2019, empat diantaranya merupakan parpol baru.Adapun ...
92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:02 WIB

92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut

PT Jasa Marga memprediksikan puncak arus balik libur Imlek terjadi pada Ahad (18/2) besok melalui GT Cikarang Utama menuju Jakarta."Sebanyak ...
KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 10:42 WIB

KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik penjelasan kepolisian mengenai penyebab kematian terduga teroris Muhamad Jefri alias ...
NasDem akan konsolidasi politik di Pilgub Lampung
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 09:58 WIB

NasDem akan konsolidasi politik di Pilgub Lampung

Partai NasDem akan segera berkonsolidasi dengan Partai Hanura dan PKS setelah calon yang mereka usung dalam Pilgub Lampung, Mustafa ditetapkan ...
Jadi Tersangka, Bupati Lampung Tengah Langsung Ditahan
Hukum - Jumat, 16 Februari 2018 - 13:18 WIB

Jadi Tersangka, Bupati Lampung Tengah Langsung Ditahan

Usai menjalani pemeriksaan selama empat jam, Bupati Lampung Tengah, Mustofa resmi berstatus tersangka dan langsung ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ...