Minggu, 24 September 2017 | 13.48 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Presidium tamasya Al Maidah tuding polisi kriminalisasi Asma Dewi

Presidium tamasya Al Maidah tuding polisi kriminalisasi Asma Dewi

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 14 September 2017 - 16:48 WIB

IMG-26259

rPesidium Tamasya Al-Maidah menggelar jumpa pers terkait Asma Dewi. KiniNews/Zainal Bakrie.

JAKARTA, kini.co.id – Alumi Presidium Tamasya Al-Maidah menyatakan bahwa tersangka kasus ujaran kebencian, Asma Dewi , merupakan bagian dari gerakan 212.

Namun demikian, Asma Dewi bukan merupakan Koordinator Tamasya Al-Maidah seperti yang marak diberitakan media.

“Kami kenal baik dengan Bu Asma Dewi. Sebagai alumni 212, kita sering ketemu dalam Aksi Bela Islam,” ujar Ansufri kepada wartawan di Aula Masjid Baiturrahman, Jakarta Selatan, Kamis (14/9)

Menurutnya, pemerintah, melakukan kriminalisasi lewat tangan kepolisian, melakukan penangkapan terhadap sejumlah orang yang berlawanan dengan Ahok, termasuk Asma Dewi.

Sambo juga menghubungkan penangkapan ini strategi politik di Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

“Ini semua akibat kekalahan ahok,” sambungya.

Masih kata Sambo apa yang disampaikan Asma Dewi dalam media sosialnya hanya berisi kritik terhadap pemerintah saat ini. Tidak ada unsur kebencian yang disebar oleh Asma Dewi.

“Yang dilakukannya di medsos hanya mem-posting protes dan kritik terhadap bentuk kezaliman di negeri ini,” kata dia.

Sementara kuasa hukum Asma Dewi, Juju Purwanto dari LBH Bang Japar mengkritik proses penyelidikan yang dilakukan Polri terhadap kasus kliennya.

Polri kata Juju sengaja embelokkan kasus dari awalnya ujaran kebencian menjadi keterkaitan dengan Saracen.

“Sejak ditangkap awal itu baru sebatas pemeriksaan menyebutkan suatu ujaran kebencian pada suatu golongan berdasarkan SARA. Menurut kami penyidik fokus dulu pada itu,” tegasnya.

Dijelaskannya sampai saat ini, tidak ada pemeriksaan terkait Saracen kepada Asma Dewi.

Ia pun menilai terlalu dini, jika Asma Dewi dikaitkan dengan Saracen. Terkait apa yang dituduhkannya dengan adanya transfer sebesar Rp75 juta ke Saracen, pihaknya persilahkan polisi membuktikannya.

“Tapi saya yakin, tuduhan itu tidak benar karena ibu Asma Dewi tidak melakukan hal semacam itu,” ungkapnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Laos tertarik senjata dan amunisi bikinan Pindad
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 12:06 WIB

Laos tertarik senjata dan amunisi bikinan Pindad

Vice President Export PT. Pindad Ridi Djajakusuma mengatakan, Kementerian Pertahanan Laos tertarik untuk kembali membeli produk-produk senjata dari PT. Pindad.Sebagai ...
FOTO: Wali Kota Cilegon ditahan KPK
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 11:48 WIB

FOTO: Wali Kota Cilegon ditahan KPK

Pemilik nikahsirri.com tersangka UU ITE dan pornografi
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 11:32 WIB

Pemilik nikahsirri.com tersangka UU ITE dan pornografi

Aris Wahyudi, pemilik situs nikahsirri.com, yang sempat menghebohkan jaga maya, setelah ditangkap penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya, Ahad (24/9) dini ...
Pangdam Sriwijaya ajak generasi penerus kenang sejarah
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 10:28 WIB

Pangdam Sriwijaya ajak generasi penerus kenang sejarah

Pangdam II/Sriwijaya menggelar nonton bersama film G 30 S PKI di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Sabtu (24/9) malam.Pangdam II/Sriwijaya ...
Pemilik situs nikahsirri.com ditangkap Polisi
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 10:21 WIB

Pemilik situs nikahsirri.com ditangkap Polisi

Penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya, pada Ahad (24/9) dini hari tadi menangkap pemilik laman situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi di kediamannya ...
Polres Bekasi minta klarifikasi pemilik nikahsirri.com
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 22:52 WIB

Polres Bekasi minta klarifikasi pemilik nikahsirri.com

Kepolisian Sektor Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta klarifikasi kepada pemilik situs www.nikahsirri.com menyusul munculnya kecaman Menteri Sosial Khofifah Indar ...