Selasa, 12 Desember 2017 | 13.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Presidium tamasya Al Maidah tuding polisi kriminalisasi Asma Dewi

Presidium tamasya Al Maidah tuding polisi kriminalisasi Asma Dewi

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 14 September 2017 - 16:48 WIB

IMG-26259

rPesidium Tamasya Al-Maidah menggelar jumpa pers terkait Asma Dewi. KiniNews/Zainal Bakrie.

JAKARTA, kini.co.id – Alumi Presidium Tamasya Al-Maidah menyatakan bahwa tersangka kasus ujaran kebencian, Asma Dewi , merupakan bagian dari gerakan 212.

Namun demikian, Asma Dewi bukan merupakan Koordinator Tamasya Al-Maidah seperti yang marak diberitakan media.

“Kami kenal baik dengan Bu Asma Dewi. Sebagai alumni 212, kita sering ketemu dalam Aksi Bela Islam,” ujar Ansufri kepada wartawan di Aula Masjid Baiturrahman, Jakarta Selatan, Kamis (14/9)

Menurutnya, pemerintah, melakukan kriminalisasi lewat tangan kepolisian, melakukan penangkapan terhadap sejumlah orang yang berlawanan dengan Ahok, termasuk Asma Dewi.

Sambo juga menghubungkan penangkapan ini strategi politik di Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

“Ini semua akibat kekalahan ahok,” sambungya.

Masih kata Sambo apa yang disampaikan Asma Dewi dalam media sosialnya hanya berisi kritik terhadap pemerintah saat ini. Tidak ada unsur kebencian yang disebar oleh Asma Dewi.

“Yang dilakukannya di medsos hanya mem-posting protes dan kritik terhadap bentuk kezaliman di negeri ini,” kata dia.

Sementara kuasa hukum Asma Dewi, Juju Purwanto dari LBH Bang Japar mengkritik proses penyelidikan yang dilakukan Polri terhadap kasus kliennya.

Polri kata Juju sengaja embelokkan kasus dari awalnya ujaran kebencian menjadi keterkaitan dengan Saracen.

“Sejak ditangkap awal itu baru sebatas pemeriksaan menyebutkan suatu ujaran kebencian pada suatu golongan berdasarkan SARA. Menurut kami penyidik fokus dulu pada itu,” tegasnya.

Dijelaskannya sampai saat ini, tidak ada pemeriksaan terkait Saracen kepada Asma Dewi.

Ia pun menilai terlalu dini, jika Asma Dewi dikaitkan dengan Saracen. Terkait apa yang dituduhkannya dengan adanya transfer sebesar Rp75 juta ke Saracen, pihaknya persilahkan polisi membuktikannya.

“Tapi saya yakin, tuduhan itu tidak benar karena ibu Asma Dewi tidak melakukan hal semacam itu,” ungkapnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pelaku ujaran kebencian di Kalbar diduga terkait jaringan teroris
Peristiwa - Selasa, 12 Desember 2017 - 13:25 WIB

Pelaku ujaran kebencian di Kalbar diduga terkait jaringan teroris

Mabes Polri memastikan jika KR (45) dan JS (15), ayah dan anak yang ditangkap Densus 88 di kediamannya Jalan ...
KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang
Hukum - Selasa, 12 Desember 2017 - 11:01 WIB

KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang

Tersangka kasus korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) TA 2011-2012 Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, ...
Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:29 WIB

Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian

Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong kemajuan UMKM di daerah. Di antaranya dengan menyalurkan kredit untuk pelaku usaha kecil.Sebagai pilihan, pemerintah ...
Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:15 WIB

Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali

Untuk yang ke-7 kalinya ajang Indonesia Travel and Tourism Award (ITTA) 2017/2018 yang digagas oleh Indonesia Travel and Tourism ...
70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 09:40 WIB

70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM

Kementerian Perindustrian memfasilitasi sebanyak 70 industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif yang berasal dari beberapa sentra Pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 30 pemasok ...
Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:34 WIB

Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR

Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel terus mendapat kecaman. Sebagai bentuk dukungan ...