Jumat, 19 Januari 2018 | 10.12 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Kuasa hukum Asma Dewi minta Polisi fokus usut soal ujaran kebencian

Kuasa hukum Asma Dewi minta Polisi fokus usut soal ujaran kebencian

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 14 September 2017 - 17:45 WIB

IMG-26263

Juju Purwantoro, kuasa hukum Asma Dewi dari LBH Bang Japar. KiniNews/Zainal Bakrie

JAKARTA, kini.co.id – Juju Purwantoro, kuasa hukum Asma Dewi dari LBH Bang Japar meminta aparat kepolisian agar fokus memeriksa kliennya soal dugaan ujaran kebencian.

Bukan menyebarkan informasi yang kebenarannya belum tentu benar seperti Asma Dewi yang dikatkan dengan grup penyebar kebencian, Saracen.

Terkait tudingan aparat kepolisian bahwa Asma Dewi pernah melakukan transfer ke Saracen sebesar Rp 75 juta.

Juju mengaku memiliki bukti kuat bahwa Asma tidak pernah melalukan transaksi transfer tersebut.

“Silahkan polisi buktikan, kami juga ada bukti, tetapi kami minta polisi fokus pada sangkaan awal bukan malah beropini dan mengkait-kaitkan,” kata Juju kepada wartawan di Aula Masjid Baiturahman, Jakarta Selatan, Kamis (14/9).

Juju juga menyatakan akan mengajukan praperadilan untuk kliennya yang terjerat kasus dugaan ujaran kebencian.

Langka itu dilakukan karena menurutnya, proses penangkapan dan penahanan Asma Dewi tidak sesuai aturan dan prosedur.

“Proses penangkapan dan penahanan bu Asma Dewi tidak sesuai prosedur. Maka dari kita akan siapkan praperadilan,”

Dijelaskannya, sebelum Asma Dewi ditangkap di rumah kakanya di Asrama Polisi, ada sekitar 10 anggota personel kepolisian yang melompati pagar rumah.

Kemudian polisi juga berusaha memadamkan aliran listrik sambil meminta Asma keluar, seperti layaknya penjahat.

Padahal, kata dia, saat itu Asma belum siap berpakaian lengkap. Namun personel tetap memaksa Asma untuk cepat keluar.

“Saat pengurus RW datang untuk mengetahui apa yang terjadi tapi oleh petugas kepolisian di minta menjauh dari lokasi,” kata Juju.

Juju juga merincikan dugaan ujaran kebencian yang dituduhkan polisi terhadap Asma Dewi terkait unggahan di akun Facebook.

Setidaknya ada tiga ungggahan Asma di Facebook pada tahun 2016 yang menjadi alasan penangkapan kepolisian.

Pertama, kata Juju, Asma mengomentari tautan soal vaksin dan virus campak rubela dari Cina. Dalam unggahan tersebut Asma mengunggah kembali kata “Itulah kalau vaksin atau virus dari China.”

“Hanya kalimat atau tulisan China itu saja yang dipersoalkan. China ini siapa? Orang, golongan, atau kelompok?,” bebernya.

Kemduian, Asma juga pernah mengomentari perkataan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang mengatakan masyarakat sebaiknya makan jeroan bila merasa daging mahal.

Dalam unggahan itu Asma mengunggah kembali dengan penjelasan, “Kok masyarakat makan jeroan kenapa enggak menterinya makan jeroan,” ujar Juju.

Terakhir, kata Juju, Asma juga mengomentari unggahan lain tentang Bahasa Sansekerta yang diajari di Singapura. Asma yang mengunggah kembali dengan disertai penjelasan,

“Negara Singapura diajarkan sansekerta, kenapa di Indonesia diajarkan bahasa China,” kata Juju.

Menurut Juju, kenapa masalah sensitif selalu diarahkan ke umat muslim. Padahal postingan dan unggahan Ade Armando mislanya yang banyak menyudutkan umat Islam, penuh dengan fitnah, cacian, makian didiamkan dan justru polisi mengeluarkan SP3 yang mana digugat dan kemudian pengadilan membatalkannya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...
Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah
Hukum - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:02 WIB

Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA.Diperiksa selama empat jam di Gedung Bareskrim ...
Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa
Politik - Kamis, 18 Januari 2018 - 17:18 WIB

Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan, baik buruknya DPR sangat tergantung media massa. Karena itu, ia bertekad untuk membangun citra wakil ...