Sabtu, 18 November 2017 | 20.57 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Bupati Batubara terima Rp4,4 miliar dari 2 kontraktor

Bupati Batubara terima Rp4,4 miliar dari 2 kontraktor

Reporter : Fadilah | Kamis, 14 September 2017 - 19:03 WIB

IMG-26274

KPK memperlihatkan barang bukti hasil kasus suap Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen yang tertangkap dalam OTT. OK Arya bersama empat lainnya ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proyek.KiniNews/Fadillah.

JAKARTA, kini.co.id – Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen diduga menerima komitmen fee yang dijanjikan oleh Maringan Situmorang sebesar Rp4 miliar dan Siaful Azhar sebesar Rp400 juta, total senilai Rp4,4 miliar komitmen fee itu, sudah semuanya terealisasi.

“Iya sudah (terealisasi semuanya),” kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis, (14/9).

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan bahwa total komitmen fee Rp 4,4 miliar terkait sejumlah proyek yakni pembangunan jembatan Sentan senilai Rp 32 miliar yang dimenangkan PT GMJ dan proyek pembangunan jembatan Seimagung senilai Rp 12 miliar yang dimenangkan PT T. Serta proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi senilai Rp3,2 miliar.

“Sebesar Rp4 miliar dari Maringan Situmorang, kemudian ditambah Rp400 juta dari Syaiful Azhar,” kata Alex.

Alex menambahkan dalam OTT itu, pihaknya hanya mengamankan uang sebesar Rp 346 juta. Uang tersebut merupakan bagian dari pemberian Maringan yang totalnya Rp 4miliar.

Adapun uang Rp346 juta itu terdiri dari Rp250 juta dan Rp96 juta. Uang 250 juta didapatkan dari tangan Kepala Dinas PUPR Pemkab Batubara Helman Herdady, sedangkan Rp96 juta dari tangan sopir istri Arya, yakni Adam Sopian.

Diberitakan sebelumnya Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen tertangkap tangan bersama enam orang lainnya yakni Sujendi Tarsono (Pengusaha dealer), Maringan Situmorang (kontraktor, Helman Hendardi (Kadis PUPR Batubara PU) Saiful Azhar (kontraktor), Adam Sopian (sopir), dan Hairil (Mantan Ketua KPU Batubara).

KPK menetapkan lima dari tujuh yang disebut tertangkap OTT di Batubara, sedangkan dua lainnya yakni Adam Sopian dan Hairil dinyatakan tidak terlibat. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...
Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:15 WIB

Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov

Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mempertanyakan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan kliennya sebagai tahanan.Pasalnya, menurut dia, Setnov belum ...