Sabtu, 20 Januari 2018 | 21.34 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Sujendi, bos dealer pengepul uang suap Bupati Batubara

Sujendi, bos dealer pengepul uang suap Bupati Batubara

Kamis, 14 September 2017 - 20:22 WIB

IMG-26278

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kiri) menyaksikan penyidik memperlihatan barang bukti operasi tangkap tangan terhadap Bupati Batubara di Gedung KPK Jakarta, Kamis (14/9). Foto Antara/Wahyu Putro A.

JAKARTA, kini.co.id – Bupati Batubara, Sumatera Utara, OK Arya Zulkarnaen resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap sejumlah proyek infrastruktur di lingkungan Pemkab Batubara tahun 2017.

OK Arya yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (13/9) diduga menerima suap dari dua kontraktor Maringan Syaiful Azhar dan Maringan Situmorang.

Suap ini terkait proyek pembangunan Jembatan Sentang senilai Rp32 miliar yang dimenangkan oleh PT Gunung Mega Jaya dan proyek pembangunan Jembatan Sei Magung senilai Rp12 miliar yang dimenangkan PT Tombang serta proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi senilai Rp3,2 miliar.

Dari tiga proyek tersebut, OK Arya dijanjikan menerima fee sebesar Rp4,4 miliar, dengan rincian Rp4 miliar dari Maringan Situmorang untuk proyek Jembatan Sentang dan Jembatan Sei Magung serta Rp400 juta dari Syaiful Azhar terkait proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi.

Untuk mengelabui aparat penegak hukum, uang suap yang diterima OK Arya ditampung di rekening milik Sujendi Tarsono yang merupakan pemilik dealer mobil di daerah Petisah, Kota Medan. Jika sedang membutuhkan uang, OK Arya memerintahkan Sujendi untuk menyerahkannya kepada pihak tertentu.

“Semua dana ini disetorkan ke STR (Sujendi Tarsono). Kalau pada saat tertentu Bupati OKA (OK Arya Zulkarnaen) membutuhkan (uang tersebut, dia telepon kemudian diberikan nanti diinformasikan kepada STR ‘kamu kirim ke si A sekian,” beber Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/9).

Dikatakan pada Selasa (12/9) kemarin, OK Arya meminta Sujendi menyiapkan uang sebesar Rp250 juta. Uang ini diambil oleh seorang swasta bernama Khairil Anwar di dealer mobil milik Sujendi di daerah Kota Medan, pada Rabu (13/9).

Setelah mengambil uang tersebut, Khairil Anwar memasukannya ke sebuah kantong plastik berwarna hitam. Tim Satgas KPK yang mendapat informasi mengenai transaksi ini bergegas mengikuti pergerakan Khairil Anwar dan mengamankannya di sebuah jalan yang akan menuju Amplas.

Di dalam mobil tersebut, tim Satgas KPK menyita uang tunai sebesar Rp250 juta yang sebelumnya diambil Khairil dari dealer Sujendi.

“Pada 13 September 2017 saat dilakukan OTT, (penyerahan uang itu) adalah perintah dari Bupati. Dia tidak pegang uang sendiri, tapi pengepulnya STR,” ungkap Basaria.

Tim Satgas kata Basaria, kemudian membawa kembali Khairil Anwar ke dealer mobil milik Sujendi tersebut. Dari dealer tersebut, KPK mengamankan Sujendi beserta dua karyawannya. Keempatnya dibawa ke Mapolda Sumatera Utara untuk diperiksa. Tak lama berselang, tim Satgas KPK kemudian mengamankan Maringan Situmorang di rumahnya di daerah Kota Medan dan Syaiful Azhar di kediamannya di daerah Medan Sunggal.

“Tim bergerak kembali dan kembali mengamankan Kadis PUPR Kabupaten Batubara, HH (Helman Hendardi) di ‎rumahnya di Medan,” kata Basaria.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, tim berbeda menangkap OK Arya Zulkarnaen di rumah dinas Bupati Batubara bersama sopir istrinya berinisial MNR. Dari tangan Bupati Batubara tersebut, tim menyita uang tunai Rp96 Juta.‎

“Uang tunai tersebut diduga sisa dana yang disetor STR kepada AGS (Agus Salim), Staf Pemkab Batubara, atas permintaan Bupati sebesar Rp100 Juta,” kata Basaria.

Masih kata Basaria, Tim Satgas KPK kemudian mengamankan Agus Salim di rumahnya di Kabupaten Batubara. Dari lokasi, tim mengamankan buku tabungan BRI atas nama Agus Salim yang berisikan uang transfer. Para pihak yang diamankan dalam OTT ini dibawa ke Mapolda Sumatera Utara untuk diperiksa intensif. Selanjutnya para pihak ini dibawa ke Gedung KPK Jakarta untuk melanjutkan proses pemeriksaan.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif dan melakukan gelar perkara, KPK menetapkan OK Arya Zulkarnaen, Helman Herdadi dan Sujendi Tarsono sebagai tersangka penerima suap.

Ketiganya disangkakan melanggar Pasal Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 KUHP.

Sementara Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dan dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...