Selasa, 21 November 2017 | 00.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>DPR Kecam Pengedaran Narkoba Dikalangan Anak

DPR Kecam Pengedaran Narkoba Dikalangan Anak

Reporter : Bayu Putra | Jumat, 15 September 2017 - 11:20 WIB

IMG-26299

Ribuan butir pil PCC yang diamankan petugas. (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua Komisi VIII DPR Iskan Qolba Lubis mengecam penyebaran narkoba di kalangan anak.

Hal itu diungkapkannya terkait kasus tiga puluh remaja mengalami gangguan mental dan kejang-kejang di Kota Kendari, karena diduga habis mengonsumsi narkoba jenis baru bernama Flaka.

“Penyebaran narkoba di kalangan anak merupakan tindakan keji, dan memiliki agenda untuk menghancurkan masa depan bangsa, karena anak merupakan generasi penerus,” kata Iskan saat dihubungi di Jakarta, Jumat (15/9).

Lebih mengherankan, menurut anggota DPR Fraksi PKS ini, korbannya sudah sampai di kalangan desa terpencil. Oleh karenanya menurut Iskan, kondisi ini sudah bisa dibilang darurat narkoba dan semua elemen bangsa ini harus bahu membahu memberantas.

Iskan meminta pihak BNN aktif mengusut tuntas kasus penyebaran narkoba di kalangan anak. Menurutnya, kasus ini tidak bisa dibiarkan, lantaran jumlah pengguna narkoba di usia anak dan remaja terus meningkat.

“Harus dibongkar siapa aktor intelektualnya dan motifnya. Apalagi kasus narkoba semakin mengancam anak-anak,” tegasnya.

Menurut data KPAI, jumlah pengguna narkoba di usia remaja naik menjadi 14 ribu jiwa pada tahun 2016, dengan rentang usia 12-21 tahun.

Iskan juga berharap pihak orang tua dan sekolah aktif memberikan pendampingan dan pemahaman pada anak terkait zat-zat berbahaya, seperti narkoba jenis terbaru itu. Mengingat saat ini sudah banyak narkoba jenis baru, termasuk flaka, sudah masuk di Indonesia.

“Orang tua dan sekolah harus aktif memberikan pemahaman kepada anak, tentang apa itu narkoba dan bahayanya,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 23:02 WIB

Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng

Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri ...
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...