Selasa, 21 November 2017 | 00.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Diah Anggraeni Akui Terima Uang 500 Ribu Dolar

Diah Anggraeni Akui Terima Uang 500 Ribu Dolar

Reporter : Fadilah | Jumat, 15 September 2017 - 13:11 WIB

IMG-26302

Andi Agustinus alias Andi Narogong menjalani sidang perdana kasus e-KTP. Dalam dakwaannya sejumlah pihak disebutkan mendapat keuntungan dari proyek tersebut. Foto Antara.

Jakarta, kini.co.id – Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraeni mengakui pernah menerima uang terkait proyek e-KTP (Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik) yang saat ini diketahui menjadi bancakan.

“Uang tersebut dari dua orang. Pertama dari Irman sebanyak US$ 300ribu, yang kedua dari Andi US$ 200ribu,” tutur Diah saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Jumat, (15/9/2017).

Diah mengatakan uang US$ 300ribu itu diantarkan langsung ke rumahnya yang ada di Bekasi. Uang tersebut diserahkan melalui stafnya.

(Baca juga: Diah Anggraeni Mengaku Kenal Andi Narogong Sejak 2009)

“Pengantar tidak masuk ke rumah saya, buka pintu hanya di teras. Dia bilang, ‘Saya disuruh oleh Pak Irman ada titipan, pak Irman bilang ada rejeki bu. Tapi (Irman) tidak bilang itu uang e-KTP,” papar Diah.

Setelah menerima uang tersebut, Diah langsung menghubungi Irman untuk mengembalikan uang tersebut.

“Tapi, Irman bilang, kalau kembaliin berarti bunuh diri,” katanya menirukan apa yang disampaikan oleh Irman.

Sedangkan uang dari Andi, sambung Diah, diterimanya secara langsung dari Andi. Andi merupakan terdakwa kasus korupsi e-KTP.

“Beliau (Andi Narogong) sendiri yang menyerahkan, tapi saya tidak mau. Terus dia bilang “Ini ada rejekilah bu” katanya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 23:02 WIB

Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng

Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri ...
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...