Jumat, 19 Januari 2018 | 10.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Bisa perburuk Rohingya, AI minta ormas Islam urungkan niat Jihad

Bisa perburuk Rohingya, AI minta ormas Islam urungkan niat Jihad

Jumat, 15 September 2017 - 15:14 WIB

IMG-26315

Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid (tengah) dan Deputi Direktur Amnesty International Untuk Asia Tenggara Dan Pasifik, Josef Benedict (kiri) dalam konferensi pers di DHI Hive, Menteng, Jakarta, Jumat (15/9). KiniNews/Rakisa.

JAKARTA, kini.co.id – Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid meminta ormas Islam baik Front Pembela Islam (FPI) yang menyatakan kesiapannya melakukan jihad kemanusian maupun ormas Islam lainnya agar membatalkan niatnya tersebut ke Rohingya, Myanmar.

Seperti diketahui kekerasan yang menimpa muslim Rohingya di Myanmar mengundang reaksi solidaritas masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Bahkan, Front Pembela Islam (FPI) serta orma Islam lainnya telah membuka pendaftaran untuk jihad kemanusiaan ke Myanmar.

Menurut Usman Hamid, rencana jihad kemanusiaan tersebut justru dikhawatirkan memperburuk keadaaan di Myanmar. Pasalnya yang akan terkena dampak adalah pengungsi Rohingya.

“Otoritas militer Myanmar bisa-bisa malah menuduh muslim Rohingya berafiliasi dengan kelompok Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), ini justru akan memperburuk, jadi sebaiknya dipertimbangkan,” kata Usman di DHI Hive, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/9).

Menurutnya solidaritas masyarakat Indonesia dalam bentuk sumbangan kepada pengungsi Rohingya sudah lebih dari cukup untuk meringkan beban mereka.

“Solidaritas masyarakat muslim dan non muslim Indonesia sejauh ini sudah sangat baik. Bahkan jumlah bantuan yang dikumpulkan oleh sejumlah oraganisasi dibawah koordinasi Kementerian Luar Negeri itu memperlihatkan tingkat kedermawanan masyarakat Indonesia yang sangat tinggi,” kata dia.

Usman mengapresiasi baik muslim dan non muslim, yang berperan positif dalam persoalan Rohingya.

“Langkah selanjutnya bagaimana agar ada dorongan yang kuat untuk Myanmar untuk menghentikan hal itu. Kita tunggu tanggal 19 September mudah-mudahan positif, kalau itu positif saya kira tidak lepas sebagai hasil diplomasi Indonesia juga,” tambahnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...
Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah
Hukum - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:02 WIB

Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA.Diperiksa selama empat jam di Gedung Bareskrim ...
Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa
Politik - Kamis, 18 Januari 2018 - 17:18 WIB

Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan, baik buruknya DPR sangat tergantung media massa. Karena itu, ia bertekad untuk membangun citra wakil ...