Minggu, 24 September 2017 | 13.50 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Bisa perburuk Rohingya, AI minta ormas Islam urungkan niat Jihad

Bisa perburuk Rohingya, AI minta ormas Islam urungkan niat Jihad

Jumat, 15 September 2017 - 15:14 WIB

IMG-26315

Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid (tengah) dan Deputi Direktur Amnesty International Untuk Asia Tenggara Dan Pasifik, Josef Benedict (kiri) dalam konferensi pers di DHI Hive, Menteng, Jakarta, Jumat (15/9). KiniNews/Rakisa.

JAKARTA, kini.co.id – Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid meminta ormas Islam baik Front Pembela Islam (FPI) yang menyatakan kesiapannya melakukan jihad kemanusian maupun ormas Islam lainnya agar membatalkan niatnya tersebut ke Rohingya, Myanmar.

Seperti diketahui kekerasan yang menimpa muslim Rohingya di Myanmar mengundang reaksi solidaritas masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Bahkan, Front Pembela Islam (FPI) serta orma Islam lainnya telah membuka pendaftaran untuk jihad kemanusiaan ke Myanmar.

Menurut Usman Hamid, rencana jihad kemanusiaan tersebut justru dikhawatirkan memperburuk keadaaan di Myanmar. Pasalnya yang akan terkena dampak adalah pengungsi Rohingya.

“Otoritas militer Myanmar bisa-bisa malah menuduh muslim Rohingya berafiliasi dengan kelompok Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), ini justru akan memperburuk, jadi sebaiknya dipertimbangkan,” kata Usman di DHI Hive, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/9).

Menurutnya solidaritas masyarakat Indonesia dalam bentuk sumbangan kepada pengungsi Rohingya sudah lebih dari cukup untuk meringkan beban mereka.

“Solidaritas masyarakat muslim dan non muslim Indonesia sejauh ini sudah sangat baik. Bahkan jumlah bantuan yang dikumpulkan oleh sejumlah oraganisasi dibawah koordinasi Kementerian Luar Negeri itu memperlihatkan tingkat kedermawanan masyarakat Indonesia yang sangat tinggi,” kata dia.

Usman mengapresiasi baik muslim dan non muslim, yang berperan positif dalam persoalan Rohingya.

“Langkah selanjutnya bagaimana agar ada dorongan yang kuat untuk Myanmar untuk menghentikan hal itu. Kita tunggu tanggal 19 September mudah-mudahan positif, kalau itu positif saya kira tidak lepas sebagai hasil diplomasi Indonesia juga,” tambahnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Laos tertarik senjata dan amunisi bikinan Pindad
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 12:06 WIB

Laos tertarik senjata dan amunisi bikinan Pindad

Vice President Export PT. Pindad Ridi Djajakusuma mengatakan, Kementerian Pertahanan Laos tertarik untuk kembali membeli produk-produk senjata dari PT. Pindad.Sebagai ...
FOTO: Wali Kota Cilegon ditahan KPK
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 11:48 WIB

FOTO: Wali Kota Cilegon ditahan KPK

Pemilik nikahsirri.com tersangka UU ITE dan pornografi
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 11:32 WIB

Pemilik nikahsirri.com tersangka UU ITE dan pornografi

Aris Wahyudi, pemilik situs nikahsirri.com, yang sempat menghebohkan jaga maya, setelah ditangkap penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya, Ahad (24/9) dini ...
Pangdam Sriwijaya ajak generasi penerus kenang sejarah
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 10:28 WIB

Pangdam Sriwijaya ajak generasi penerus kenang sejarah

Pangdam II/Sriwijaya menggelar nonton bersama film G 30 S PKI di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Sabtu (24/9) malam.Pangdam II/Sriwijaya ...
Pemilik situs nikahsirri.com ditangkap Polisi
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 10:21 WIB

Pemilik situs nikahsirri.com ditangkap Polisi

Penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya, pada Ahad (24/9) dini hari tadi menangkap pemilik laman situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi di kediamannya ...
Polres Bekasi minta klarifikasi pemilik nikahsirri.com
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 22:52 WIB

Polres Bekasi minta klarifikasi pemilik nikahsirri.com

Kepolisian Sektor Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta klarifikasi kepada pemilik situs www.nikahsirri.com menyusul munculnya kecaman Menteri Sosial Khofifah Indar ...