Minggu, 24 September 2017 | 13.54 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Diah Akui Terima Uang 500 Ribu Dolar, Hakim: Kenapa Tak Lapor?

Diah Akui Terima Uang 500 Ribu Dolar, Hakim: Kenapa Tak Lapor?

Reporter : Fadilah | Jumat, 15 September 2017 - 15:38 WIB

IMG-26317

Mantan Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraeni menunggu untuk diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/8) lalu. Diah Anggraeni ketika diperiksa penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus korupsi pengadaan E-KTP dengan tersangka anggota DPR Markus Nari. ANTARAFOTO/Hafidz Mubarak A.

Jakarta, kini.co.id – Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraeni berulang kali membenarkan bahwa ia pernah menerima uang sebanyak US$ 500Ribu terkait proyek e-KTP.

“Tapi saya tidak tahu, jika uang tersebut merupakan uang e-KTP,” ucap Diah saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Jumat, (15/9/2017).

Hakim heran dengan pernyataan Diah tersebut. Hakim pun kemudian menanyakan lantas kenapa Diah tidak langsung melaporkan uang tersebut kepada KPK?

“Kenapa ibu tidak langsung laporkan ke KPK? Karena itu bisa kena gratifikasi?” tanya Hakim.

“Saya belum tahu yang mulia, kalau saya tahu lebih awal dan kalau saya diperiksa oleh KPK lebih awal, pasti saya akan kembalikan uang tersebut ke KPK lebih awal yang mulia,” jawabnya.

Hakim kemudian Berdasarkan UU No. 31 tahun 1999 jo UU No. 20 tahun 2001 Pasal 12c ayat 2 dan UU No. 30 tahun 2002 Pasal 16, setiap Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang menerima gratifikasi wajib melaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, dengan cara sebagai berikut selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja kepada KPK, terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima.

“Maaf-maaf saudara ini tenaga pengajar di salah satu IPDN, apakah saudara tidak membaca?” tanya Hakim.

“Mohon maaf saya tidak pernah membaca yang mulia,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Laos tertarik senjata dan amunisi bikinan Pindad
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 12:06 WIB

Laos tertarik senjata dan amunisi bikinan Pindad

Vice President Export PT. Pindad Ridi Djajakusuma mengatakan, Kementerian Pertahanan Laos tertarik untuk kembali membeli produk-produk senjata dari PT. Pindad.Sebagai ...
FOTO: Wali Kota Cilegon ditahan KPK
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 11:48 WIB

FOTO: Wali Kota Cilegon ditahan KPK

Pemilik nikahsirri.com tersangka UU ITE dan pornografi
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 11:32 WIB

Pemilik nikahsirri.com tersangka UU ITE dan pornografi

Aris Wahyudi, pemilik situs nikahsirri.com, yang sempat menghebohkan jaga maya, setelah ditangkap penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya, Ahad (24/9) dini ...
Pangdam Sriwijaya ajak generasi penerus kenang sejarah
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 10:28 WIB

Pangdam Sriwijaya ajak generasi penerus kenang sejarah

Pangdam II/Sriwijaya menggelar nonton bersama film G 30 S PKI di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Sabtu (24/9) malam.Pangdam II/Sriwijaya ...
Pemilik situs nikahsirri.com ditangkap Polisi
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 10:21 WIB

Pemilik situs nikahsirri.com ditangkap Polisi

Penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya, pada Ahad (24/9) dini hari tadi menangkap pemilik laman situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi di kediamannya ...
Polres Bekasi minta klarifikasi pemilik nikahsirri.com
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 22:52 WIB

Polres Bekasi minta klarifikasi pemilik nikahsirri.com

Kepolisian Sektor Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta klarifikasi kepada pemilik situs www.nikahsirri.com menyusul munculnya kecaman Menteri Sosial Khofifah Indar ...