Rabu, 17 Januari 2018 | 00.11 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Diah Akui Terima Uang 500 Ribu Dolar, Hakim: Kenapa Tak Lapor?

Diah Akui Terima Uang 500 Ribu Dolar, Hakim: Kenapa Tak Lapor?

Reporter : Fadilah | Jumat, 15 September 2017 - 15:38 WIB

IMG-26317

Mantan Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraeni menunggu untuk diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/8) lalu. Diah Anggraeni ketika diperiksa penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus korupsi pengadaan E-KTP dengan tersangka anggota DPR Markus Nari. ANTARAFOTO/Hafidz Mubarak A.

Jakarta, kini.co.id – Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraeni berulang kali membenarkan bahwa ia pernah menerima uang sebanyak US$ 500Ribu terkait proyek e-KTP.

“Tapi saya tidak tahu, jika uang tersebut merupakan uang e-KTP,” ucap Diah saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Jumat, (15/9/2017).

Hakim heran dengan pernyataan Diah tersebut. Hakim pun kemudian menanyakan lantas kenapa Diah tidak langsung melaporkan uang tersebut kepada KPK?

“Kenapa ibu tidak langsung laporkan ke KPK? Karena itu bisa kena gratifikasi?” tanya Hakim.

“Saya belum tahu yang mulia, kalau saya tahu lebih awal dan kalau saya diperiksa oleh KPK lebih awal, pasti saya akan kembalikan uang tersebut ke KPK lebih awal yang mulia,” jawabnya.

Hakim kemudian Berdasarkan UU No. 31 tahun 1999 jo UU No. 20 tahun 2001 Pasal 12c ayat 2 dan UU No. 30 tahun 2002 Pasal 16, setiap Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang menerima gratifikasi wajib melaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, dengan cara sebagai berikut selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja kepada KPK, terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima.

“Maaf-maaf saudara ini tenaga pengajar di salah satu IPDN, apakah saudara tidak membaca?” tanya Hakim.

“Mohon maaf saya tidak pernah membaca yang mulia,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK sita tas mewah hingga mobil milik Rita Widyasari
Hukum - Selasa, 16 Januari 2018 - 21:39 WIB

KPK sita tas mewah hingga mobil milik Rita Widyasari

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset milik Bupati Kutai Kertanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari yang diduga berasal dari hasil ...
Oso: Kalau Wiranto mau jadi ketua lagi saya kasihkan
Politik - Selasa, 16 Januari 2018 - 19:43 WIB

Oso: Kalau Wiranto mau jadi ketua lagi saya kasihkan

Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) mengaku tidak masalah jika Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto ingin ...
Polri keluarkan 13 aturan untuk anggotanya di Pilkada serentak
Hukum - Selasa, 16 Januari 2018 - 17:36 WIB

Polri keluarkan 13 aturan untuk anggotanya di Pilkada serentak

Mabes Polri menegaskan jika 10 orang anggota Polri yang ikut maju dalam Pilkada serentak masih berstatus polisi hingga penetapan pasangan ...
JK Sebut Prabowo Tak Minta Mahar Ketika Sodorkan Anies Baswedan
Politik - Selasa, 16 Januari 2018 - 16:14 WIB

JK Sebut Prabowo Tak Minta Mahar Ketika Sodorkan Anies Baswedan

Pernyataan La Nyalla terkait mahar politik yang diminta Ketum Gerindra Prabowo Subianto menuai banyak reaksi di masyarakat.Sebagaian masyarakat tak menyangka ...
Zulhas: Sebentar Lagi Panen Raya, Impor Beras Akan Rugikan Petani
Ekonomi - Selasa, 16 Januari 2018 - 15:16 WIB

Zulhas: Sebentar Lagi Panen Raya, Impor Beras Akan Rugikan Petani

Zulkifli Hasan Selaku Ketua MPR RI mengkritisi rencana pemerintah yang akan mengimport beras dari Vietnam dan Thailand. Ia juga menyapaikan ...
12 Pasien Korban Ambruknya Gedung BEI Sudah Dibolehkan Pulang dari RS
Peristiwa - Selasa, 16 Januari 2018 - 15:13 WIB

12 Pasien Korban Ambruknya Gedung BEI Sudah Dibolehkan Pulang dari RS

Dua belas pasien korban ambruknya selasar Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit (RS)."Kedua belas ...