Senin, 20 November 2017 | 12.38 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Berikut kronologis OTT Ketua DPRD Kota Banjarmasin

Berikut kronologis OTT Ketua DPRD Kota Banjarmasin

Reporter : Zainal Bakri | Jumat, 15 September 2017 - 21:20 WIB

IMG-26334

Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti suap kasus persetujuan Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, dalam kasus tersebut empat orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, Jumat (15/9). ANTARA/Wahyu Putro A.

JAKARTA, kini.co.id – Politisi Golkar yang juga Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Iwan Rusmali dan Wakil Ketua DPRD, Andi Effendi dari PKB, yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Satgas KPK itu berkaitan dengan persetujuan Raperda Penyertaan Modal Pemkot Banjarmasin kepada PDAM Bandarmasih.

Selain kedua politisi itu, Direktur PDAM Bandarmasih, Musli dan Manager Keuangan PDAM Bandarmasih, Trenis ikut terciduk KPK.

Nilai penyertaan modal yang dilakukan oleh Pemkot Banjarmasin tersebut senilai Rp50,5 miliar kepada PDAM Bandarmasih.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menjelaskan tentang kronologi kejadian operasi senyap tersebut saat dilakukan oleh tim satgas KPK terhadap keempat tersangka.

Pada tanggal 11 September 2017 diduga M (Dirut PDAM) meminta kepada pihak PT CSP (PT Chindra Santi Pratama-rekanan PDAM) untuk menyediakan dana sebesar Rp150 juta dan agar menyerahkan uang tersebut kepada T (Manajer keuangan PDAM).

Selanjutnya, pada tanggal 12 September 2017 uang tersebut diserahkan kepada Trensis yang kemudian, uang tersebut disimpan di dalam brankasnya.

Pada tanggal 14 September 2017 pagi, Muslih selaku Dirut PDAM memerintahkan Trensis untuk untuk mengambil uang yang ada di dalam brankasnya tadi sebesar Rp100juta untuk kemudian meminta jatah sebesar Rp5 juta sebagai biaya pengganti pemberian kepada Iwan Rusmali selaku Ketua DPRD.

Sisa uang sebanyak Rp95 juta itupun akhirnya dipecah Trensis sebanyak Rp45 juta untuk kemudian diserahkan kepada Andi Effendi. Penyerahan tersebut dilakukan di kantor Andi selaku Anggota DPRD Kota Banjarmasin.

Selanjutnya, Andi dan Trensis pun kembali bertemu di Kantor PDAM Banjarmasin guna mengambil sisa uang sebesar Rp50 juta.

“Kemudian sekitar pukul 18.50 WITA, tim mengamankan T(Trensis) di kantor PDAM. Tim juga mengamankan uang yang disimpannya di dalam brankas sebesar Rp30,8 juta,” tandas Alex.

Dalam penangkapan terhadap Trensis, KPK juga berhasil mengamankan Muslih selaku Dirut PDAM di lokasi yang sama dan langsung membawa keduanya ke Polda Kalsel untuk menjalani pemeriksaan.

KPK juga mengamankan satu orang anggota DPRD Kota Banjarmasin yakni, Achmad Rudiani untuk diminta keterangannya di Polda Kalsel sebelum akhirnya pada pukul 22:30, tim satgas KPK menangkap Achmad Effendi selaku Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin dan Iwan Rusmali yang tak lain merupakan Ketua DPRD Kota Banjarmasin.

Usai melakukan gelar perkara yang bertempat di Polda Kalimantan Selatan, KPK pun menyimpulkan adanya tindak pidana suap dalam rangakaian peristiwa tersebut.

“Disimpulkan adanya dugaan tidak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji kepada Anggota DPRD Kota Banjarmasin terkait persetujuan Raperda Penyertaan Modal Pemkot Banjarmasinkepada PDAM Bandarmasih sebesar Rp50,5 miliar,” ujar Alexander Marwata.

Atas perbuatannya, sebagai pihak pemberi suap yakni Musli dan Trensis sidangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 juncto pasal 5 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan untuk penerima suap yakni, Iwan Rusmali dan Ahmad Effendi, disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi I Minta Menko Polhukam Jelaskan Definisi Kelompok Bersenjata
Politik - Senin, 20 November 2017 - 12:25 WIB

Komisi I Minta Menko Polhukam Jelaskan Definisi Kelompok Bersenjata

Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mengapresiasi keberhasilan TNI-Polri dalam membebaskan sandera di Papua.Namun, Bobby juga berharap agar para ...
Setnov Ditahan KPK, Zulkifli Hasan : Nama DPR Hancur
Politik - Senin, 20 November 2017 - 11:38 WIB

Setnov Ditahan KPK, Zulkifli Hasan : Nama DPR Hancur

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan kembali menekankan agar Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) mengikuti proses hukum atas kasus dugaan ...
Penuhi Panggilan KPK, Istri Novanto Bungkam
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 10:13 WIB

Penuhi Panggilan KPK, Istri Novanto Bungkam

Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi ...
KPK Periksa Istri Novanto Hari Ini
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 10:05 WIB

KPK Periksa Istri Novanto Hari Ini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Istri Setya Novanto yakni Deisti Astriani Tagor, Senin, (20/11/2017).Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi ...
KPK Lelang Barang Rampasan, Harga Mulai Rp41 Ribu
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 09:37 WIB

KPK Lelang Barang Rampasan, Harga Mulai Rp41 Ribu

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melelang barang rampasan dari beberapa perkara melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta ...
Ngobrol Bareng Warganet, Ketua MPR: Medsos untuk Merawat Keberagaman
Pendidikan - Senin, 20 November 2017 - 09:30 WIB

Ngobrol Bareng Warganet, Ketua MPR: Medsos untuk Merawat Keberagaman

Setelah serangkaian agenda di Jakarta, Minggu malam (19/11) Ketua MPR Zulkilfli Hasan langsung terbang ke Lampung untuk menghadiri acara ngobrol ...