Sabtu, 20 Januari 2018 | 21.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Berikut kronologis OTT Ketua DPRD Kota Banjarmasin

Berikut kronologis OTT Ketua DPRD Kota Banjarmasin

Reporter : Zainal Bakri | Jumat, 15 September 2017 - 21:20 WIB

IMG-26334

Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti suap kasus persetujuan Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, dalam kasus tersebut empat orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, Jumat (15/9). ANTARA/Wahyu Putro A.

JAKARTA, kini.co.id – Politisi Golkar yang juga Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Iwan Rusmali dan Wakil Ketua DPRD, Andi Effendi dari PKB, yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Satgas KPK itu berkaitan dengan persetujuan Raperda Penyertaan Modal Pemkot Banjarmasin kepada PDAM Bandarmasih.

Selain kedua politisi itu, Direktur PDAM Bandarmasih, Musli dan Manager Keuangan PDAM Bandarmasih, Trenis ikut terciduk KPK.

Nilai penyertaan modal yang dilakukan oleh Pemkot Banjarmasin tersebut senilai Rp50,5 miliar kepada PDAM Bandarmasih.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menjelaskan tentang kronologi kejadian operasi senyap tersebut saat dilakukan oleh tim satgas KPK terhadap keempat tersangka.

Pada tanggal 11 September 2017 diduga M (Dirut PDAM) meminta kepada pihak PT CSP (PT Chindra Santi Pratama-rekanan PDAM) untuk menyediakan dana sebesar Rp150 juta dan agar menyerahkan uang tersebut kepada T (Manajer keuangan PDAM).

Selanjutnya, pada tanggal 12 September 2017 uang tersebut diserahkan kepada Trensis yang kemudian, uang tersebut disimpan di dalam brankasnya.

Pada tanggal 14 September 2017 pagi, Muslih selaku Dirut PDAM memerintahkan Trensis untuk untuk mengambil uang yang ada di dalam brankasnya tadi sebesar Rp100juta untuk kemudian meminta jatah sebesar Rp5 juta sebagai biaya pengganti pemberian kepada Iwan Rusmali selaku Ketua DPRD.

Sisa uang sebanyak Rp95 juta itupun akhirnya dipecah Trensis sebanyak Rp45 juta untuk kemudian diserahkan kepada Andi Effendi. Penyerahan tersebut dilakukan di kantor Andi selaku Anggota DPRD Kota Banjarmasin.

Selanjutnya, Andi dan Trensis pun kembali bertemu di Kantor PDAM Banjarmasin guna mengambil sisa uang sebesar Rp50 juta.

“Kemudian sekitar pukul 18.50 WITA, tim mengamankan T(Trensis) di kantor PDAM. Tim juga mengamankan uang yang disimpannya di dalam brankas sebesar Rp30,8 juta,” tandas Alex.

Dalam penangkapan terhadap Trensis, KPK juga berhasil mengamankan Muslih selaku Dirut PDAM di lokasi yang sama dan langsung membawa keduanya ke Polda Kalsel untuk menjalani pemeriksaan.

KPK juga mengamankan satu orang anggota DPRD Kota Banjarmasin yakni, Achmad Rudiani untuk diminta keterangannya di Polda Kalsel sebelum akhirnya pada pukul 22:30, tim satgas KPK menangkap Achmad Effendi selaku Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin dan Iwan Rusmali yang tak lain merupakan Ketua DPRD Kota Banjarmasin.

Usai melakukan gelar perkara yang bertempat di Polda Kalimantan Selatan, KPK pun menyimpulkan adanya tindak pidana suap dalam rangakaian peristiwa tersebut.

“Disimpulkan adanya dugaan tidak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji kepada Anggota DPRD Kota Banjarmasin terkait persetujuan Raperda Penyertaan Modal Pemkot Banjarmasinkepada PDAM Bandarmasih sebesar Rp50,5 miliar,” ujar Alexander Marwata.

Atas perbuatannya, sebagai pihak pemberi suap yakni Musli dan Trensis sidangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 juncto pasal 5 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan untuk penerima suap yakni, Iwan Rusmali dan Ahmad Effendi, disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...