Monday, 20 August 2018 | 10.33 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Seminar 65 dibatalkan, LBH teriak markasnya dikepung anti-komunis

Seminar 65 dibatalkan, LBH teriak markasnya dikepung anti-komunis

Saturday, 16 September 2017 - 14:15 WIB

IMG-26345

Puluhan aparat kepolisian menjaga LBH Jakarta Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Lokasi rencana seminar 65 yang digagas oleh Forum 65, Sabtu (16/9).KiniNews/Rakisa.

JAKARTA, kini.co.id – Rencana seminar yang digagas Forum 65 dengan tema’Pengungkapan Sejarah 165; yang sedianya digelar Sabtu-Ahad (16-17/9) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta terpaksa diminta untuk tidak dilaksanakan.

Penghentian seminar tersebut oleh aparat kepolisian berdasarkan pertimbangan keamanan dan ketertiban. Pasalnya beberapa hari sebelumnya beredar jika seminar tersebut mendapat penolakan beberapa ormas dan mahasiswa.

Berdasarkan pantauan di LBH Jakarta sejak pukul 06.00 WIb, aparat kepolisian sudah berjaga-jaga untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya aksi tindak kekerasan.

Namun upaya penjagaan di LBH Jakarta justru berbalik tudingan dari LBH Jakarta secara masif, beberapa aktivis LBH Jakarta menyebarkan melalui media sosial dan pesan grup berantai jika markas mereka ‘dikepung’ dan berteriak matinya demokrasi.

Yunita, salah seorang aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dalam pesan berantainya, Sabtu (16/9) sekitar pukul 09.30 WIB, berisi bahwa Kantor YLBHI dikepung oleh massa anti-komunis dan polisi memblokade orang masuk sekalipun dia peserta diskusi.

“Seminar ini bukan kegiatan penyebaran komunisme tapi Diskusi Pelurusan Sejarah 65 yang diikuti akademisi dan korban 65 yang sudah sepuh semua,” ujarnya.

Karena itu, kata dia LBH Jakarta memanggil siapa saja untuk bersolidaritas melindungi YLBHI karena upaya yang dilakukan oleh Polisi mereka nilai sebagai serangan langsung pada demokrasi.

Sebelumnya beredar pula pesan di grup WhatsApp yang berisi seruan until mengirimkan pesan singkat ke ponsel Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mengingatkan sang jenderal agar menjaga semangat reformasi dan demokrasi.

Forum 65 selaku penyelenggara diskusi pelurusan sejarah di LBH Jakarta mengecam tindakan polisi yang menghambat kegiatan tersebut.

Bonnie Setiawan, Koordinator Forum 65 mengatakan aksi blokade yang dilakukan polisi Sabtu (16/9), merupakan hal yang tidak masuk akal karena LBH Jakarta sebagai tempat publik, tempat di mana keadilan diadukan dan menjadi terminal bagi para pejuang keadilan adalah sebuah pembungkaman yang secara sistematis dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Sedianya, hari ini dan besok akan diselenggarakan sebuah seminar Sejarah Pengungkapan Kebenaran 1965/1966. Sebuah forum untuk berdiskusi dan berdialektika untuk mencari sebuah kebenaran sejarah bangsa. Upaya ini dilakukan tidak lain dan tidak bukan untuk terus mendukung Indonesia terus menjadi sebuah bangsa yang besar, yang menghargai setiap sejarah bangsa, mengakui jika memang pernah terjadi kesalahan dalam sejarah masa lalu sekaligus membuka kepada publik bahwa kebenaran sejarah tidak mutlak hanya dimiliki oleh rezim yang pernah berkuasa,” kata dia.

Hingga pukul 11.30 WIB di LBH Jakarta aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat baik yang keluar masuk area tersebut, sementara puluhan aktivis LBH Jakarta baik di dalam kantor maupun diluar tampak duduk-duduk dan mengobrol.

Sejumlah penyintas 65 yang direncanakan menjadi peserta ataupun pemateri juga satu persatu dievakuasi oleh pihak panitia.

Setidaknya ada dua elemen gelombang aksi yang pertama sekitar pukul 09.30-11.00 WIb dari gabungan mahasiswa dan ormas Islam, mereka menggelar aksi di seberang depan kantor LBH Jakarta atau tepatnya Jl Kimia yang disering disebut jalur gaja.

Berikutnya sekitar pukul 13.00 WIB dari Laskar Merah Putih (LMP) yang meminta agenda seminar 65 yang digagas forum 65 untuk tidak dilaksanakan.

Sementara itu aktivis IPT 65 Dolorosa Sinaga mengatakan kepada awak media bahwa semestinya polisi tidak berhak membubarkan seminar 65. Karena, kata dia seminar yang bertujuan meluruskan sejarah adalah dilindungi UU dan jika ini kembali terjadi maka adalah sebuah pembungkaman demokrasi.

“Ini seharusnya tidak boleh dibubarkan, karena kegiatan ini ga mesti ada izin dari polisi, ” kata dia di depan LBH Jakarta, Sabtu (16/9).

Hingga pukul 14.00 WIB, aparat kepolisian masih melakukan penjagaan di LBH Jakarta Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Sementara massa mahasiswa dan ormas Islam yang menolak seminar 65 yang disebut ‘anti-pki’ oleh aktivis LBH membubarkan diri secara tertib. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...