Rabu, 20 September 2017 | 19.38 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Beredar Kabar Jhon Kei Masuk Islam, Begini Tanggapan Keluarga di Bekasi

Beredar Kabar Jhon Kei Masuk Islam, Begini Tanggapan Keluarga di Bekasi

Reporter : Ardiansyah | Sabtu, 16 September 2017 - 14:43 WIB

IMG-26348

Jhon Kei diisukan masuk Islam. (Ist)

Bekasi, kini.co.id – Narapidana kelas kakap, John Refra Kei, yang kini mendekam di Lapas Nusakambangan dikabarkan masuk islam.

Kabar mualafnya Jhon Kei tersebut bermula dari postingan akun media sosial Facebook milik Hanny Kristianto pada Rabu (13/9/2017) yang kemudian dikutip dalam sejumlah pemberitaan.

Di medsos tersebut dikabarkan John Kei berniat menjadi Muslim. Berikut ini kutipan awal postingan Hanny tersebut: Bismillah, “Hari ini team Mualaf Center Darussalam diwakili Harsha Agousta Brahma Sadewa dan ibu Jenderal Lisze Dewi Purnamawati berangkat ke LP. Batu Nusakambangan Cilacap memastikan niat John Kei masuk Islam. Sebelum memutuskan masuk Islam John Kei alias John Refra pemuda asal Tutrean, Pulau Kei pernah dijuluki sebagai Godfather of Jakarta,” demikian posting tersebut.

Hanya saja, kabar mualafnya tersangka kasus pembunuhan Direktur Sanex Steel, Tan Harry Tantono, belum sampai ketelingan sanak saudaranya.

Keponakan Jhon Kei, Roy (23), mengaku belum mengetahui kabar miring tersebut. Ia mengatakan jika sampai saat ini pamannya itu masih memeluk agama Kristen Katolik.

“Belum tau, kabar dari manah itu? sampai sekarang kabar itu belum sampai kepada saya dan keluarga,” kata Roy, Sabtu (16/9/2017) kepada Kini.co.id. saat ditemui di Perumahan Tytyan Indah, Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Medan Satria.

Ia memastikan, jika Jhon Kei sampai dengan hari ini masih memiliki status agama Kristen Katolik.

“Sudah turun menurun keluarga memeluk agama Kristen Katolik, cuma kalau mau lebih jelas, silahkan ke lapas NK (Nusakambangan). Langsung konfirmasi dengan yang bersangkutan,” tuturnya.

“Sekarang dia sudah menjalani hukumannya di Nusakambangan selama 5 tahun, tapi kalau kabar mualaf, itu saya tidak tahu, ya!,” sambung Roy.

Diketahui, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta menjatuhkan vonis 12 tahun penjara kepada John Kei pada persidangan tanggal 27 Desember 2012.

Majelis hakim menyatakan bahwa John Kei terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Tan Harry Tantono alias Ayung yang ditemukan tewas di kamar 2701 Swiss-Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada tanggal 26 Januari 2012.

Dalam kasus tersebut, John Kei dinyatakan melanggar Pasal 340 juncto Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Tapi, melalui putusan kasasi, Mahkamah Agung justru menambah vonis John Kei menjadi 16 tahun penjara.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi I sayangkan TV swasta tak respon pemutaran film G30S/PKI
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 16:44 WIB

Komisi I sayangkan TV swasta tak respon pemutaran film G30S/PKI

Anggota Komisi I DPR, Bobby Adhityo Rizaldi menyanyangkan sikap stasiun TV swasta yang tak merespon ajakan pemutaran film G30SPKI dari ...
Kuasa hukum sebut penetapan tersangka Novanto berdasarkan asumsi
Hukum - Rabu, 20 September 2017 - 16:31 WIB

Kuasa hukum sebut penetapan tersangka Novanto berdasarkan asumsi

Tim kuasa hukum Setya Novanto, Ida Jaka Mulyana menilai tuduhan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kliennya tidak berdasar.Dikatakannya tuduhan kliennya ...
Uber diduga suap Polisi Indonesia
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 16:21 WIB

Uber diduga suap Polisi Indonesia

Perusahaan aplikasi layanan transportasi online, Uber, tengah menjadi sorotan karena diduga melakukan tindakan ilegal dalam memuluskan perizinan operasional mereka ...
Komite I DPD Minta Sistem Keuangan Desa Segera Dioptimalkan
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 16:08 WIB

Komite I DPD Minta Sistem Keuangan Desa Segera Dioptimalkan

Komite I DPD RI meminta implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) harus dioptimalkan ke seluruh wilayah di Indonesia termasuk desa yang ...
PDI-P copot Masinton dari Pansus Angket KPK
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 15:58 WIB

PDI-P copot Masinton dari Pansus Angket KPK

Fraksi PDI Perjuangan tiba-tiba mencopot Masinton Pasaribu dari Pansus Angket KPK. Dalam surat Fraksi PDIP bernomor 153/F-PDIP/DPR-RI/IX/2017 tertanggal 19 September ...
PAN Meminta Pansus Angket KPK Tak Bawa-bawa Presiden
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 15:01 WIB

PAN Meminta Pansus Angket KPK Tak Bawa-bawa Presiden

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menolak keinginan Pansus Hak Angket KPK untuk konsultasi dengan Presiden Joko Widodo ...