Sabtu, 21 April 2018 | 12.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Forum 65 tuding penolak seminar antek dan preman Orba ?

Forum 65 tuding penolak seminar antek dan preman Orba ?

Sabtu, 16 September 2017 - 15:19 WIB

IMG-26350

Ratusan polisi menjaga ketat pintu masuk jalan ke LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat , rencana lokasi seminar 65. KiniNews/Rakisa

JAKARTA, kini.co.id – Berdalih dan berlindung dibalik kebebasan berdemokrasi, forum 65 selaku panitia penggagas seminar 65 tentang ‘Pengungkapan Sejarah 1965′ yang sedianya digelar di kantor LBH Jakarta Jl Diponegooro, Menteng, Jakarta Pusat menuding aksi sejumlah mahasiwa dan elemen lainnya yang menolak digelarnya acara tersebut sebagai preman politik.

Koordinator Forum 65, Boni Setiawan mengatakan aksi unjuk rasa yang menolak agenda seminar sebagai bentuk tekanan dan intimidai secara tidak langsung.

Padahal, mereka (forum 65) juga secara tidak langsung menekan pemerintah dan dunia Internasional untuk mengakui bahwa Indonesia pernah menjadi ‘jagal’ eks PKI dan gencar menyuarakan mereka adalah korban orde baru.

Tak tanggung-tanggung Boni menyebut aksi mahasiswa itu merepakan aksi politik preman, dan antek Orde Baru yang mengekang kebebasan berpikir dan berpendapat.

“Itu adalah contoh dari Orba, politik preman politik kekerasan, itu terus dipelihara, untuk mengekang kebebsan berpikir kebebasan berbicara,” kata Bone di LBH Jakarta kepada wartawan, Sabtu (16/9).

Seminar 65 dengan tema “Pengungkapan Sejarah 1965″ akhirnya dibatalkan atas saran aparat kepolisian untuk menghindari gangguan keamanan dan ketertiban.

“Meskipun seminar dibatalkan, namun kegiatan tukar pikiran dengan saksi sejarah ataupun korbanyang terdampak dari tragedi 1965 akan tetap kita lakukan,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan sejak pukul 10.00-14.30 WIB di LBH Jakarta, terdapat dua aksi penolakan yakni dari elemen mahasiswa dan Laskar Merah Putih (LMP).

Mereka juga menggelar aksinya juga jauh di sebrang LBH Jakarta, yakni dikawasan jalur gaja Jl Kimia, hanya memang ratusan polisi menjaga ketat pintu masuk LBH Jakarta sejak pagi. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...