Sabtu, 18 November 2017 | 20.57 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Forum 65 tuding penolak seminar antek dan preman Orba ?

Forum 65 tuding penolak seminar antek dan preman Orba ?

Sabtu, 16 September 2017 - 15:19 WIB

IMG-26350

Ratusan polisi menjaga ketat pintu masuk jalan ke LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat , rencana lokasi seminar 65. KiniNews/Rakisa

JAKARTA, kini.co.id – Berdalih dan berlindung dibalik kebebasan berdemokrasi, forum 65 selaku panitia penggagas seminar 65 tentang ‘Pengungkapan Sejarah 1965′ yang sedianya digelar di kantor LBH Jakarta Jl Diponegooro, Menteng, Jakarta Pusat menuding aksi sejumlah mahasiwa dan elemen lainnya yang menolak digelarnya acara tersebut sebagai preman politik.

Koordinator Forum 65, Boni Setiawan mengatakan aksi unjuk rasa yang menolak agenda seminar sebagai bentuk tekanan dan intimidai secara tidak langsung.

Padahal, mereka (forum 65) juga secara tidak langsung menekan pemerintah dan dunia Internasional untuk mengakui bahwa Indonesia pernah menjadi ‘jagal’ eks PKI dan gencar menyuarakan mereka adalah korban orde baru.

Tak tanggung-tanggung Boni menyebut aksi mahasiswa itu merepakan aksi politik preman, dan antek Orde Baru yang mengekang kebebasan berpikir dan berpendapat.

“Itu adalah contoh dari Orba, politik preman politik kekerasan, itu terus dipelihara, untuk mengekang kebebsan berpikir kebebasan berbicara,” kata Bone di LBH Jakarta kepada wartawan, Sabtu (16/9).

Seminar 65 dengan tema “Pengungkapan Sejarah 1965″ akhirnya dibatalkan atas saran aparat kepolisian untuk menghindari gangguan keamanan dan ketertiban.

“Meskipun seminar dibatalkan, namun kegiatan tukar pikiran dengan saksi sejarah ataupun korbanyang terdampak dari tragedi 1965 akan tetap kita lakukan,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan sejak pukul 10.00-14.30 WIB di LBH Jakarta, terdapat dua aksi penolakan yakni dari elemen mahasiswa dan Laskar Merah Putih (LMP).

Mereka juga menggelar aksinya juga jauh di sebrang LBH Jakarta, yakni dikawasan jalur gaja Jl Kimia, hanya memang ratusan polisi menjaga ketat pintu masuk LBH Jakarta sejak pagi. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...
Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:15 WIB

Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov

Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mempertanyakan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan kliennya sebagai tahanan.Pasalnya, menurut dia, Setnov belum ...