Jumat, 19 Januari 2018 | 10.00 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Forum 65 tuding penolak seminar antek dan preman Orba ?

Forum 65 tuding penolak seminar antek dan preman Orba ?

Sabtu, 16 September 2017 - 15:19 WIB

IMG-26350

Ratusan polisi menjaga ketat pintu masuk jalan ke LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat , rencana lokasi seminar 65. KiniNews/Rakisa

JAKARTA, kini.co.id – Berdalih dan berlindung dibalik kebebasan berdemokrasi, forum 65 selaku panitia penggagas seminar 65 tentang ‘Pengungkapan Sejarah 1965′ yang sedianya digelar di kantor LBH Jakarta Jl Diponegooro, Menteng, Jakarta Pusat menuding aksi sejumlah mahasiwa dan elemen lainnya yang menolak digelarnya acara tersebut sebagai preman politik.

Koordinator Forum 65, Boni Setiawan mengatakan aksi unjuk rasa yang menolak agenda seminar sebagai bentuk tekanan dan intimidai secara tidak langsung.

Padahal, mereka (forum 65) juga secara tidak langsung menekan pemerintah dan dunia Internasional untuk mengakui bahwa Indonesia pernah menjadi ‘jagal’ eks PKI dan gencar menyuarakan mereka adalah korban orde baru.

Tak tanggung-tanggung Boni menyebut aksi mahasiswa itu merepakan aksi politik preman, dan antek Orde Baru yang mengekang kebebasan berpikir dan berpendapat.

“Itu adalah contoh dari Orba, politik preman politik kekerasan, itu terus dipelihara, untuk mengekang kebebsan berpikir kebebasan berbicara,” kata Bone di LBH Jakarta kepada wartawan, Sabtu (16/9).

Seminar 65 dengan tema “Pengungkapan Sejarah 1965″ akhirnya dibatalkan atas saran aparat kepolisian untuk menghindari gangguan keamanan dan ketertiban.

“Meskipun seminar dibatalkan, namun kegiatan tukar pikiran dengan saksi sejarah ataupun korbanyang terdampak dari tragedi 1965 akan tetap kita lakukan,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan sejak pukul 10.00-14.30 WIB di LBH Jakarta, terdapat dua aksi penolakan yakni dari elemen mahasiswa dan Laskar Merah Putih (LMP).

Mereka juga menggelar aksinya juga jauh di sebrang LBH Jakarta, yakni dikawasan jalur gaja Jl Kimia, hanya memang ratusan polisi menjaga ketat pintu masuk LBH Jakarta sejak pagi. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...
Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah
Hukum - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:02 WIB

Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA.Diperiksa selama empat jam di Gedung Bareskrim ...
Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa
Politik - Kamis, 18 Januari 2018 - 17:18 WIB

Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan, baik buruknya DPR sangat tergantung media massa. Karena itu, ia bertekad untuk membangun citra wakil ...