Selasa, 21 November 2017 | 00.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Awas! PCC Juga Diedarkan ke Luar Sulawesi

Awas! PCC Juga Diedarkan ke Luar Sulawesi

Reporter : Fauzan | Sabtu, 16 September 2017 - 16:12 WIB

IMG-26352

Ribuan butir pil PCC yang diamankan petugas. (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Beredarnya obat ilegal PCC harus membuat para orangtua waspada. Pasalnya, obat-obat terlarang itu juga diedarkan di luar Kendari, Sulawesi Tenggara.

Buktinya, polisi telah mengamankan obat PCC yang sedang marak dikonsumsi remaja di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), saat berada di Bandara Internasional Hasanuddin, Sulsel.

Obat PCC yang diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Maros itu tadinya akan diedarkan ke Pulau Jawa.

“Obat bermerek tramadol dan sejenisnya itu terdeteksi saat melewati pemeriksaan x-ray. Petugas curiga sehingga diperiksa dan menemukan 200 papan tramadol serta empat botol yang berisikan obat daftar G lainnya,” ujar Kasat Reskrim Narkoba Polres Maros, AKP Norman Sihite, kemarin.

Ia mengatakan obat itu berasal dari Makassar dan hendak dikirim ke pemesan yang ada di Pulau Jawa.

Dari situ, polisi menduga pabrik obat PCC itu berada di Makassar.

Sebelumnya sebanyak 61 orang sakau dan berperilaku seperti orang gila karena obat PCC di Kendari, Sultra. Akibatnya, para korban memenuhi Rumah Sakit Jiwa Kota Kendari untuk mendapat perawatan. 3 di antaranya telah tewas karena overdosis.

Dari penelusuran polisi, 9 orang pengedar atau penjual PCC berhasil ditangkap. Mereka adalah warga kendari dari beragam profesi mulai dari ibu rumahtangga hingga apoteker.

Para penjual PCC ini menjual obat terlarang itu dengan harga miring kepada pelajar.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 23:02 WIB

Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng

Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri ...
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...