Sabtu, 20 Januari 2018 | 21.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Digelandang KPK, Walikota Batu mengaku tidak tau karena apa

Digelandang KPK, Walikota Batu mengaku tidak tau karena apa

Reporter : Zainal Bakri | Sabtu, 16 September 2017 - 23:01 WIB

IMG-26364

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko (kedua kiri) dijaga anggota Satbrimobda Jatim saat keluar dari ruang Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Sabtu (16/9). Foto Antara.

Surabaya, kini.co.id – Wali Kota Batu Eddy Rumpoko terlihat tenang dan terus menebar senyum kepada wartawan usai diperiksa penyidik do Mapolda Jatim, Sabtu (16/9) malam.

Saat keluar gedung Subdit III Tipikor Mapolda Jatim, Eddy Rumpoko juga berjalan tenang dan terlihat tersenyum.

Bahkan, saat keluar dari gedung Subdit III Tipikor Mapolda Jatim Edi juga sempat menjelaskan kepada wartawan tentang kasus yang membelitnya itu, tapi dicegah penyidik KPK.

“Saya tidak tahu ditangkap karena apa, saya nggak apa-apa, saya mau ngomong sama wartawan,” katanya kepada awak media, Sabtu(16/9).

Selanjutnya saat masuk di dalam bus Polda Jatim, Eddy Rumpoko yang duduk di dekat jendela dan diapit petugas brimob, kembali menoleh dan tersenyum.

Tak lama kemudian, ia melambaikan tangannya ke wartawan yang mengambil gambar. Tepat pada pukul 20.44 WIB, rombongan penyidik KPK dan Polda Jatim meninggalkan gedung Subdit III Tipikor menuju bandara Juanda, Sidoarjo.

Sebelumnya, KPK mengamankan lima orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di di Malang, Jawa Timur, Sabtu (16/9). Lima orang itu termasuk kepala daerah dan pejabat unit pengadaan.

“Benar ada Tim KPK yang lakukan OTT siang ini di salah satu daerah di Jawa Timur. Sekitar 5 orang diamankan, termasuk kepala daerah dan pejabat unit pengadaan,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan ketika dihubungi wartawan, Sabtu (16/9).

Basaria mengatakan, tim juga mengamankan sejumlah uang yang diduga uang suap terkait proyek di daerah setempat.

KPK membawa lima orang tersebut ke kantor Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk dilakukan pemeriksaan awal.

“Kami akan infomasikan lebih lanjut hasil OTT ini dalam konferensi pers besok,” jelasnya.

Selain mengamankan ER, tim juga menangkap pria berinisial P yang diduga pemilik salah satu hotel di Kota Batu, Malang.

Mereka ditangkap saat melakukan transaksi suap untuk memuluskan proyek mubeler di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...