Jumat, 19 Januari 2018 | 10.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Tiba di gedung KPK, Walikota Batu tetap menyangkal terima suap

Tiba di gedung KPK, Walikota Batu tetap menyangkal terima suap

Minggu, 17 September 2017 - 02:02 WIB

IMG-26366

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko tiba di gedung KPK, Ahad (17/9) dinj hari. Kininews/Rakisa

Jakarta, kini.co.id – Wali Kota Batu, Jawa Timur, Eddy Rumpoko tetap menyangkal dirinya menerima suap dari pihak rekanan seperti yang dituduhkan lembaga anti rasuah.

Politisi PDI Perjuangan itu tidak tahu menahu alasan tim KPK yang menangkapnya. “Uang apa, saya tidak tahu,” ucapnya saat tiba di gedung KPK, Ahad (17/9) dini hari.

Sama seperti saat dibawa dari Mapolda Jawa Timur, Sabtu (16/9) malam, Eddy tampak santai dan berbicara kepada awak media setibanya di gedung KPK.

Eddy bersama dua orang lainnya tiba sekitar pukul 01.14 WIB, yakni Ketua ULP Kota Batu dan satu orang rekanan dari pihak swasta.

Sebelumnya Edy bersama empat orang lainnya keluar dari ruang unit Tipikor Polda Jatim sekitar pukul 20.40 WIB. Kelimanya langsung diterbangkan ke Jakarta bersama tim penyidik KPK.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, Eddy diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta. Uang yang dia terima sebesar Rp 200 juta, dan sisanya untuk Kepala ULP.

“Siang tadi mulai sekitar jam 12.30 ada OTT kembali oleh KPK di wilayah Kota Batu, Jatim terkait dengan penerimaan suap / hadiah oleh Wali Kota Batu (Eddy Rumpoko) dan Kepala ULP Pemkot Batu dari rekanan (Philip) terkait pengadaan barang dan jasa pada Pemkot Batu,” ujar Alex saat dihubungi.

Eddy diduga menerima suap terkait pengadaan barang dan jasa yakni pengadaan meubel senilau Rp5 miliar.

Diduga uang yang berikan rekanan pengusaha kepada Eddy untuk memenangkan tender.

Eddy sendiri mengaku heran atas penangkapan dirinya oleh penyidik KPK yang tengah berada dikamar mandi di rumah dinasnya, Sabtu (16/9) .

“Iya saya di rumah, tahu-tahu digedor di kamar mandi, uang nya mana, uang apa, saya tidak tau,” bebenya di gedung KPK, Ahad pagi. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...
Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah
Hukum - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:02 WIB

Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA.Diperiksa selama empat jam di Gedung Bareskrim ...
Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa
Politik - Kamis, 18 Januari 2018 - 17:18 WIB

Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan, baik buruknya DPR sangat tergantung media massa. Karena itu, ia bertekad untuk membangun citra wakil ...