Sabtu, 18 November 2017 | 20.52 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Tiba di gedung KPK, Walikota Batu tetap menyangkal terima suap

Tiba di gedung KPK, Walikota Batu tetap menyangkal terima suap

Minggu, 17 September 2017 - 02:02 WIB

IMG-26366

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko tiba di gedung KPK, Ahad (17/9) dinj hari. Kininews/Rakisa

Jakarta, kini.co.id – Wali Kota Batu, Jawa Timur, Eddy Rumpoko tetap menyangkal dirinya menerima suap dari pihak rekanan seperti yang dituduhkan lembaga anti rasuah.

Politisi PDI Perjuangan itu tidak tahu menahu alasan tim KPK yang menangkapnya. “Uang apa, saya tidak tahu,” ucapnya saat tiba di gedung KPK, Ahad (17/9) dini hari.

Sama seperti saat dibawa dari Mapolda Jawa Timur, Sabtu (16/9) malam, Eddy tampak santai dan berbicara kepada awak media setibanya di gedung KPK.

Eddy bersama dua orang lainnya tiba sekitar pukul 01.14 WIB, yakni Ketua ULP Kota Batu dan satu orang rekanan dari pihak swasta.

Sebelumnya Edy bersama empat orang lainnya keluar dari ruang unit Tipikor Polda Jatim sekitar pukul 20.40 WIB. Kelimanya langsung diterbangkan ke Jakarta bersama tim penyidik KPK.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, Eddy diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta. Uang yang dia terima sebesar Rp 200 juta, dan sisanya untuk Kepala ULP.

“Siang tadi mulai sekitar jam 12.30 ada OTT kembali oleh KPK di wilayah Kota Batu, Jatim terkait dengan penerimaan suap / hadiah oleh Wali Kota Batu (Eddy Rumpoko) dan Kepala ULP Pemkot Batu dari rekanan (Philip) terkait pengadaan barang dan jasa pada Pemkot Batu,” ujar Alex saat dihubungi.

Eddy diduga menerima suap terkait pengadaan barang dan jasa yakni pengadaan meubel senilau Rp5 miliar.

Diduga uang yang berikan rekanan pengusaha kepada Eddy untuk memenangkan tender.

Eddy sendiri mengaku heran atas penangkapan dirinya oleh penyidik KPK yang tengah berada dikamar mandi di rumah dinasnya, Sabtu (16/9) .

“Iya saya di rumah, tahu-tahu digedor di kamar mandi, uang nya mana, uang apa, saya tidak tau,” bebenya di gedung KPK, Ahad pagi. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...
Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:15 WIB

Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov

Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mempertanyakan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan kliennya sebagai tahanan.Pasalnya, menurut dia, Setnov belum ...