Sabtu, 21 April 2018 | 12.25 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Koper santriwati yang nyasar pulang sempat gegerkan warga Bekasi

Koper santriwati yang nyasar pulang sempat gegerkan warga Bekasi

Reporter : Ardiansyah | Minggu, 17 September 2017 - 14:16 WIB

IMG-26369

Tas koper milik Resti Tiandari bin Sumadin (18), santriwati yang tiga tahun baru pulang ke rumah orang tuanya di Bekasi, Sabtu (16/9). KiniNews/Ardiansyah.

Bekasi, kini.co.id – Warga perumahan Bojong Rawalumbu RT 01/RW 32, Rawalumbu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu (16/9) siang kemarin sempat dihebohkan dengan adanya penemuan tas koper hitam yang tergeletak di rumah Chandra Dayan(24).

Pasalnya tas koper itu berada tepat dipintu masuk pagar milik Chandra yang ditinggalkan pemiliknya. Sontak warga mengira tas tersebut berisi benda mencurigakan.

Setelah gegar dan aparat kepolisian sempat mengamankan lokasi ternya pemiliknya diketahui bernama Resti Tiandari bin Sumadin (18). Perempuan bercadar ini membenarkan bahwa trolley bag hitam yang sempat dikira bom oleh warga itu adalah miliknya.

“Sang pemilik diketahui identitasnya setelah mengaku di tengah kerumunan warga,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Bekasi Timur, Komisaris Yusron kepada kini.co.id.

Kepada polisi, Resti mengaku, ia lupa sehingga tasnya tertinggal di lokasi. Siswi lulusan pondok pesantren di daerah Magetan, Jawa Timur, datang ke tempat tersebut untuk bertemua orang tuanya yang tinggal tak jauh dari TKP.

Menurut Resti, dirinya tidak sadar telah meninggalkan tas bawaannya. Alasannya, karena tergesa-gesa ingin menjumpai orang tuanya.

Pasalnya, sudah tiga tahun Resti tidak berjumpa dengan kedua orangtuanya. Resti pun datang ke Bekasi untuk merayakan pertunangan yang akan dilakukan pada pekan depan.

“Isinya kan sudah tahu ya, jadi dia bukan teroris. Hanya datang ke Kota Bekasi karena panggilan orangtuanya, dia (Resti) ingin dinikahi,” terang Yusron.

Yusron menambahkan, bahwa Resti datang dari Magetan, Jawa Tengah ke kampung halaman menggunakan kendaraan kereta api, Jumat (15/9) malam.

Dari stasiun Besar Bekasi, Resti ingin ke tempat orangtunya menggunakan jasa pengemudi ojek online.

“Namun setelah sampai, dia bingung. Karena salah gang. Sementara pengemudi ojek online pergi, mereka bingung dan mondar-mandir di perumahan warga. Saat itu, Resti ini memang memakai cadar,” jelas Yusron.

Lama mencari alamat orangtuanya, Resti pun merasa lelah. Akhirnya ia meninggalkan barang bawaanya yang dibungkus dalam koper tersebut di depan rumah warga.

“Niatnya itu, saat ketemu rumah, Resti ingin meminta tolong kepada bapaknya untuk mengangkat kopernya. Namun malah dia ketiduran,” kata Yusron.

Rupanya, Resti benar-benar lupa dengan koper yang ia tinggal di TKP. Hingga akhirnya warga menemukan koper itu tergeletak di depan rumah berteralis besi warna hitam nomor 9 Blok 10 yang ditinggali oleh Chandra Dayan (24).

“Warga riuh dan khawatir bahwa dalam koper itu adalah bom. Karena warga semat melihat ada sejumlah orang yang bolak-balik. Ditambah lagi dengan penampilan Resti yang memakai cadar di klaim sebagai teroris. Tapi bukan, ya!” tegas Yusron.

Dari hasil penggeledahan polisi, isi dalam koper tersebut hanya terdapat pakaian wanita yang memang milik Resti. Selain itu, beberapa buku agama dan kitab suci Al-quran.

Sebelumnya, warga sempat panik atas temuan sebuah tas mencurigakan di depan rumah berteralis besi warna hitam nomor 9 Blok 10 yang ditinggali oleh Chandra Dayan (24). []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...