Sabtu, 18 November 2017 | 20.51 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Koper santriwati yang nyasar pulang sempat gegerkan warga Bekasi

Koper santriwati yang nyasar pulang sempat gegerkan warga Bekasi

Reporter : Ardiansyah | Minggu, 17 September 2017 - 14:16 WIB

IMG-26369

Tas koper milik Resti Tiandari bin Sumadin (18), santriwati yang tiga tahun baru pulang ke rumah orang tuanya di Bekasi, Sabtu (16/9). KiniNews/Ardiansyah.

Bekasi, kini.co.id – Warga perumahan Bojong Rawalumbu RT 01/RW 32, Rawalumbu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu (16/9) siang kemarin sempat dihebohkan dengan adanya penemuan tas koper hitam yang tergeletak di rumah Chandra Dayan(24).

Pasalnya tas koper itu berada tepat dipintu masuk pagar milik Chandra yang ditinggalkan pemiliknya. Sontak warga mengira tas tersebut berisi benda mencurigakan.

Setelah gegar dan aparat kepolisian sempat mengamankan lokasi ternya pemiliknya diketahui bernama Resti Tiandari bin Sumadin (18). Perempuan bercadar ini membenarkan bahwa trolley bag hitam yang sempat dikira bom oleh warga itu adalah miliknya.

“Sang pemilik diketahui identitasnya setelah mengaku di tengah kerumunan warga,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Bekasi Timur, Komisaris Yusron kepada kini.co.id.

Kepada polisi, Resti mengaku, ia lupa sehingga tasnya tertinggal di lokasi. Siswi lulusan pondok pesantren di daerah Magetan, Jawa Timur, datang ke tempat tersebut untuk bertemua orang tuanya yang tinggal tak jauh dari TKP.

Menurut Resti, dirinya tidak sadar telah meninggalkan tas bawaannya. Alasannya, karena tergesa-gesa ingin menjumpai orang tuanya.

Pasalnya, sudah tiga tahun Resti tidak berjumpa dengan kedua orangtuanya. Resti pun datang ke Bekasi untuk merayakan pertunangan yang akan dilakukan pada pekan depan.

“Isinya kan sudah tahu ya, jadi dia bukan teroris. Hanya datang ke Kota Bekasi karena panggilan orangtuanya, dia (Resti) ingin dinikahi,” terang Yusron.

Yusron menambahkan, bahwa Resti datang dari Magetan, Jawa Tengah ke kampung halaman menggunakan kendaraan kereta api, Jumat (15/9) malam.

Dari stasiun Besar Bekasi, Resti ingin ke tempat orangtunya menggunakan jasa pengemudi ojek online.

“Namun setelah sampai, dia bingung. Karena salah gang. Sementara pengemudi ojek online pergi, mereka bingung dan mondar-mandir di perumahan warga. Saat itu, Resti ini memang memakai cadar,” jelas Yusron.

Lama mencari alamat orangtuanya, Resti pun merasa lelah. Akhirnya ia meninggalkan barang bawaanya yang dibungkus dalam koper tersebut di depan rumah warga.

“Niatnya itu, saat ketemu rumah, Resti ingin meminta tolong kepada bapaknya untuk mengangkat kopernya. Namun malah dia ketiduran,” kata Yusron.

Rupanya, Resti benar-benar lupa dengan koper yang ia tinggal di TKP. Hingga akhirnya warga menemukan koper itu tergeletak di depan rumah berteralis besi warna hitam nomor 9 Blok 10 yang ditinggali oleh Chandra Dayan (24).

“Warga riuh dan khawatir bahwa dalam koper itu adalah bom. Karena warga semat melihat ada sejumlah orang yang bolak-balik. Ditambah lagi dengan penampilan Resti yang memakai cadar di klaim sebagai teroris. Tapi bukan, ya!” tegas Yusron.

Dari hasil penggeledahan polisi, isi dalam koper tersebut hanya terdapat pakaian wanita yang memang milik Resti. Selain itu, beberapa buku agama dan kitab suci Al-quran.

Sebelumnya, warga sempat panik atas temuan sebuah tas mencurigakan di depan rumah berteralis besi warna hitam nomor 9 Blok 10 yang ditinggali oleh Chandra Dayan (24). []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...
Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:15 WIB

Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov

Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mempertanyakan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan kliennya sebagai tahanan.Pasalnya, menurut dia, Setnov belum ...