Rabu, 20 September 2017 | 19.43 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Polisi pastikan Risti bukan terduga teroris, pulang mau nikah tas ketinggalan

Polisi pastikan Risti bukan terduga teroris, pulang mau nikah tas ketinggalan

Reporter : Ardiansyah | Minggu, 17 September 2017 - 14:32 WIB

IMG-26372

Polisi sempat memasang garis polisi di lokasi tas koper milik Resti Tiandari bin Sumadin (18), santriwati yang baru pulang ke rumah orang tuanya di Bekasi, Sabtu (16/9). KiniNews/Ardiansyah.

Bekasi, kini.co.id – Aparat kepolisian memastikan bahwa Risti Tiandari binti Sumadin (18), pemilik koper yang sempat menggerkan warga Rawalumbu, Kecamatan Bekasi, Bekasi kemarin bukan terduga teroris.

Tas koper miliknya yang tertinggal di depan pagar rumah Chandra Dayan (24), Blok 10 Nomor 9 di kawasan tersebut ternyata terlupa tertinggal karena buru-buru.

Gadis cantik yang menimbah ilmu di pondok pesantren Magetan, Jawa tengah itu ternyata pulang untuk bertemu kedua orangtuanya untuk meminta restu dan mearayakan pertunangan nya.

Kanit Reskrim Polsek Bekasi Timur, Komisaris Yusron kepada kini.co.id, menjelaskan bahwa Risti sudah tiga tahun Resti tidak berjumpa dengan kedua orangtuanya. Resti pun datang ke Bekasi untuk merayakan pertunangan yang akan dilakukan pada pekan depan.

“Isinya kan sudah tahu ya, jadi dia bukan teroris. Hanya datang ke Kota Bekasi karena panggilan orangtuanya, dia (Resti) ingin dinikahi,” terang Yusron.

Yusron menambahkan, bahwa Resti datang dari Magetan, Jawa Tengah ke kampung halaman menggunakan kendaraan kereta api, Jumat (15/9) malam.

Dari stasiun Besar Bekasi, Resti ingin ke tempat orangtunya menggunakan jasa pengemudi ojek online.

“Namun setelah sampai, dia bingung. Karena salah gang. Sementara pengemudi ojek online pergi, mereka bingung dan mondar-mandir di perumahan warga. Saat itu, Resti ini memang memakai cadar,” jelas Yusron.

Lama mencari alamat orangtuanya, Resti pun merasa lelah. Akhirnya ia meninggalkan barang bawaanya yang dibungkus dalam koper tersebut di depan rumah warga.

“Niatnya itu, saat ketemu rumah, Resti ingin meminta tolong kepada bapaknya untuk mengangkat kopernya. Namun malah dia ketiduran,” kata Yusron.

Rupanya, Resti benar-benar lupa dengan koper yang ia tinggal di TKP. Hingga akhirnya warga menemukan koper itu tergeletak di depan rumah berteralis besi warna hitam nomor 9 Blok 10 yang ditinggali oleh Chandra Dayan (24).

“Warga riuh dan khawatir bahwa dalam koper itu adalah bom. Karena warga semat melihat ada sejumlah orang yang bolak-balik. Ditambah lagi dengan penampilan Resti yang memakai cadar di klaim sebagai teroris. Tapi bukan, ya!” tegas Yusron.

Dari hasil penggeledahan polisi, isi dalam koper tersebut hanya terdapat pakaian wanita yang memang milik Resti. Selain itu, beberapa buku fiqh, hadits dan kitab suci Al-quran. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi I sayangkan TV swasta tak respon pemutaran film G30S/PKI
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 16:44 WIB

Komisi I sayangkan TV swasta tak respon pemutaran film G30S/PKI

Anggota Komisi I DPR, Bobby Adhityo Rizaldi menyanyangkan sikap stasiun TV swasta yang tak merespon ajakan pemutaran film G30SPKI dari ...
Kuasa hukum sebut penetapan tersangka Novanto berdasarkan asumsi
Hukum - Rabu, 20 September 2017 - 16:31 WIB

Kuasa hukum sebut penetapan tersangka Novanto berdasarkan asumsi

Tim kuasa hukum Setya Novanto, Ida Jaka Mulyana menilai tuduhan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kliennya tidak berdasar.Dikatakannya tuduhan kliennya ...
Uber diduga suap Polisi Indonesia
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 16:21 WIB

Uber diduga suap Polisi Indonesia

Perusahaan aplikasi layanan transportasi online, Uber, tengah menjadi sorotan karena diduga melakukan tindakan ilegal dalam memuluskan perizinan operasional mereka ...
Komite I DPD Minta Sistem Keuangan Desa Segera Dioptimalkan
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 16:08 WIB

Komite I DPD Minta Sistem Keuangan Desa Segera Dioptimalkan

Komite I DPD RI meminta implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) harus dioptimalkan ke seluruh wilayah di Indonesia termasuk desa yang ...
PDI-P copot Masinton dari Pansus Angket KPK
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 15:58 WIB

PDI-P copot Masinton dari Pansus Angket KPK

Fraksi PDI Perjuangan tiba-tiba mencopot Masinton Pasaribu dari Pansus Angket KPK. Dalam surat Fraksi PDIP bernomor 153/F-PDIP/DPR-RI/IX/2017 tertanggal 19 September ...
PAN Meminta Pansus Angket KPK Tak Bawa-bawa Presiden
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 15:01 WIB

PAN Meminta Pansus Angket KPK Tak Bawa-bawa Presiden

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menolak keinginan Pansus Hak Angket KPK untuk konsultasi dengan Presiden Joko Widodo ...