Rabu, 17 Oktober 2018 | 11.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ayahnya Jadi Korban, Guru Besar UI Sebut PKI Tak Pernah Minta Maaf

Ayahnya Jadi Korban, Guru Besar UI Sebut PKI Tak Pernah Minta Maaf

Selasa, 19 September 2017 - 18:12 WIB

IMG-26454

Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Sri Edi Swasono. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Permintaan LSM pembela HAM agar Presiden meminta maaf kepada keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI) dinilai berlebihan.

Sebab, usai menculik dan membantai warga pada pemberontakan 1948 PKI hingga saat ini tidak pernah meminta maaf.

Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Sri Edi Swasono juga merupakan keluarga korban pemberontakan PKI.

Ia mengatakan dalam peristiwa pemberontakan PKI itu, ayahnya menjadi korban.

“Beliau digelandang ke penjara oleh PKI ketika disuruh pilih Soekarno-Hatta atau Amir-Muso. Ayah saya pilih Soekarno-Hatta, ya tentu ditembak mati,” ujarnya dikutip dari Republika, Selasa (19/9/2017).

Setelah ditembak, lanjutnya, ayahnya Moenadji Soerjohadikoesoemo yang saat itu merupakan seorang hakim di Ngawi dikubur bersama 6 pejabat lainnya.

Setelah itu, mayat ayahnya baru ditemukan 2 minggu kemudian.

Peristiwa itu jelas menorehkan luka mendalam baginya dan keluarganya. Tapi hingga saat ini tidak ada terdengar permintaan maaf dari PKI.

“PKI tidak pernah meminta maaf telah membunuh manusia-manusia tak bersalah,” katanya.

Ia mengatakan pada saat itu PKI memunuh banyak orang dengan cara yang kejam. Banjir darah tidak hanya di Ngawi, tetapi juga di seluruh Kabupaten di Karesidenan Madiun.

Untuk itulah, PKI seharusnya tidak diberi celah untuk berada di Indonesia.

“PKI yang berontak membunuhi rakyat. Kalau saja G-30S/PKI 1965 PKI yang menang, kita yang mereka bunuh lagi seperti para jenderal yang dibunuh di Lubang Buaya,” ucapnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...
Hukum - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:24 WIB

Meikarta, mengejar mimpi beralas upeti

OPERASI tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat di Kabupaten Bekasi, berbuntut pada penetapan tersangka ...