Tuesday, 17 July 2018 | 18.54 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ayahnya Jadi Korban, Guru Besar UI Sebut PKI Tak Pernah Minta Maaf

Ayahnya Jadi Korban, Guru Besar UI Sebut PKI Tak Pernah Minta Maaf

Tuesday, 19 September 2017 - 18:12 WIB

IMG-26454

Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Sri Edi Swasono. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Permintaan LSM pembela HAM agar Presiden meminta maaf kepada keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI) dinilai berlebihan.

Sebab, usai menculik dan membantai warga pada pemberontakan 1948 PKI hingga saat ini tidak pernah meminta maaf.

Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Sri Edi Swasono juga merupakan keluarga korban pemberontakan PKI.

Ia mengatakan dalam peristiwa pemberontakan PKI itu, ayahnya menjadi korban.

“Beliau digelandang ke penjara oleh PKI ketika disuruh pilih Soekarno-Hatta atau Amir-Muso. Ayah saya pilih Soekarno-Hatta, ya tentu ditembak mati,” ujarnya dikutip dari Republika, Selasa (19/9/2017).

Setelah ditembak, lanjutnya, ayahnya Moenadji Soerjohadikoesoemo yang saat itu merupakan seorang hakim di Ngawi dikubur bersama 6 pejabat lainnya.

Setelah itu, mayat ayahnya baru ditemukan 2 minggu kemudian.

Peristiwa itu jelas menorehkan luka mendalam baginya dan keluarganya. Tapi hingga saat ini tidak ada terdengar permintaan maaf dari PKI.

“PKI tidak pernah meminta maaf telah membunuh manusia-manusia tak bersalah,” katanya.

Ia mengatakan pada saat itu PKI memunuh banyak orang dengan cara yang kejam. Banjir darah tidak hanya di Ngawi, tetapi juga di seluruh Kabupaten di Karesidenan Madiun.

Untuk itulah, PKI seharusnya tidak diberi celah untuk berada di Indonesia.

“PKI yang berontak membunuhi rakyat. Kalau saja G-30S/PKI 1965 PKI yang menang, kita yang mereka bunuh lagi seperti para jenderal yang dibunuh di Lubang Buaya,” ucapnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...