Sabtu, 21 Oktober 2017 | 10.09 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ayahnya Jadi Korban, Guru Besar UI Sebut PKI Tak Pernah Minta Maaf

Ayahnya Jadi Korban, Guru Besar UI Sebut PKI Tak Pernah Minta Maaf

Selasa, 19 September 2017 - 18:12 WIB

IMG-26454

Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Sri Edi Swasono. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Permintaan LSM pembela HAM agar Presiden meminta maaf kepada keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI) dinilai berlebihan.

Sebab, usai menculik dan membantai warga pada pemberontakan 1948 PKI hingga saat ini tidak pernah meminta maaf.

Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Sri Edi Swasono juga merupakan keluarga korban pemberontakan PKI.

Ia mengatakan dalam peristiwa pemberontakan PKI itu, ayahnya menjadi korban.

“Beliau digelandang ke penjara oleh PKI ketika disuruh pilih Soekarno-Hatta atau Amir-Muso. Ayah saya pilih Soekarno-Hatta, ya tentu ditembak mati,” ujarnya dikutip dari Republika, Selasa (19/9/2017).

Setelah ditembak, lanjutnya, ayahnya Moenadji Soerjohadikoesoemo yang saat itu merupakan seorang hakim di Ngawi dikubur bersama 6 pejabat lainnya.

Setelah itu, mayat ayahnya baru ditemukan 2 minggu kemudian.

Peristiwa itu jelas menorehkan luka mendalam baginya dan keluarganya. Tapi hingga saat ini tidak ada terdengar permintaan maaf dari PKI.

“PKI tidak pernah meminta maaf telah membunuh manusia-manusia tak bersalah,” katanya.

Ia mengatakan pada saat itu PKI memunuh banyak orang dengan cara yang kejam. Banjir darah tidak hanya di Ngawi, tetapi juga di seluruh Kabupaten di Karesidenan Madiun.

Untuk itulah, PKI seharusnya tidak diberi celah untuk berada di Indonesia.

“PKI yang berontak membunuhi rakyat. Kalau saja G-30S/PKI 1965 PKI yang menang, kita yang mereka bunuh lagi seperti para jenderal yang dibunuh di Lubang Buaya,” ucapnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda
Pendidikan - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 09:50 WIB

Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda

Jika tercium aroma durian tiba-tiba di rumah, Anda sebaiknya pergi ke dapur untuk memeriksa tabung Elpiji Anda.Sebab, bisa jadi elpiji ...
Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 21:50 WIB

Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah

Andi Agustinus alias Andi Narogong sering gonta-ganti mobil mewah. Selama kurun waktu lima tahun dari 2012-2027, terdakwa kasus e-KTP ini ...
Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:41 WIB

Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika

Presiden Jokowi menawarkan KEK Mandalika kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. KEK Mandalika merupakan bagian dari 12 ...
Ini pesan Jokowi untuk pembangunan KEK Mandalika
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 18:10 WIB

Ini pesan Jokowi untuk pembangunan KEK Mandalika

Saat meresmikan beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Presiden Joko Widodo menitipkan pesan kepada jajaran di bawahnya untuk mendukung keberlangsungan ...
Komisi XI: Target penerimaan pajak terus melorot, kok bisa ?
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:50 WIB

Komisi XI: Target penerimaan pajak terus melorot, kok bisa ?

Anggota Komisi XI DPR, Heri Gunawan menegaskan, target pajak Per 30 September 2017 baru tercapai Rp770,7 triliun, atau hanya 60 ...
Jokowi diminta mediasi perseteruan Anies dengan Luhut soal reklamasi
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:04 WIB

Jokowi diminta mediasi perseteruan Anies dengan Luhut soal reklamasi

Perang terbuka antara Menteri Koordinator Kemaritiman dan Gubernur  DKI Jakarta soal reklamasi teluk Jakarta membuat gusar Wakil Ketua DPR Taufik ...