Friday, 20 July 2018 | 02.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Banyak Upaya Pembelokan Sejarah, Fadli Zon Dukung Pemutaran Film G30S

Banyak Upaya Pembelokan Sejarah, Fadli Zon Dukung Pemutaran Film G30S

Reporter : Bayu Putra | Friday, 22 September 2017 - 15:50 WIB

IMG-26535

Film G30S/PKI. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menyatakan pemutaran film sejarah Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) dinilai tepat. Karena ini merupakan kenyataan sejarah kelam pada masa lampau.

“Jadi pemutaran film G30S/PKI ini adalah suatu hal yang benar supaya kita tidak lupa dengan sejarah. Tidak meninggalkan sejarah dan menurut saya ini kenyataan yang harus dihadapi walaupun sudah 50 tahun lebih,” ujar Fadli Zon di gedung Nusantara 3 DPR RI, Senayan, Jakarta. (22/9).

Sementara, adanya intruksi dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk nonton bareng film karya Arifin C. Noer. Menurut Fadli, peristiwa penyerangan terhadap 7 Jenderal merupakan suatu kudeta dan Panglima ingin mengimpikasikan sejarah tersebut.

“Panglima menginstruksikan menurut saya wajar saja ya. Karena waktu itu yang dibunuh para Jenderal. Jadi terkait langsung dengan tentara karena korban pasa waktu 65 itu 7 jenderal,” ungkapnya.

“Jadi tentara terkait langsung gitu. Menurut saya itu bukan politik, menurut saya panglima berusaha mendudukkan sejarah,” jelas Fadli.

Kendati demikian, menurut Politisi Gerindra itu menampik bahwa isu tentang Partai Komunis Indonesia tidak selalu muncul tiap tahun. Lantaran, ada yang mencoba mengganti cerita sejarah tersebut.

“Sebenarnya bukan sengaja, masalahnya adalah selalu ada upaya untuk mengganti narasi sejarah kita. Seolah-olah PKI itu korban, playing victim,” tegas Fadli.

Jadi PKI, sambung Fadli seakan telah menjadi korban. Tapi, mereka tidak melihat peristiwa sebelumnya ditahun 1947.

“Padahal itu tidak bisa lepaskan konteks kejadian-kejadian sebelumnya bahkan dari peristiwa pemberontakan tahun 1947,” tuturnya.

Menurut Fadli, ini menjadi masalah di Indonesia sudah lebih dari 50 tahun. karena, ada yang berusaha menghapus jejak sejarah dan mengatakan PKI tidak kudeta.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...