Sabtu, 21 Oktober 2017 | 10.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Banyak Upaya Pembelokan Sejarah, Fadli Zon Dukung Pemutaran Film G30S

Banyak Upaya Pembelokan Sejarah, Fadli Zon Dukung Pemutaran Film G30S

Reporter : Bayu Putra | Jumat, 22 September 2017 - 15:50 WIB

IMG-26535

Film G30S/PKI. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menyatakan pemutaran film sejarah Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) dinilai tepat. Karena ini merupakan kenyataan sejarah kelam pada masa lampau.

“Jadi pemutaran film G30S/PKI ini adalah suatu hal yang benar supaya kita tidak lupa dengan sejarah. Tidak meninggalkan sejarah dan menurut saya ini kenyataan yang harus dihadapi walaupun sudah 50 tahun lebih,” ujar Fadli Zon di gedung Nusantara 3 DPR RI, Senayan, Jakarta. (22/9).

Sementara, adanya intruksi dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk nonton bareng film karya Arifin C. Noer. Menurut Fadli, peristiwa penyerangan terhadap 7 Jenderal merupakan suatu kudeta dan Panglima ingin mengimpikasikan sejarah tersebut.

“Panglima menginstruksikan menurut saya wajar saja ya. Karena waktu itu yang dibunuh para Jenderal. Jadi terkait langsung dengan tentara karena korban pasa waktu 65 itu 7 jenderal,” ungkapnya.

“Jadi tentara terkait langsung gitu. Menurut saya itu bukan politik, menurut saya panglima berusaha mendudukkan sejarah,” jelas Fadli.

Kendati demikian, menurut Politisi Gerindra itu menampik bahwa isu tentang Partai Komunis Indonesia tidak selalu muncul tiap tahun. Lantaran, ada yang mencoba mengganti cerita sejarah tersebut.

“Sebenarnya bukan sengaja, masalahnya adalah selalu ada upaya untuk mengganti narasi sejarah kita. Seolah-olah PKI itu korban, playing victim,” tegas Fadli.

Jadi PKI, sambung Fadli seakan telah menjadi korban. Tapi, mereka tidak melihat peristiwa sebelumnya ditahun 1947.

“Padahal itu tidak bisa lepaskan konteks kejadian-kejadian sebelumnya bahkan dari peristiwa pemberontakan tahun 1947,” tuturnya.

Menurut Fadli, ini menjadi masalah di Indonesia sudah lebih dari 50 tahun. karena, ada yang berusaha menghapus jejak sejarah dan mengatakan PKI tidak kudeta.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda
Pendidikan - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 09:50 WIB

Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda

Jika tercium aroma durian tiba-tiba di rumah, Anda sebaiknya pergi ke dapur untuk memeriksa tabung Elpiji Anda.Sebab, bisa jadi elpiji ...
Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 21:50 WIB

Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah

Andi Agustinus alias Andi Narogong sering gonta-ganti mobil mewah. Selama kurun waktu lima tahun dari 2012-2027, terdakwa kasus e-KTP ini ...
Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:41 WIB

Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika

Presiden Jokowi menawarkan KEK Mandalika kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. KEK Mandalika merupakan bagian dari 12 ...
Ini pesan Jokowi untuk pembangunan KEK Mandalika
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 18:10 WIB

Ini pesan Jokowi untuk pembangunan KEK Mandalika

Saat meresmikan beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Presiden Joko Widodo menitipkan pesan kepada jajaran di bawahnya untuk mendukung keberlangsungan ...
Komisi XI: Target penerimaan pajak terus melorot, kok bisa ?
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:50 WIB

Komisi XI: Target penerimaan pajak terus melorot, kok bisa ?

Anggota Komisi XI DPR, Heri Gunawan menegaskan, target pajak Per 30 September 2017 baru tercapai Rp770,7 triliun, atau hanya 60 ...
Jokowi diminta mediasi perseteruan Anies dengan Luhut soal reklamasi
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:04 WIB

Jokowi diminta mediasi perseteruan Anies dengan Luhut soal reklamasi

Perang terbuka antara Menteri Koordinator Kemaritiman dan Gubernur  DKI Jakarta soal reklamasi teluk Jakarta membuat gusar Wakil Ketua DPR Taufik ...