Selasa, 12 Desember 2017 | 11.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Polri pesan 5000 senjata non serbu dari Pindad

Polri pesan 5000 senjata non serbu dari Pindad

Reporter : Zainal Bakri | Senin, 25 September 2017 - 23:31 WIB

IMG-26657

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Mabes Polri menyatakan bahwa pembelian senjata untuk mempersenjatai anggota Polri adalah dari PT Pindan dengan jumlah pesanan sebanyak 5.000 pucuk dari 15.000 merupakan bagian dari pengadaan 15 ribu pucuk senjata.

“Dari Pindad hanya sanggup lima ribu pucuk senjata, anggarannya dari APBN Perubahan 2017,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Jakarta, Senin (25/9).

Setyo menjelaskan dikarenakan kesanggupan pihak Pindad hanya sebanyak lima ribu pucuk senjata maka pihaknya tengah mencari pemasok lain untuk memenuhi kebutuhan 10 ribu pucuk senjata.

“Yang 10 ribu pucuk harus dicari dari luar (negeri),” kata Setyo.

Ditambahkannya senjata yang dibeli oleh Polri bukan merupakan senjata serbu tetapi merupakan senjata yang dapat melumpuhkan yang digunakan untuk keperluan penegakan hukum.

“Spesifikasi teknis bukan untuk senjata serbu tapi untuk melumpuhkan,” katanya.

Selain itu, Setyo juga menyinggung tentang pembelian 500 pucuk senjata yang dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN), bahwa pembelian senjata tersebut tidak ada kaitannya dengan pembelian senjata untuk Polri.

“Tidak, itu beda lagi, jangan dikaitkan dengan yang 5.000 (senjata) untuk polisi,” katanya.

Masih kata Setyo, jika institusi non militer yang ingin melakukan pembelian senjata perlu mendapatkan izin dari Polri.

“BIN, BNN, Bea Cukai, Imigrasi, Kementerian Kehutanan, Lapas juga. Semuanya (jika hendak membeli senjata harus) izin dari Polri,” paparnya.

Setyo juga memastikan bahwa pembelian 500 pucuk senjata untuk BIN telah melalui prosedur perizinan dari Polri.

Selain itu kata dia bahwa masih ada beberapa institusi lain yang berencana melakukan pengadaan senjata pada tahun ini.

“BNN sudah selesai pengadaannya, jumlahnya sampai ke BNN daerah, cukup banyak. Sudah (selesai) tahun lalu. Kemudian Satpol PP, Bea Cukai paling minta pengadaan amunisi (peluru) karena mereka (perlu) latihan,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang
Hukum - Selasa, 12 Desember 2017 - 11:01 WIB

KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang

Tersangka kasus korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) TA 2011-2012 Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, ...
Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:29 WIB

Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian

Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong kemajuan UMKM di daerah. Di antaranya dengan menyalurkan kredit untuk pelaku usaha kecil.Sebagai pilihan, pemerintah ...
Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:15 WIB

Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali

Untuk yang ke-7 kalinya ajang Indonesia Travel and Tourism Award (ITTA) 2017/2018 yang digagas oleh Indonesia Travel and Tourism ...
70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 09:40 WIB

70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM

Kementerian Perindustrian memfasilitasi sebanyak 70 industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif yang berasal dari beberapa sentra Pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 30 pemasok ...
Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:34 WIB

Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR

Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel terus mendapat kecaman. Sebagai bentuk dukungan ...
Batal Menjadi Ketua DPR RI, Aziz Legowo
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:30 WIB

Batal Menjadi Ketua DPR RI, Aziz Legowo

Politikus Partai Golkar Aziz Syamsudin mengaku tak masalah jika dirinya batal menjadi ketua DPR.Rapat Badan Musyawarah (Bamus) hari ini menyerahkan ...