Rabu, 21 Februari 2018 | 12.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Polri pesan 5000 senjata non serbu dari Pindad

Polri pesan 5000 senjata non serbu dari Pindad

Reporter : Zainal Bakri | Senin, 25 September 2017 - 23:31 WIB

IMG-26657

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Mabes Polri menyatakan bahwa pembelian senjata untuk mempersenjatai anggota Polri adalah dari PT Pindan dengan jumlah pesanan sebanyak 5.000 pucuk dari 15.000 merupakan bagian dari pengadaan 15 ribu pucuk senjata.

“Dari Pindad hanya sanggup lima ribu pucuk senjata, anggarannya dari APBN Perubahan 2017,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Jakarta, Senin (25/9).

Setyo menjelaskan dikarenakan kesanggupan pihak Pindad hanya sebanyak lima ribu pucuk senjata maka pihaknya tengah mencari pemasok lain untuk memenuhi kebutuhan 10 ribu pucuk senjata.

“Yang 10 ribu pucuk harus dicari dari luar (negeri),” kata Setyo.

Ditambahkannya senjata yang dibeli oleh Polri bukan merupakan senjata serbu tetapi merupakan senjata yang dapat melumpuhkan yang digunakan untuk keperluan penegakan hukum.

“Spesifikasi teknis bukan untuk senjata serbu tapi untuk melumpuhkan,” katanya.

Selain itu, Setyo juga menyinggung tentang pembelian 500 pucuk senjata yang dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN), bahwa pembelian senjata tersebut tidak ada kaitannya dengan pembelian senjata untuk Polri.

“Tidak, itu beda lagi, jangan dikaitkan dengan yang 5.000 (senjata) untuk polisi,” katanya.

Masih kata Setyo, jika institusi non militer yang ingin melakukan pembelian senjata perlu mendapatkan izin dari Polri.

“BIN, BNN, Bea Cukai, Imigrasi, Kementerian Kehutanan, Lapas juga. Semuanya (jika hendak membeli senjata harus) izin dari Polri,” paparnya.

Setyo juga memastikan bahwa pembelian 500 pucuk senjata untuk BIN telah melalui prosedur perizinan dari Polri.

Selain itu kata dia bahwa masih ada beberapa institusi lain yang berencana melakukan pengadaan senjata pada tahun ini.

“BNN sudah selesai pengadaannya, jumlahnya sampai ke BNN daerah, cukup banyak. Sudah (selesai) tahun lalu. Kemudian Satpol PP, Bea Cukai paling minta pengadaan amunisi (peluru) karena mereka (perlu) latihan,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan
Ekonomi - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:19 WIB

Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan

Sekretaris Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Siti Kuwati mengatakan, Bulog ditugaskan oleh Pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan dan ...
Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:13 WIB

Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari mengaku telah membaca dakwaan yang disusun oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU ...
Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:47 WIB

Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari akan menghadapi sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu, (21/2/2018).Agenda ...
10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:19 WIB

10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto

Selama 10 bulan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan belum juga tuntas.Pelaku teror penyiraman air ...
Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:48 WIB

Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan sekaligus jamuan makan malam dengan Presiden Joko Widodo kemarin, Selasa (20/2/2018) malam ...
Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:17 WIB

Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia

Penyambutan kepulangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Panitia yang menunggu kepastian akhirnya ...