Selasa, 12 Desember 2017 | 11.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Reporter : Sindi Violinda | Selasa, 26 September 2017 - 16:53 WIB

IMG-26701

Sekjen Kemenperin Haris Munandar didampingi (dari kiri) Ketua Pameran Hari Batik Nasional 2017 Gita Pratama, Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia Ibu Jultin Ginandjar Kartasasmita, dan Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kemenperin Endang Suwartini meninjau rumah batik Azmiah dari Jambi di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Selasa (26/9). KiniNews/Humas Kemenperin.

Jakarta, kini.co.id – Nilai ekspor batik dan produk batik sampai dengan semester I tahun 2017 mencapai USD39,4 juta dengan tujuan pasar utamanya ke Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Eropa.

Capaian ini menandai bahwa industri batik nasional memiliki daya saing yang komparatif dan kompetitif di pasar internasional.

“Indonesia telah menjadi market leader yang menguasai pasar batik dunia. Makanya, batik yang menjadi identitas bangsa kita, semakin populer dan mendunia,” kata Sekjen Kementerian Perindustrian Haris Munandar mewakili Menteri Perindustrian pada pembukaan Pameran Hari Batik Nasional (HBN) 2017 di Plasa Pameran Industri, Jakarta, Selasa (26/9).

Haris meyakini, potensi pasar ekspor batik nusantara masih bisa ditingkatkan, mengingat perdagangan produk pakaian jadi dunia sebesar USD442 miliar. “Ini menjadi peluang besar bagi industri batik kita untuk memperluas pangsa pasarnya karena batik sebagai salah satu bahan baku bagi produk pakaian jadi,” tuturnya.

Apalagi, saat ini batik bertransformasi menjadi beragam bentuk produk fesyen, kerajinan dan dekorasi rumah yang telah mampu menyentuh lapisan masyarakat luas dari berbagai kelompok usia, golongan, dan pekerjaan. “Bahkan, tokoh-tokoh dunia seperti Barrack Obama dan Bill Gates senang menggunakan batik. Kita rakyat Indonesia, juga harus bangga menggunakan batik,” tegas Haris.

Sesuai tema Pameran HBN 2017: Menjaga Warisan Budaya Batik Indonesia, Sekjen mengingatkan, sebagai warga negara Indonesia semestinya dapat melestarikan warisan budaya nusantara tersebut. Banyak cara untuk melakukannya.

Salah satu contohnya yang perlu diaperesiasi adalah upaya sinergi antara Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin dengan Yayasan Batik Indonesia dalam penyelenggaraan pameran HBN ini, yang dilaksanakan pada 26-29 September 2017.

Menurut Haris, langkah kolaborasi antara pihak akademisi (Academics), pelaku usaha (Business), pemerintah (Government), dan komunitas (Community) atau disebut ABGC menjadi sangat penting guna mewujudkan pelestarian budaya dan pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, akan terus meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional agar mampu menghasilkan produk-produk yang memiliki keunggulan komparatif.

Selain didukung dengan sumber daya alam yang melimpah, potensi tersebut bisa tercapai karena juga adanya kebijakan pro bisnis dari pemerintah.

“Di tengah ketatnya persaingan global, beberapa produk Indonesia mampu kompetitif dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perdagangan dunia. Tentunya ini dapat membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengemukakan, pelaku IKM nasional segera memanfaatkan platform digital untuk menjangkau konsumen semakin besar.

“Selain memfasilitasi melalui kegiatan promosi dan pameran, yang tidak kalah penting adalah kami telah memiliki program e-Smart IKM untuk peningkatan akses pasar mereka terutama di pasar online yang potensinya sangat besar,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang
Hukum - Selasa, 12 Desember 2017 - 11:01 WIB

KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang

Tersangka kasus korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) TA 2011-2012 Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, ...
Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:29 WIB

Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian

Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong kemajuan UMKM di daerah. Di antaranya dengan menyalurkan kredit untuk pelaku usaha kecil.Sebagai pilihan, pemerintah ...
Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:15 WIB

Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali

Untuk yang ke-7 kalinya ajang Indonesia Travel and Tourism Award (ITTA) 2017/2018 yang digagas oleh Indonesia Travel and Tourism ...
70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 09:40 WIB

70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM

Kementerian Perindustrian memfasilitasi sebanyak 70 industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif yang berasal dari beberapa sentra Pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 30 pemasok ...
Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:34 WIB

Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR

Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel terus mendapat kecaman. Sebagai bentuk dukungan ...
Batal Menjadi Ketua DPR RI, Aziz Legowo
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:30 WIB

Batal Menjadi Ketua DPR RI, Aziz Legowo

Politikus Partai Golkar Aziz Syamsudin mengaku tak masalah jika dirinya batal menjadi ketua DPR.Rapat Badan Musyawarah (Bamus) hari ini menyerahkan ...