Kamis, 14 November 2019 | 00.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Langkah Jenderal Gatot didukung Alumni 212

Langkah Jenderal Gatot didukung Alumni 212

Reporter : Rakisa | Rabu, 27 September 2017 - 19:12 WIB

IMG-26752

Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif. (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Ketika sejumlah pihak menyalahkan pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terkait ribuan senjata yang akan diimpor secara ilegal sebagai hoax, sebaliknya elemen Presidium Alumni 212 membela Jenderal yang kini disebut sebagai milik umat Islam itu.

Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma’arif menegaskan bahwa Jenderal Gatot Nurmantyo adalah sosok tentara yang dekat dengan umat Islam, namun bukan untuk mencari panggung politik.

Ia mencontohkan ketika sejumlah pihak lantang penolakannya soal film G30S/PKI, Jenderal Gatot justru mengintruksikan dan menggelar untuk menonton film tersebut, bahkan memfasilitasi pemutarannya di setiap Kodam, Kodim hingga Koramil.

“Saat umat Islam dituduh berbuat makar oleh umat Islam sendiri, Jenderal Gatot juga tegas menolak hal itu. Dan lain sebagainya,” kata Slamet di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pudat, Rabu (27/9).

Masih menurut Slamet, apa yang dilakukan Gatot merupakan jiwa patriot karena memang TNI dan umat Islam menjadi garda depan dalam mempertahankan NKRI.

Disinggung apakah berarti Jenderal Gatot akan didukung oleh umat Islam untuk konstelansi Pilpres 2019 mendatang, Slamet menegaskan bahwa ranah politik bisa berubah setiap saat.

Akan tetapi dukungan untuk Jenderal Gatot karena sepak terjangnya yang membela umat Islam.

“Bukan soal dukung mendukung, karena pilitik itu bisa berubah, masih terlalu dini soal itu, misalnya pa Gatot berpasangan dengan Jokowi tetapi ada calon lain yang lebih maka tidak menutup kemungkinan tidak mendukung pasangan itu. Jadi ramah politik bisa berubah, kita tidak masuk ranah itu,” tegasnya.

Seperti diketahui Ketua Setara Institute Hendardi menyatakan menjelang pensiun, Jenderal Gatot malah mencari musuh baru dengan mewacanakan penyerbuan ke Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Rencana ini muncul karena diduga ada 5.000 pucuk senjata yang didatangkan oleh institusi di luar militer. Hal ini merujuk pada BIN dan Polri.

“Panglima TNI bermanuver bukan untuk kepentingan bangsa tapi untuk kepentingan politik jangka pendek bagi dirinya. Ini menunjukkan teladan buruk bag├Či prajurit yang justru selama ini didisiplinkan untuk membangun relasi yang kuat dan sehat dengan institusi Polri, akibat tingginya frekuensi konflik antardua institusi ini,” ujar Hendardi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...