Kamis, 22 Februari 2018 | 15.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>KPK Diultimatum Penuhi Panggilan Pansus Angket

KPK Diultimatum Penuhi Panggilan Pansus Angket

Reporter : Bayu Putra | Senin, 2 Oktober 2017 - 13:19 WIB

IMG-26890

Anggota Pansus Angket KPK Risa Mariska (KiniNews /Bayu Putra).

Jakarta, kini.co.id – Anggota Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Risa Mariska mengultimatum lembaga antirasywah memenuhi undangan mereka.

Hal itu harus dilakukan bila lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu menginginkan pembubaran pansus.

“Pertama, kalau mau (pansus) diberhentikan, ya KPK harus hadir,” tegas Risa kepada wartawan di Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta, (2/10).

Risa menjelaskan, Pansus tak bisa serta merta dibubarkan tanpa pertemuan dalam forum resmi. Duduk permasalahan harus jelas ditujukan kepada subjek yang sedang dalam pembahasan.

“Kita tidak mau menerbitkan rekomendasi yang prematur tanpa menghadirkan KPK. Enggak fair dong. Kita harus ketemu,” ucap politikus PDI Perjuangan itu.

Risa optimistis KPK bakal menemui pansus. Temuan pansus soal KPK dianggap sudah sangat substansial.

Selain itu, pembubaran pansus hanya bisa dilakukan melalui mekanisme paripurna. Sebab, pansus berjalan di bawah sumpah dan bertanggung jawab atas konstitusi.

“Jadi, diberhentikan berdasarkan paripurna saja. Harus sesuai dengan UU MPR, DPR, DPD, dan DPPRD (MD3) dengan Tatib DPR,” ujar Risa.

KPK dan Pansus Hak Angket di DPR memang belum pernah bertatap muka. Agus Rahardjo cs menolak memenuhi panggilan pansus. Mereka masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi soal keabsahan pansus.

Di sisi lain, pansus terus mendesak. Mereka menginginkan KPK mengklarifikasi langsung temuan pansus. Waktu 60 hari kerja pun dianggap tak cukup.

Masa kerja pansus kemudian diperpanjang melalui paripurna, pekan lalu. Perpanjangan dilakukan karena ada sejumlah hal yang belum diselesaikan dan harus mendapat klarifikasi KPK.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:25 WIB

Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak ingin penyerangan terhadapnya ini menjadi sebuah kelemahan dalam memberantas korupsi."Tetapi saya ...
Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:45 WIB

Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili oleh Harun Al Rasyid mengaku senang Novel Baswedan dapat kembali."Pertama pegawai KPK merasa ...
Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:35 WIB

Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen

Beredar surat keputusan Partai Hanura tentang perombakan komposisi Pimpinan Fraksi Hanura di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).Surat keputusan tersebut bernomor SKEP/566/DPP-Hanura/II/2018 ...
Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:20 WIB

Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, ...
Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:11 WIB

Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengaku berterimakasih kepada Presiden; Joko Widodo, Wapres; Jusuf Kalla dan seluruh masyarakat ...
Novel Baswedan tiba di gedung KPK
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:46 WIB

Novel Baswedan tiba di gedung KPK

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan akhirnya tiba di gedung lembaga antirasuah Jakarta sekitar pukul 12.45 Wib.Sebelum menuju gedung KPK, Novel ...