Kamis, 22 Februari 2018 | 15.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Investor asing tarik dari bursa akibat kondisi bisnis lesu

Investor asing tarik dari bursa akibat kondisi bisnis lesu

Reporter : Sindi Violinda | Senin, 2 Oktober 2017 - 23:21 WIB

IMG-26906

Bursa Efek Indonesia

Jakarta, kini.co.id – Sejumlah investasi asing di bursa menarik diri dari Indonesia beberapa waktu lalu, para investor asing nampaknya enggan melanjutkan kegiatan investasinya.

Berdasarkan data Bloomberg Keenganan investor asing untuk melanjutkan kegiatan investasinya di Indonesia karena mereka menilai kondisi bisnis di Indonesia pada saat ini sedang melemah.

Namun demikian Indek Harga Saham Gabungan (ISHG) pada perdagangan awal Oktober cukup kuat yang sempat menembus level 5.836, level tersebut tertinggi terbaru sepanjang berdirinya Bursa Efek indonesia (BEI).

Pelemahan itu sendiri terlihat dari para pelaku bisnis lokal yang lebih suka meletakkan modal mereka di bank atau pasar modal ketimbang diputar untuk menjalankan bisnis seperti biasanya.

Pelaku bisnis lokal juga mulai enggan berbisnis di pasar domestik. Itu tampaknya disebabkan oleh pengawasan ketat pemerintah, dalam hal ini pihak otoritas pajak dan bea cukai. Akan tetapi, hal itu adalah salah satu langkah pemerintah untuk mendorong penerimaan pajak.

Ketatnya pemeriksaan barang impor yang dilakukan bea cukai tersebut akan mempersulit pengiriman jenis barang tertentu dari luar negeri, terutama barang yang akan digunakan sebagai modal kerja para pelaku bisnis tersebut di Indonesia.

Selain kondisi yang disebutkan di atas, keenganan investor asing untuk lanjut berinvestasi di sini karena pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang tampaknya lebih lambat dari yang diperkirakan.

Disamping itu, program pengampunan pajak yang tidak mampu mendorong kinerja sektor properti di pasar domestik turut mempengaruhi perilaku investor asing dalam berinvestasi di Indonesia pada saat ini.

Kedepan, para investor asing bahkan akan keluar dari Indonesia dan memindahkan investasi mereka ke berbagai aset berdenominasi dolar mengingat adanya potensi kenaikan tingkat suku bunga Federal Reserve (The Fed), bank sentral Amerika Serikat (AS).

Kondisi itu diindikasikan oleh para analis pasar modal dunia yang rata-rata memperkirakan pasar modal dan pasar uang di berbagai negara berkembang akan memasuki masa-masa sulit pada triwulan keempat tahun ini.

Pasalnya, menurut para analis tersebut, kedua pasar di negara-negara berkembang tersebut akan mengalami tiga hal pelemahan yaitu yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga The Fed, pemangkasan neraca The Fed dan reformasi pajak yang dilakukan AS.

Semua kemungkinan tersebut berpotensi menekan berbagai kegiatan pelaku bisnis di pasar lokal Indonesia. Akan tetapi, kegiatan mereka kini berpindah ke bursa saham sehingga transaksi bursa semakin membesar dan mampu mendorong IHSG ke titik tertinggi baru.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:25 WIB

Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak ingin penyerangan terhadapnya ini menjadi sebuah kelemahan dalam memberantas korupsi."Tetapi saya ...
Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:45 WIB

Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili oleh Harun Al Rasyid mengaku senang Novel Baswedan dapat kembali."Pertama pegawai KPK merasa ...
Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:35 WIB

Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen

Beredar surat keputusan Partai Hanura tentang perombakan komposisi Pimpinan Fraksi Hanura di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).Surat keputusan tersebut bernomor SKEP/566/DPP-Hanura/II/2018 ...
Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:20 WIB

Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, ...
Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:11 WIB

Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengaku berterimakasih kepada Presiden; Joko Widodo, Wapres; Jusuf Kalla dan seluruh masyarakat ...
Novel Baswedan tiba di gedung KPK
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:46 WIB

Novel Baswedan tiba di gedung KPK

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan akhirnya tiba di gedung lembaga antirasuah Jakarta sekitar pukul 12.45 Wib.Sebelum menuju gedung KPK, Novel ...