Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Investor asing tarik dari bursa akibat kondisi bisnis lesu

Investor asing tarik dari bursa akibat kondisi bisnis lesu

Reporter : Sindi Violinda | Senin, 2 Oktober 2017 - 23:21 WIB

IMG-26906

Bursa Efek Indonesia

Jakarta, kini.co.id – Sejumlah investasi asing di bursa menarik diri dari Indonesia beberapa waktu lalu, para investor asing nampaknya enggan melanjutkan kegiatan investasinya.

Berdasarkan data Bloomberg Keenganan investor asing untuk melanjutkan kegiatan investasinya di Indonesia karena mereka menilai kondisi bisnis di Indonesia pada saat ini sedang melemah.

Namun demikian Indek Harga Saham Gabungan (ISHG) pada perdagangan awal Oktober cukup kuat yang sempat menembus level 5.836, level tersebut tertinggi terbaru sepanjang berdirinya Bursa Efek indonesia (BEI).

Pelemahan itu sendiri terlihat dari para pelaku bisnis lokal yang lebih suka meletakkan modal mereka di bank atau pasar modal ketimbang diputar untuk menjalankan bisnis seperti biasanya.

Pelaku bisnis lokal juga mulai enggan berbisnis di pasar domestik. Itu tampaknya disebabkan oleh pengawasan ketat pemerintah, dalam hal ini pihak otoritas pajak dan bea cukai. Akan tetapi, hal itu adalah salah satu langkah pemerintah untuk mendorong penerimaan pajak.

Ketatnya pemeriksaan barang impor yang dilakukan bea cukai tersebut akan mempersulit pengiriman jenis barang tertentu dari luar negeri, terutama barang yang akan digunakan sebagai modal kerja para pelaku bisnis tersebut di Indonesia.

Selain kondisi yang disebutkan di atas, keenganan investor asing untuk lanjut berinvestasi di sini karena pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang tampaknya lebih lambat dari yang diperkirakan.

Disamping itu, program pengampunan pajak yang tidak mampu mendorong kinerja sektor properti di pasar domestik turut mempengaruhi perilaku investor asing dalam berinvestasi di Indonesia pada saat ini.

Kedepan, para investor asing bahkan akan keluar dari Indonesia dan memindahkan investasi mereka ke berbagai aset berdenominasi dolar mengingat adanya potensi kenaikan tingkat suku bunga Federal Reserve (The Fed), bank sentral Amerika Serikat (AS).

Kondisi itu diindikasikan oleh para analis pasar modal dunia yang rata-rata memperkirakan pasar modal dan pasar uang di berbagai negara berkembang akan memasuki masa-masa sulit pada triwulan keempat tahun ini.

Pasalnya, menurut para analis tersebut, kedua pasar di negara-negara berkembang tersebut akan mengalami tiga hal pelemahan yaitu yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga The Fed, pemangkasan neraca The Fed dan reformasi pajak yang dilakukan AS.

Semua kemungkinan tersebut berpotensi menekan berbagai kegiatan pelaku bisnis di pasar lokal Indonesia. Akan tetapi, kegiatan mereka kini berpindah ke bursa saham sehingga transaksi bursa semakin membesar dan mampu mendorong IHSG ke titik tertinggi baru.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:39 WIB

Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor

Fraksi NasDem meminta anggaran yang akan dialokasikan untuk Densus Tipikor ditahan terlebih dahulu. Unit baru bentukan Polri ini perlu dikaji ...
Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:16 WIB

Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar pengelola pasar tidak bermain-main dengan dana revitalisasi yang diberikan."Pasar direvitalisasi dengan dana APBN, peliharalah ...
Densus Tipikor Didukung Penuh Komisi III DPR
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 12:48 WIB

Densus Tipikor Didukung Penuh Komisi III DPR

Pembentukan Detasemen Khusus (Densus) Tipikor era Jenderal Tito menuai polemik. Satu sisi, beda sikap ditunjukkan pemerintah. Sisi lain, DPR mengatakan ...
Sepakat dengan Yusril, PAN Tolak Perppu Ormas
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 12:18 WIB

Sepakat dengan Yusril, PAN Tolak Perppu Ormas

Sekretaris Fraksi PAN DPR RI Yandri Susanto menegaskan, pihaknya menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang ...
Aris Budiman dan Novel Baswedan Diduga Terlibat Pelanggaran Berat
Hukum - Kamis, 19 Oktober 2017 - 09:41 WIB

Aris Budiman dan Novel Baswedan Diduga Terlibat Pelanggaran Berat

Hasil awas pemeriksaan Direktorat Pengawasan Internal, Novel Baswedan dan Aris Budiman terindikasi terlibat pelanggaran berat.Novel diduga melakukan pelanggaran berat dengan ...
Pertamina Buka Lowongan Kerja, Ini Syaratnya!
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 08:48 WIB

Pertamina Buka Lowongan Kerja, Ini Syaratnya!

Kabar gembira untuk Anda para pemburu pekerjaan, sebab saat ini salahsatu BUMN terbesar di Indonesia sedang membuka lowongan pekerjaan.PT Pertamina ...