Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Polemik Senjata Api, Ini Solusi dari Wakil Ketua DPR

Polemik Senjata Api, Ini Solusi dari Wakil Ketua DPR

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 3 Oktober 2017 - 08:01 WIB

IMG-26908

Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan memberikan solusi untuk mengatasi polemik senjata tersebut.

Politisi Partai Amanat Nasional ini mengatakan diperlukannya rapat gabungan antara Komisi I DPR, pemerintah, Panglima TNI dan Kapolri untuk mengatasi polemik senjata api (senpi) yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Rapat gabungan menjadi salah satu solusi menyamakan persepsi namun kalau ada pertemuan informal tidak masalah antara DPR, pemerintah, Panglima TNI, dan Kapolri,” kata Taufik di Gedung Parlemen Nusantara III DPR RI, Jakarta, Senin (2/10) malam.

Taufik menambahkan polemik tersebut tidak perlu menjadi konsumsi masyarakat karena dikhawatirkan bisa menimbulkan keresahan sehingga harus dijalankan sesuai prosedur pengadaan barang karena menggunakan uang rakyat. Politisi PAN itu sangat mengapresiasi langkah pemerintah dalam hal ini Menkopolhukam menyamakan persepsi antara TNI dan Polri karena keduanya adalah abdi negara dan abdi masyarakat yang menggunakan APBN sehingga dibahas bersama dengan DPR.

“Saya sebagai Wakil Ketua DPR bidang ekonomi dan keuangan tentunya sangat berkepentingan untuk menjaga hal-hal dalam konteks pembahasan anggaran jangan mencuat ke masyarakat,” ujarnya.

Taufik mengatakan DPR secara keseluruhan tidak membahas hingga kesatuan tiga namun secara format penyampaiannya di kesatuan satu dan duanya itu sangat berkepentingan dan secara konstitusional sangat dimungkinkan. Menurut dia, dalam kaitan dengan pembahasan hingga kesatuan tiga, itu merupakan ranah dari “user”, dalam hal ini Panglima TNI dan Kepolisian.

“Institusi TNI, Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga atau RKAKL-nya nomenklaturnya masuk dalam Kemenhan. Kami berharap sekali hal-hal demikian jangan sampai terjadi polemik di masyarakat,” katanya.

Sebelumnya beredar informasi bahwa ada senjata yang ditahan Badan Intelijen Strategis (BAIS TNI) yaitu senjata Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 milimeter sebanyak 280 pucuk dan 5.932 butir peluru.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mitsubishi berikan 10 unit purwarupa mobil listrik untuk Indonesia
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:47 WIB

Mitsubishi berikan 10 unit purwarupa mobil listrik untuk Indonesia

Di sela kunjungan kerjanya ke Jepang beberapa hari kemarin, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga mengadakan pertemuan dengan CEO Mitsubishi Motors ...
Menperin minta Mitsubishi tambah investasi garmen hingga petrokimia
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:41 WIB

Menperin minta Mitsubishi tambah investasi garmen hingga petrokimia

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mendorong Mitsubishi Corporation agar terus berinvestasi di Indonesia sekaligus meningkatkan kemitraan dengan para pelaku industri ...
Kemendagri Sebut Langkah Pembubaran HTI Sudah Tepat
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:23 WIB

Kemendagri Sebut Langkah Pembubaran HTI Sudah Tepat

Dalam rapat dengan Komisi II DPR, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai, langkah pemerintah sudah tepat membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ...
HTI Sambangi DPR untuk Paparkan Konsep Khilafah
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:20 WIB

HTI Sambangi DPR untuk Paparkan Konsep Khilafah

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto memenuhi undangan rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi II soal Perppu Nomor ...
Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:39 WIB

Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor

Fraksi NasDem meminta anggaran yang akan dialokasikan untuk Densus Tipikor ditahan terlebih dahulu. Unit baru bentukan Polri ini perlu dikaji ...
Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:16 WIB

Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar pengelola pasar tidak bermain-main dengan dana revitalisasi yang diberikan."Pasar direvitalisasi dengan dana APBN, peliharalah ...