Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.43 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Anjlok, Perjalanan Commuter Line Terganggu

Anjlok, Perjalanan Commuter Line Terganggu

Reporter : Fadilah | Selasa, 3 Oktober 2017 - 09:04 WIB

IMG-26910

Penumpang yang terlantar karena commuter line rusak. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Perjalanan kereta api commuter line Jabodetabek pagi ini mengalami gangguan. Sebab kereta rel listrik (KRL) Commuter Line rute Bogor-Muara Angke anjlok di jalur Manggarai.

“Kami dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memohon maaf atas gangguan perjalanan dampak anjlokan pada KA 1507 relasi Bogor – Angke di wilayah Stasiun Manggarai,” tutur Vice President Komunikasi PT KCI, Eva Chairunisa melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa, (3/10/2017).

Kata Eva, saat ini petugas gabungan dari PT KAI Daop 1 Jakarta dan PT KCI masih melakukan proses evakuasi krl tersebut. Selama proses evakuasi dilakukan maka untuk KRL dari arah Manggarai menuju Sudirman maupun sebaliknya belum dapat beroperasi.

“Bagi pengguna yang tetap ingin menggunakan KRL dapat naik KRL dari Manggarai tujuan Jatinegara, kemudian menggunakan KRL Loop Line yang berangkat dari Stasiun Jatinegara,” katanya.

Sementara bagi pengguna yang tidak dapat menunggu KRL, dihimbau untuk menggunakan moda transportasi alternatif dari stasiun terdekat, misalnya Stasiun Tebet.

Berikut informasi pengaturan perjalanan KRL lainnya yang akan melintas di Stasiun Manggarai:

- KRL Bogor tujuan Jakarta Kota dan sebaliknya sebagian hanya sampai Manggarai dan sebagian lagi tetap dapat melanjutkan perjalanan s.d Jakarta Kota m

– KRL Bekasi tujuan Jakarta Kota dan sebaliknya perjalanannya sebagian besar dialihkan melalui stasiun Jatinegara / Pasarsenen / Kampungbandan / Jakartakota.

Eva melanjutkan bagi para pengguna yang telah melakukan transaksi tiket, pembatalan perjalanan juga diperkenankan di loket Stasiun terdekat.

“Sementara pengguna yang akan menggunakan jasa KRL juga kami hinbau untuk tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan dengan tidak memaksakan diri untuk naik apabila KRL dalam kondisi padat,” pungkas Eva.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mitsubishi berikan 10 unit purwarupa mobil listrik untuk Indonesia
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:47 WIB

Mitsubishi berikan 10 unit purwarupa mobil listrik untuk Indonesia

Di sela kunjungan kerjanya ke Jepang beberapa hari kemarin, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga mengadakan pertemuan dengan CEO Mitsubishi Motors ...
Menperin minta Mitsubishi tambah investasi garmen hingga petrokimia
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:41 WIB

Menperin minta Mitsubishi tambah investasi garmen hingga petrokimia

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mendorong Mitsubishi Corporation agar terus berinvestasi di Indonesia sekaligus meningkatkan kemitraan dengan para pelaku industri ...
Kemendagri Sebut Langkah Pembubaran HTI Sudah Tepat
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:23 WIB

Kemendagri Sebut Langkah Pembubaran HTI Sudah Tepat

Dalam rapat dengan Komisi II DPR, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai, langkah pemerintah sudah tepat membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ...
HTI Sambangi DPR untuk Paparkan Konsep Khilafah
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:20 WIB

HTI Sambangi DPR untuk Paparkan Konsep Khilafah

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto memenuhi undangan rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi II soal Perppu Nomor ...
Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:39 WIB

Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor

Fraksi NasDem meminta anggaran yang akan dialokasikan untuk Densus Tipikor ditahan terlebih dahulu. Unit baru bentukan Polri ini perlu dikaji ...
Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:16 WIB

Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar pengelola pasar tidak bermain-main dengan dana revitalisasi yang diberikan."Pasar direvitalisasi dengan dana APBN, peliharalah ...