Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Ini Bedanya Senjata Militer dan Nonmiliter Versi DPR

Ini Bedanya Senjata Militer dan Nonmiliter Versi DPR

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 3 Oktober 2017 - 11:48 WIB

IMG-26926

Anggota DPR RI Mayjen (Purn) Supiadin Aries Saputra. (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Anggota Komisi I DPR RI Mayjen (Purn) Supiadin Aries Saputra mengungkapkan perbedaan senjata standar militer dan nonmiliter. Perbedaannya tampak dari kaliber dan sifat dari senjata.

“Dalam Permenhan Nomor 7 tahun 2010 sangat jelas yang dinamakan senjata non-standar militer adalah senjata-senjata yang kaliber larasnya itu di bawah 5,56 (mm),” kata Supiadin melalui pesan singkat di Jakarta (3/10).

Menurut Supiadin senjata non-standar militer itu digunakan untuk melumpuhkan dalam rangka penegakan hukum dan Opskamtibmas. Adapun sifat dari senjata yang bukan standar militer itu adalah non-automatic.

“Jadi semi (automatic) saja tidak boleh. Itu yang disebut dengan senjata non-standar militer,” ucap dia.

Sementara senjata standar militer adalah senjata yang kalibernya di atas 5,56 mm. Kemudian sifat senjatanya adalah semi automatic dan full automatic.

“Digunakan untuk membunuh dalam rangka pertahanan negara. Jadi untuk membunuh musuh negara. Yang mengganggu kedaulatan negara,” beber Supiadin.

Senjata non-standar militer dan senjata militer hangat dibicarakan belakangan ini. Disebut-sebut hanya TNI yang berhak menggunakan senjata standar militer, bukan instansi lainnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mitsubishi berikan 10 unit purwarupa mobil listrik untuk Indonesia
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:47 WIB

Mitsubishi berikan 10 unit purwarupa mobil listrik untuk Indonesia

Di sela kunjungan kerjanya ke Jepang beberapa hari kemarin, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga mengadakan pertemuan dengan CEO Mitsubishi Motors ...
Menperin minta Mitsubishi tambah investasi garmen hingga petrokimia
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:41 WIB

Menperin minta Mitsubishi tambah investasi garmen hingga petrokimia

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mendorong Mitsubishi Corporation agar terus berinvestasi di Indonesia sekaligus meningkatkan kemitraan dengan para pelaku industri ...
Kemendagri Sebut Langkah Pembubaran HTI Sudah Tepat
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:23 WIB

Kemendagri Sebut Langkah Pembubaran HTI Sudah Tepat

Dalam rapat dengan Komisi II DPR, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai, langkah pemerintah sudah tepat membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ...
HTI Sambangi DPR untuk Paparkan Konsep Khilafah
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:20 WIB

HTI Sambangi DPR untuk Paparkan Konsep Khilafah

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto memenuhi undangan rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi II soal Perppu Nomor ...
Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:39 WIB

Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor

Fraksi NasDem meminta anggaran yang akan dialokasikan untuk Densus Tipikor ditahan terlebih dahulu. Unit baru bentukan Polri ini perlu dikaji ...
Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:16 WIB

Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar pengelola pasar tidak bermain-main dengan dana revitalisasi yang diberikan."Pasar direvitalisasi dengan dana APBN, peliharalah ...