Selasa, 12 Desember 2017 | 19.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Ini Bedanya Senjata Militer dan Nonmiliter Versi DPR

Ini Bedanya Senjata Militer dan Nonmiliter Versi DPR

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 3 Oktober 2017 - 11:48 WIB

IMG-26926

Anggota DPR RI Mayjen (Purn) Supiadin Aries Saputra. (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Anggota Komisi I DPR RI Mayjen (Purn) Supiadin Aries Saputra mengungkapkan perbedaan senjata standar militer dan nonmiliter. Perbedaannya tampak dari kaliber dan sifat dari senjata.

“Dalam Permenhan Nomor 7 tahun 2010 sangat jelas yang dinamakan senjata non-standar militer adalah senjata-senjata yang kaliber larasnya itu di bawah 5,56 (mm),” kata Supiadin melalui pesan singkat di Jakarta (3/10).

Menurut Supiadin senjata non-standar militer itu digunakan untuk melumpuhkan dalam rangka penegakan hukum dan Opskamtibmas. Adapun sifat dari senjata yang bukan standar militer itu adalah non-automatic.

“Jadi semi (automatic) saja tidak boleh. Itu yang disebut dengan senjata non-standar militer,” ucap dia.

Sementara senjata standar militer adalah senjata yang kalibernya di atas 5,56 mm. Kemudian sifat senjatanya adalah semi automatic dan full automatic.

“Digunakan untuk membunuh dalam rangka pertahanan negara. Jadi untuk membunuh musuh negara. Yang mengganggu kedaulatan negara,” beber Supiadin.

Senjata non-standar militer dan senjata militer hangat dibicarakan belakangan ini. Disebut-sebut hanya TNI yang berhak menggunakan senjata standar militer, bukan instansi lainnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 WIB

Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi

Wabah penyakit difteri saat ini tangah melanda berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 23 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa ...
Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:51 WIB

Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan Liquefied Petroleum ...
Nah lho, kabar kematian Bahrun Naim adalah hoax
Peristiwa - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:41 WIB

Nah lho, kabar kematian Bahrun Naim adalah hoax

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa kabar tewasnya kombatan Islamic State (IS) asal Indonesia, Bahrun Naim adalah kabar bohong alias ...
Pimpinan DPR pastikan tak ada kocok ulang
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:30 WIB

Pimpinan DPR pastikan tak ada kocok ulang

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan, tidak ada wacana kocok ulang kursi pimpinan DPR. Yang ada hanya pembahasan pergantian Ketua ...
Pendapatan PLN Distribusi Jabar capai Rp47,07 triliun
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 15:43 WIB

Pendapatan PLN Distribusi Jabar capai Rp47,07 triliun

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Distribusi Jawa Barat membukukan pendapatan perusahaan total Rp47,074 triliun dari total target Rp51 triliun hingga ...
PKS serukan boikot produk AS dan Israel
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 14:51 WIB

PKS serukan boikot produk AS dan Israel

Pernyataan Donal Trump menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel adalah ahistoris dan menyiram api di Yerusalem."Akibatnya dunia bergolak dan memprotes pernyataan ...