Kamis, 22 Februari 2018 | 15.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Pansus Angket Bakal Panggil Paksa KPK

Pansus Angket Bakal Panggil Paksa KPK

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 3 Oktober 2017 - 12:28 WIB

IMG-26929

Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Eddy Kusuma Wijaya (KiniNews /Bayu Putra)

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tetap tidak akan menghadiri undangan Pansus Angket KPK sebelum ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Tak mau kalah gertak, Pansus pun siap memanggil paksa pimpinan lembaga antirasuah itu.

Demikian diutarakan Wakil Ketua Pansus Angket KPK Eddy Kusuma Wijaya.

“Sesuai dengan aturan kalau nanti sudah memenuhi syarat-syarat yang lain. Kita akan panggil lagi, kalau tidak datang yang dipanggil ketiga kali. Ini kan baru sekali. Kalau misalnya tidak datang juga kita akan lakukan upaya-upaya hukum sebagaimana UU MD3,” kata Eddy di Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta, (3/10)

Politisi PDI-Perjuangan ini membeberkan, pihaknya akan menjadwalkan ulang pemanggilan KPK pada pekan ini. Maka itu, ia meminta semua pihak tidak mengaitkan kerja Pansus Angket dengan upaya pelemahan kerja KPK.

“Kita bahas nanti. Jadwalnya supaya penggunaan waktu lebih efektif dan efisien supaya hasil yang kita harapkan betul-betul bisa memenuhi rekomendasi,” ujarnya.

Selain itu, Eddy tidak mempermasalahkan jika Fraksi PAN menarik anggotanya dari Pansus KPK. Kerja Pansus tetap legal sesuai dengan UU.

“Tujuan kita dalam Pansus Angket ini kan untuk menguatkan kami KPK, masa fraksi-fraksi lain tidak mendukung. Karena nyata-nyata sekarang KPK lemah,” imbuhnya.

Diketahui, dalam ketentuan pasal 204 ayat (3) UU MD3 disebutkan dalam hal warga negara Indonesia dan/atau orang asing sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak memenuhi panggilan setelah dipanggil 3 (tiga) kali berturut-turut tanpa alasan yang sah, panitia angket dapat memanggil secara paksa dengan bantuan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menegaskan, pihaknya tetap tidak akan menghadiri undangan Pansus Hak Angket KPK, hingga ada keputusan resmi dari Mahkamah Konstitusi (MK) soal status kelembagaan lembaga anti rasuah ini menurut Undang Undang (UU).

“Kami melihat ada perdebatan dua kubu pakar soal ini, jadi kami memohon sabar menunggu keputusan MK,” kata Agus saat rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi III, Selasa (26/9).

Menurut Agus, keputusan MK ini sangat penting, sebagai tempat bergantung keputusan penilaian UU. Dan bila sudah ada keputusan resmi dari MK, maka KPK memutuskan akan hadir atau tidak atas undangan Pansus tersebut.

“Jadi kami mohon maaf kepada anggota DPR dan Anggota Komisi III kenapa kami belum hadir di Pansus,” ujarnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:25 WIB

Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak ingin penyerangan terhadapnya ini menjadi sebuah kelemahan dalam memberantas korupsi."Tetapi saya ...
Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:45 WIB

Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili oleh Harun Al Rasyid mengaku senang Novel Baswedan dapat kembali."Pertama pegawai KPK merasa ...
Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:35 WIB

Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen

Beredar surat keputusan Partai Hanura tentang perombakan komposisi Pimpinan Fraksi Hanura di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).Surat keputusan tersebut bernomor SKEP/566/DPP-Hanura/II/2018 ...
Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:20 WIB

Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, ...
Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:11 WIB

Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengaku berterimakasih kepada Presiden; Joko Widodo, Wapres; Jusuf Kalla dan seluruh masyarakat ...
Novel Baswedan tiba di gedung KPK
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:46 WIB

Novel Baswedan tiba di gedung KPK

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan akhirnya tiba di gedung lembaga antirasuah Jakarta sekitar pukul 12.45 Wib.Sebelum menuju gedung KPK, Novel ...