Kamis, 22 Februari 2018 | 15.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>DPR Minta Rapat Gabungan Tentang Kejelasan Senjata Impor

DPR Minta Rapat Gabungan Tentang Kejelasan Senjata Impor

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 4 Oktober 2017 - 14:03 WIB

IMG-26975

Gedung DPR/MPR RI. (KiniNews/Bayu Putra)

Jakarta, kini.co.id – Anggota Komisi III DPR Sarifudin Sudding memberikan bereaksi terkait pengadaan senjata impor untuk Kepolisian Republik Indonesia. Menurutnya, dalam waktu dekat Komisi III

dan Komisi I DPR akan menggelar rapat gabungan dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk meminta kejelasan terkait impor tersebut.

“Rapat gabungan nanti kita akan meminta konfirmasi terkait titik permasalahan komunikasi dan koordinasi pada persoalan pengadaan senjata ini. Supaya polemik ini bisa berakhir, tidak menjadi perdebatan lagi,” ungkapnya di Komplek Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta, (4/9).

Sekretaris Jenderal Partai Hanura itu mengatakan, dalam rapat gabungan itu DPR akan mendengarkan keterangan dari Panglima TNI dan Kapolri.

“DPR akan menggali keterangan mengenai karakteristik senjata ‎di dua instansi itu. Mulai dari proses pengadaan, kemudian bagaimana dengan jenis senjatanya. Apakah itu dalam konteks untuk masalah penjagaan seperti apa, apakah senjata itu masuk kategori senjata tempur dan sebagainya,” jelasnya.

Sudding menilai sebagai Panglima TNI seharusnya Gatot Nurmantyo mengetahui persoalan pengadaan senjata tersebut‎. Untuk itu, dalam agenda rapat gabungan nanti DPR akan meminta konfirmasi terkait permasalahan komunikasi dan koordinasi dari kedua pihak.

“Jadi rapat gabungan itu rencananya dijadwalkan hari Kamis minggu ini. Yang utama dipertanyakan terkait polemik di masyarakat dalam masalah pengadaan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sabtu (30/9/2017), sebanyak 280 pucuk senjata jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 milimeter dan 5.932 butir peluru tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten.

Menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pengadaan senjata Polri tersebut sudah sesuai prosedur. Namun, dia menyayangkan dalam pengadaannya antara Panglima TNI dan Kapolri tidak adanya komunikasi dan koordinasi yang baik antarkedua institusi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:25 WIB

Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak ingin penyerangan terhadapnya ini menjadi sebuah kelemahan dalam memberantas korupsi."Tetapi saya ...
Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:45 WIB

Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili oleh Harun Al Rasyid mengaku senang Novel Baswedan dapat kembali."Pertama pegawai KPK merasa ...
Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:35 WIB

Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen

Beredar surat keputusan Partai Hanura tentang perombakan komposisi Pimpinan Fraksi Hanura di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).Surat keputusan tersebut bernomor SKEP/566/DPP-Hanura/II/2018 ...
Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:20 WIB

Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, ...
Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:11 WIB

Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengaku berterimakasih kepada Presiden; Joko Widodo, Wapres; Jusuf Kalla dan seluruh masyarakat ...
Novel Baswedan tiba di gedung KPK
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:46 WIB

Novel Baswedan tiba di gedung KPK

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan akhirnya tiba di gedung lembaga antirasuah Jakarta sekitar pukul 12.45 Wib.Sebelum menuju gedung KPK, Novel ...