Kamis, 22 Februari 2018 | 15.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Kata Anggota DPR Ini, KPK Seperti Kantor Berita

Kata Anggota DPR Ini, KPK Seperti Kantor Berita

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 4 Oktober 2017 - 17:11 WIB

IMG-26984

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. KiniNews/Bayu Putra.

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mempertanyakan alasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terus mengejar Setya Novanto pasca permohonan praperadilan dikabulkan.

“KPK kan bukan lembaga penegak hukum. KPK itu adalah kantor berita pemberantasan korupsi,” seloroh dia di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (04/10).

Selama ini, menurutnya, KPK banyak melontarkan hal yang tidak bermakna. Bahkan ucapan dari pihak KPK cenderung asal ucap.

“Isinya sih banyak omong kosongnya,” sindir dia.

Lanjut, Fahri memberikan contoh ucapan omong kosong KPK yakni ketika KPK percaya ada anggota DPR yang menerima bancakan korupsi e-KTP sebanyak Rp 2,3 triliun.

Fahri mengaku sudah mempelajari hal yang dipercayai KPK, ternyata itu merupakan kebohongan.

“Misalnya dia bilang Rp 2,3 triliun dipakai bancakan di DPR. Mana? Tidak ada. Bohong itu. Terus katanya ada anggota DPR yang kembaliin, itu siapa yang kembaliin?” tanya dia.

Diungkapkannya lagi, ada mantan anggota DPR yang mengembalikan dana yakni Djafar Hafsah.

Ketika mengembalikan, Djafar mengakui uang didapat dari Mantan Bendahara Umum Demokrat, M Nazarudin.

“Tapi belum tentu itu uang e-KTP,” kata dia.

Kemudian Fahri mempersoalkan ucapan KPK yang menyebut ada 14 nama anggota DPR, kembalikan uang bancakan e-KTP pada 2017.

Padahal uang itu didapat sejak 2010. Menurut Fahri anggota yang mengembalikan uang bisa diseret sebagai tersangka.

Lantaran ada dugaan mereka yang mengembalikan ikut menikmati.

“Tiba-tiba kembaliin uang ke KPK. Siapa orang itu? Kenapa orang itu enggak jadi tersangka? Dia sudah nikmatin uang, paling tidak bunganya selama tujuh tahun. Kenapa dia enggak jadi tersangka? Kenapa yang belum jelas terima uang, dikoyak-koyak setiap hari,” tandasnya.

Ironisnya tindakan itu, dipaksakan untuk diterima. Meskipun pengusutan korupsi di KPK banyak kejanggalan.

“Dan kita dipaksa menerima, logika konyol ini. KPK ini sebenarnya kekonyolan yang sudah kadung kita benarkan. Ini yang membuat nalar publik rusak,” pungkasnya.¬†Setidaknya enam kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipecundangi dalam sidang praperadilan.

Diantaranya KPK tumbang oleh Budi Gunawan, Hadi Poernomo, Ilham Arief Sirajuddin, Marthen Dira Tome, Taufiqurrahman (2017) dan yang teranyar Setya Novanto.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:25 WIB

Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak ingin penyerangan terhadapnya ini menjadi sebuah kelemahan dalam memberantas korupsi."Tetapi saya ...
Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:45 WIB

Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili oleh Harun Al Rasyid mengaku senang Novel Baswedan dapat kembali."Pertama pegawai KPK merasa ...
Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:35 WIB

Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen

Beredar surat keputusan Partai Hanura tentang perombakan komposisi Pimpinan Fraksi Hanura di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).Surat keputusan tersebut bernomor SKEP/566/DPP-Hanura/II/2018 ...
Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:20 WIB

Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, ...
Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:11 WIB

Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengaku berterimakasih kepada Presiden; Joko Widodo, Wapres; Jusuf Kalla dan seluruh masyarakat ...
Novel Baswedan tiba di gedung KPK
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:46 WIB

Novel Baswedan tiba di gedung KPK

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan akhirnya tiba di gedung lembaga antirasuah Jakarta sekitar pukul 12.45 Wib.Sebelum menuju gedung KPK, Novel ...