Selasa, 12 Desember 2017 | 19.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>DPR Minta 10 Koli Senjata Milik BNN di Bengkulu Diperiksa

DPR Minta 10 Koli Senjata Milik BNN di Bengkulu Diperiksa

Reporter : Bayu Putra | Kamis, 5 Oktober 2017 - 13:36 WIB

IMG-27013

Anggota Fraksi Partai NasDem Tengku Taufiqulhadi. NasDem.

Jakarta, kini.co.id – Anggota Komisi III DPR Taufiqulhadi meminta, aparat keamanan terkait memeriksa 10 koli senjata milik Badan Narkotika Nasional (BNN) yang tertahan di Bandara Fatmawati-Soekarno, Bengkulu.

Di mana, terang dia, penemuan lima pucuk senjata api laras panjang buatan Rusia jenis Saiga-12CEXP-01, kaliber 18,3 MM, 21 pistol softgun jenis CZ P-07, kaliber 22 mm, 42 buah sarung pistol dan 21 buah rompi anti peluru, harus mendapat izin dari Menteri Pertahanan.

“Persoalannya bukan boleh atau tidak melalui penerbangan biasa. Tapi yang penting apakah semua senjata terdaftar atau tidak,” kata Taufiqulhadi di Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta, (5/10).

Di sisi lain, Politisi NasDem ini mengaku, adanya muatan senjata milik BNN ini tidak perlu diusut. Mengingat, polemik tersebut hanya perlu dijelaskan secara langsung oleh Kepala BNN Komjen Budi Waseso.

“Tinggal dijelaskan saja. Mungkin sudah ada ijin,” tutupnya.

Diketahui, Personel TNI Kasrem 041/Gamas bersama Danlanal Bengkulu mengamankan kargo berisi senjata di Bandara Fatmawati, Bengkulu yang dikirim melalui maskapai Garuda pada Rabu (4/10/2017) pagi.

Pengiriman 10 koli senjata itu terdeteksi X-ray di terminal kargo Bandara Fatmawati. Paket itu dikabarkan dikirim oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 WIB

Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi

Wabah penyakit difteri saat ini tangah melanda berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 23 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa ...
Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:51 WIB

Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan Liquefied Petroleum ...
Nah lho, kabar kematian Bahrun Naim adalah hoax
Peristiwa - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:41 WIB

Nah lho, kabar kematian Bahrun Naim adalah hoax

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa kabar tewasnya kombatan Islamic State (IS) asal Indonesia, Bahrun Naim adalah kabar bohong alias ...
Pimpinan DPR pastikan tak ada kocok ulang
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:30 WIB

Pimpinan DPR pastikan tak ada kocok ulang

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan, tidak ada wacana kocok ulang kursi pimpinan DPR. Yang ada hanya pembahasan pergantian Ketua ...
Pendapatan PLN Distribusi Jabar capai Rp47,07 triliun
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 15:43 WIB

Pendapatan PLN Distribusi Jabar capai Rp47,07 triliun

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Distribusi Jawa Barat membukukan pendapatan perusahaan total Rp47,074 triliun dari total target Rp51 triliun hingga ...
PKS serukan boikot produk AS dan Israel
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 14:51 WIB

PKS serukan boikot produk AS dan Israel

Pernyataan Donal Trump menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel adalah ahistoris dan menyiram api di Yerusalem."Akibatnya dunia bergolak dan memprotes pernyataan ...