Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.48 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Kontruksi kereta cepat Jakarta- Bandung akhir Oktober dimulai

Kontruksi kereta cepat Jakarta- Bandung akhir Oktober dimulai

Reporter : Sindi Violinda | Jumat, 6 Oktober 2017 - 09:40 WIB

IMG-27026

Pengunjung mengamati maket kereta cepat Jakarta-Bandung saat Indonesia Bussiness and Development Expo 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (8/9). PT Kereta Cepat Indonesia-Cina menargetkan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung bisa beroperasi pada 2019 dan diharapkan mampu membangkitkan perekonomian daerah secara merata. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Jakarta, kini.co.id – Pemerintah memastikan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta – Bandung tetap berjalan.

Mulai akhir Oktober ini konstruksi proyek dengan nilai investasi US$ 4,7 miliar tersebut akan dimulai secara besar-besaran dengan menggunakan pinjaman dari Bank Pembangunan China.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, tanah yang digunakan untuk proyek tersebut rampung dibebaskan.

Begitu juga syarat pencairan pinjaman dari Bank Pembangunan China sudah dipenuhi.

Awal November, secara bertahap, pinjaman proyek itu mulai bisa dicairkan.

“Tahap 1 mungkin US$ 500 juta sampai US$ 1 miliar,” kata Rini di Jakarta Kamis (6/10).

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 kilometer yang dicanangkan Presiden Jokowi pada awal 2016 lalu itu sempat mandeg.

Rini mengatakan, proyek terkendala penetapan lokasi. Awalnya, proyek rencananya dibangun bersebelahan dengan Tol Jakarta-Bandung. Namun karena kontur tol berkelok sehingga rencana pembangunan sedikit bergeser dari semula.

“43 kilometer yang bisa dekat tol, sisanya menjauh, dan ini yang penetapan lokasinya lama,”tambahnya.

Selain persoalan lahan, proyek juga terkendala masalah teknis, yakni terdapat 22 terowongan yang harus dibangun untuk proyek tersebut. Soil test atau tes tanah untuk proyek tersebut memerlukan waktu.

Namun dengan perkembangan saat ini, Rini yakin dengan dimulainya konstruksi proyek tersebut mulai akhir Oktober ini, pada Februari 2020 proyek kereta cepat selesai digunakan. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mitsubishi berikan 10 unit purwarupa mobil listrik untuk Indonesia
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:47 WIB

Mitsubishi berikan 10 unit purwarupa mobil listrik untuk Indonesia

Di sela kunjungan kerjanya ke Jepang beberapa hari kemarin, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga mengadakan pertemuan dengan CEO Mitsubishi Motors ...
Menperin minta Mitsubishi tambah investasi garmen hingga petrokimia
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:41 WIB

Menperin minta Mitsubishi tambah investasi garmen hingga petrokimia

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mendorong Mitsubishi Corporation agar terus berinvestasi di Indonesia sekaligus meningkatkan kemitraan dengan para pelaku industri ...
Kemendagri Sebut Langkah Pembubaran HTI Sudah Tepat
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:23 WIB

Kemendagri Sebut Langkah Pembubaran HTI Sudah Tepat

Dalam rapat dengan Komisi II DPR, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai, langkah pemerintah sudah tepat membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ...
HTI Sambangi DPR untuk Paparkan Konsep Khilafah
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:20 WIB

HTI Sambangi DPR untuk Paparkan Konsep Khilafah

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto memenuhi undangan rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi II soal Perppu Nomor ...
Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:39 WIB

Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor

Fraksi NasDem meminta anggaran yang akan dialokasikan untuk Densus Tipikor ditahan terlebih dahulu. Unit baru bentukan Polri ini perlu dikaji ...
Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:16 WIB

Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar pengelola pasar tidak bermain-main dengan dana revitalisasi yang diberikan."Pasar direvitalisasi dengan dana APBN, peliharalah ...