Selasa, 12 Desember 2017 | 11.11 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Komisi III DPR Apresiasi Kinerja Panglima TNI

Komisi III DPR Apresiasi Kinerja Panglima TNI

Reporter : Bayu Putra | Jumat, 6 Oktober 2017 - 09:54 WIB

IMG-27028

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama politisi PKS di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/9) memberikan keterangan kepada media. KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Anggota Komisi III DPR, Aboebakar Alhabsyi mengapresiasi kinerja Gatot Nurmantyo sebagai panglima TNI.

Menurutnya, dibawah kepemimpinan Gatot, TNI menjadi institusi yang paling dipercaya oleh publik di Indonesia.

“Hal tersebut setidaknya telah diungkap oleh beberapa survei dalam setahun terakhir. Ini adalah capaian yang baik pada HUT TNI yang ke 72. Saya kira ini adalah kado yang cukup manis sebelum Gatot Nurmantyo memasuki usia pensiun enam bulan mendatang,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima wartawan, (7/10).

Menurut Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, masyarakat Indonesia berharap TNI terus menjaga Indonesia, baik bangsanya maupun negaranya.

Oleh karenanya, lanju Ketua Wilayah Dakwah Kalimantan DPP PKS ini, tugas berat TNI tidak hanya mempertahankan menjaga wilayah dan melindungi kedaulatan negara, namun juga menjaga rakyat Indonesia.

“Disinilah TNI dituntut untuk menjaga ideologi negara berupa pancasila, jangan sampai upaya untuk mengganti ideologi bangsa seperti tahun 1965 kembali terulang,” imbuh pria yang akrab disapa Habib ini.

Lebih jauh, Kapoksi Fraksi PKS Di Komisi III DPR ini mengatakan pada zaman modern seperti sekarang, TNI juga dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Faktanya penyerangan terhadap ketahanan sebuah negara tidak selalu dilakukan dengan peperangan yang bersifat konvensional.

“Berbagai media dapat digunakan untuk melakukan proxy war yang melemahkan pertahanan Indonesia. Disinilah TNI harus selalu meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti perkembangan percaturan politik internasional,”tegas pria kelahiran Tanah Abang Jakarta ini.

Secara khusus, Aboebakar mengatakan, Gatot memiliki tugas akhir untuk menyiapkan penggantinya. Yaitu menyiapkan prajurit TNI yang merah putih, yang NKRI, memiliki kapabilitas memipin TNI, dan dapat menjaga soliditas seluruh angkatan.

“Saya rasa ini tugas yang cukup berat untuk panglima sebelum pensiun dan meninggalkan jabatannya,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tiba di KPK, Novanto Diperiksa untuk Lengkapi Berkas Anang
Hukum - Selasa, 12 Desember 2017 - 11:07 WIB

Tiba di KPK, Novanto Diperiksa untuk Lengkapi Berkas Anang

Tersangka kasus korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) TA 2011-2012 Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, ...
KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang
Hukum - Selasa, 12 Desember 2017 - 11:01 WIB

KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang

Tersangka kasus korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) TA 2011-2012 Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, ...
Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:29 WIB

Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian

Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong kemajuan UMKM di daerah. Di antaranya dengan menyalurkan kredit untuk pelaku usaha kecil.Sebagai pilihan, pemerintah ...
Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:15 WIB

Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali

Untuk yang ke-7 kalinya ajang Indonesia Travel and Tourism Award (ITTA) 2017/2018 yang digagas oleh Indonesia Travel and Tourism ...
70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 09:40 WIB

70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM

Kementerian Perindustrian memfasilitasi sebanyak 70 industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif yang berasal dari beberapa sentra Pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 30 pemasok ...
Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:34 WIB

Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR

Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel terus mendapat kecaman. Sebagai bentuk dukungan ...