Kamis, 22 Februari 2018 | 15.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Anggota DPR Ini Sebut Perppu Ormas Lemah

Anggota DPR Ini Sebut Perppu Ormas Lemah

Reporter : Bayu Putra | Jumat, 6 Oktober 2017 - 14:36 WIB

IMG-27042

Belasan Ormas Islam yang menolak Perppu Nomor 2/2017 mendatangi DPR. KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera, meminta pemerintah lebih serius melakukan pembahasan Perppu Ormas dengan DPR karena berkaitan dengan masyarakat luas.

Selain itu diungkapkan bahwa Perppu Ormas ini sangat lemah secara filosofis dan juga aspek hukumnya.

“Maka kami butuh penjelasan pemerintah, jadi jangan tidak serius seperti sekarang ini!,” kata Mardani saat ditemui di Gedung Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta,(6/10).

Mardani justru mempertanyakan, dilaporkannya Eggi Sudjana oleh Sures Kumar ke Bareskrim karena tuduhan menyebarkan ujaran kebencian.

Pelaporan ini didasarkan pada penjelasan Eggi terhadap sidang Judicial Review terhadap Perpu 2/2017 di MK 2 Oktober 2017.

Eggi mengatakan menolak frasa ‘setiap ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila harus dibubarkan’ dalam Perpu 2/2017.

Alasannya jika Perpu ini diberlakukan memiliki konsekuensi hukum agama non Islam yang memiliki konsep keutuhanan tidak esa, harus dibubarkan karena tidak sesuai dengan sila pertama Pancasila.

Oleh karenanya, Mardani mengingatkan pemerintah jangan sampai menjadikan kebijakan ini menjadi pertanda pemerintah masuk ke kebijakan represif dan tafsir tunggal mengulang era Orde lama dan Orde baru.

“Kita harus serius melakukan pembahasan Perppu ini, agar jangan sampai ada anggapan Pemerintah menjadi Otoriter seperti Era Orde Baru,” tegasnya.

Politisi PKS ini mengusulkan ada pelibatan elemen lain dalam pembahasan Perppu Orma ini.

“Selain tiga kementerian yang diundang sekarang, Saya mengusulkan Kementerian Agama, TNI dan Polri harus dilibatkan dalam pembahasan ini,” ujarnya.

Lebih jauh, Undang-undang No 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas) sebelum ada Perppu lebih maju dalam mengedepankan Hak Asasi Manusia.

“Paradigma Perppu Ormas sekarang ini seyogyanya seperti ketika mengelola negara pada zaman Orde Baru,” jelasnya.

Mardani kemudian mengistilahkan Pemerintah membocorkan atap rumah yang sedang hujan karena sofa bolong.

“Dalam Penjelasan pemerintah terhadap perlunya Perppu Ormas yang saya terima, sangat lemah sekali landasan Ontologis dan Aksiologisnya,” katanya.

Anggota DPR Dapil Jabar 7 ini juga meminta setelah ketiga elemen Pemerintah itu diundang, hasil rapatnya dijadikan kesimpulan sikap DPR terhadap Perppu Ormas ini.

“Saya berharap rapat dengan semua elemen pemerintah tersebut menjadi sikap DPR terhadap Perppu N0. 2/2017 Tentang Ormas ini,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:25 WIB

Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak ingin penyerangan terhadapnya ini menjadi sebuah kelemahan dalam memberantas korupsi."Tetapi saya ...
Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:45 WIB

Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili oleh Harun Al Rasyid mengaku senang Novel Baswedan dapat kembali."Pertama pegawai KPK merasa ...
Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:35 WIB

Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen

Beredar surat keputusan Partai Hanura tentang perombakan komposisi Pimpinan Fraksi Hanura di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).Surat keputusan tersebut bernomor SKEP/566/DPP-Hanura/II/2018 ...
Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:20 WIB

Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, ...
Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:11 WIB

Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengaku berterimakasih kepada Presiden; Joko Widodo, Wapres; Jusuf Kalla dan seluruh masyarakat ...
Novel Baswedan tiba di gedung KPK
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:46 WIB

Novel Baswedan tiba di gedung KPK

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan akhirnya tiba di gedung lembaga antirasuah Jakarta sekitar pukul 12.45 Wib.Sebelum menuju gedung KPK, Novel ...