Kamis, 22 Februari 2018 | 15.33 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Jual Anak Perusahaan BUMN, Jokowi Diminta Lakukan Kajian Mendalam

Jual Anak Perusahaan BUMN, Jokowi Diminta Lakukan Kajian Mendalam

Reporter : Bayu Putra | Jumat, 6 Oktober 2017 - 15:21 WIB

IMG-27049

Gedung DPR/MPR RI. (KiniNews/Bayu Putra)

Jakarta, kini.co.id – Anggota DPR RI dari FPDIP, Darmadi Durianto meminta Presiden Jokowi melakukan kajian mendalam dulu jika ingin menjual anak usaha BUMN yang berjumlah 800 perusahaan.

“Kalau setelah dikaji, ternyata sudah tidak punya harapan lagi maka mungkin bisa dipertimbangkan untuk dijual, tapi perlu diingat juga bahwa disatu sisi berdasarkan UU No.19 Tahun 2003 tentang BUMN, wacana tersebut juga harus mendapat persetujuan DPR. Jadi menjual juga tidak bisa langsung, prosesnya bertahap. Jadi intinya mau dijual atau tidak itu tergantung hasil kajian. Penjualan anak usaha BUMN harus mendapat persetujuan dari DPR, ini yang banyak pihak tidak tahu. Dan prosesnya cukup rumit,” ujar Bendahara Megawati Institute itu di Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta, (6/10).

Yang jelas, kata dia, keinginan Jokowi itu harus dikalkulasi dengan perhitungan yang matang dan cermat.

“Maksud presiden adalah jika anak usaha BUMN sudah menjadi beban bagi induknya dan kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk direvitalisasi lebih baik dijual, tentu ide yang baik dan Presiden harus mendapat info dan hitungan yang dalam dan komprehensif,” tandasnya.

Namun demikian, Darmadi juga menyarankan agar Jokowi juga memilah-milah anak usaha BUMN mana saja yang bisa dijual dan tidak.

“Istilahnya bisnis yang sudah stalemated dalam dunia bisnis tentu lebih baik dipertimbangkan untuk dijual. Kecuali bisnis yang menguasai hajat hidup orang banyak atau yang strategis, itu tidak boleh dijual,” katanya.

“Lebih baik dikaji dulu apa penyebab anak usaha BUMN tersebut merugi? Kalau penyebabnya karena masalah mis management tentu sebaiknya di revitalisasi dengan mencari tangan-tangan yang handal dan kompeten untuk direvitalisasi kembali,” pungkasnya

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:25 WIB

Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak ingin penyerangan terhadapnya ini menjadi sebuah kelemahan dalam memberantas korupsi."Tetapi saya ...
Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:45 WIB

Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili oleh Harun Al Rasyid mengaku senang Novel Baswedan dapat kembali."Pertama pegawai KPK merasa ...
Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:35 WIB

Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen

Beredar surat keputusan Partai Hanura tentang perombakan komposisi Pimpinan Fraksi Hanura di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).Surat keputusan tersebut bernomor SKEP/566/DPP-Hanura/II/2018 ...
Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:20 WIB

Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, ...
Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:11 WIB

Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengaku berterimakasih kepada Presiden; Joko Widodo, Wapres; Jusuf Kalla dan seluruh masyarakat ...
Novel Baswedan tiba di gedung KPK
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:46 WIB

Novel Baswedan tiba di gedung KPK

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan akhirnya tiba di gedung lembaga antirasuah Jakarta sekitar pukul 12.45 Wib.Sebelum menuju gedung KPK, Novel ...