Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>MA: KPK Punya Banyak Alat Bukti, Masih Bisa Jerat Setnov

MA: KPK Punya Banyak Alat Bukti, Masih Bisa Jerat Setnov

Reporter : Fadilah | Sabtu, 7 Oktober 2017 - 08:01 WIB

IMG-27070

Setya Novanto. (kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Lepasnya Ketua DPR RI dari status tersangka lewat sidang praperadilan tak lantas membuat KPK harus diam.

Masih banyak alat bukti yang bisa kembali menjerat Ketum Golkar tersebut.

Hal itu dikatakan Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA, Abdullah.

Menurut dia, KPK dapat menggunakan alat bukti yang belum bisa dibeberkan saat sidang praperadilan kemarin. Seperti rekaman yang belum diputar di persidangan.

(Baca juga: Jika ngotot terbitkan sprindik baru, Setnov ancam polisikan KPK)

“Bisa. Makanya itu ada sisi-sisi lain. Kenapa dikabulkan sebagian. Yang disampaikan dalam praperadilan tidak seluruhnya. Tidak semua alat bukti dilimpahkan sidang praperadilan. Itu KPK kan masih ada. Kalau memang masih ada, ya pasti masih ada,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan agar KPK perlu berhati-hati dalam menetapkan status tersangka terhadap Setnov.

“Tidak usah tergesa-gesa, karena tergesa-gesa ada plus minusnya,” ucapnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mitsubishi berikan 10 unit purwarupa mobil listrik untuk Indonesia
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:47 WIB

Mitsubishi berikan 10 unit purwarupa mobil listrik untuk Indonesia

Di sela kunjungan kerjanya ke Jepang beberapa hari kemarin, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga mengadakan pertemuan dengan CEO Mitsubishi Motors ...
Menperin minta Mitsubishi tambah investasi garmen hingga petrokimia
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:41 WIB

Menperin minta Mitsubishi tambah investasi garmen hingga petrokimia

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mendorong Mitsubishi Corporation agar terus berinvestasi di Indonesia sekaligus meningkatkan kemitraan dengan para pelaku industri ...
Kemendagri Sebut Langkah Pembubaran HTI Sudah Tepat
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:23 WIB

Kemendagri Sebut Langkah Pembubaran HTI Sudah Tepat

Dalam rapat dengan Komisi II DPR, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai, langkah pemerintah sudah tepat membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ...
HTI Sambangi DPR untuk Paparkan Konsep Khilafah
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:20 WIB

HTI Sambangi DPR untuk Paparkan Konsep Khilafah

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto memenuhi undangan rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi II soal Perppu Nomor ...
Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:39 WIB

Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor

Fraksi NasDem meminta anggaran yang akan dialokasikan untuk Densus Tipikor ditahan terlebih dahulu. Unit baru bentukan Polri ini perlu dikaji ...
Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:16 WIB

Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar pengelola pasar tidak bermain-main dengan dana revitalisasi yang diberikan."Pasar direvitalisasi dengan dana APBN, peliharalah ...