Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Diguyur hujan besar, buruh di Medan tetap suarakan hari kerja layak

Diguyur hujan besar, buruh di Medan tetap suarakan hari kerja layak

Sabtu, 7 Oktober 2017 - 12:06 WIB

IMG-27081

Aksi ratusan buruh di Medan tetap berjalan meski diguyur hujan. KiniNews/Rakisa

Medan, kini.co.id – Hujan yang mengguyur kota Medan, Sumatera Utara sejak pagi tak menyurutkan ratusan buruh dari FSPMI untuk tetap menggelar aksi unjuk rasa memperingati hari Hari kerja layak sedunia, Sabtu (7/10).

Pantauan, aksi massa buruh itu memulai aksi dari bundaran SIB/tugu Majestyk, jalan Gatot Subroto Medan. Membawa bendera dan spanduk berisi tuntutan, para buruh tampak semangat.

“Di peringatan hari pekerja layak ini kami menagih janji Jokowi, katanya waktu kampanye Jokowi akan laksanakan Tri Layak Bagi Buruh, yaitu Hidup Layak, Kerja Layak dan Upah Layak, nyatanya saat ini kondisi perburuhan di Indonesia makin parah saja kondisi kerja dan kehidupan buruh,” ujar Ketua DPW FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo dalam orasinya.

Willy menuding, pemerintah lebih pro terhadap kapital atau pemodal dalam hal ini pengusaha. Terbukti banyak paket kebijakan ekonomi yang hampir berjumlah belasan semua menguntungkan para pengusaha.

“Sementara upah buruh dikebiri dengan dikeluarkannya PP 78 tahun 2015 tentang upah murah, bahkan pemerintah berencana akan mencabut upah sektoral. Itu bukan upah layak, kami minta dicabut PP 78 dan tolak penghapusan upah sektoral,” tegas Willy.

Lebih jauh Willy mengatakan, kondisi yang sama terjadi di sektor jaminan kesehatan di Indonesia. Menurut dia pemerintah setengah-setengah dalam memberi jaminan kesehatan bagi rakyatnya. Minimnya anggaran kesehatan membuat pihak rumah sakit mengabaikan peserta BPJS.

“Kita menuntut jaminan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Willy juga menyinggung terkait persoalan PHK. Dikatakan, pihaknya telah meminta pengusaha untuk mencegah PHK masal yang terus terjadi.

“Maka di hari kerja layak Internasional ini, kami nyatakan bahwa pemerintah bertangungjawab atas kehidupan dan pekerjaan yang layak bagi buruh Indonesia,” katanya.

Aksi unjuk rasa itu masih berlangsung. Menurut rencananya para buruh akan berunjuk rasa di depan kantor DPRD Sumut Jl Imam Bonjol dan di depan Kantor Gubernur Sumut, jalan Diponegoro, Medan. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mitsubishi berikan 10 unit purwarupa mobil listrik untuk Indonesia
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:47 WIB

Mitsubishi berikan 10 unit purwarupa mobil listrik untuk Indonesia

Di sela kunjungan kerjanya ke Jepang beberapa hari kemarin, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga mengadakan pertemuan dengan CEO Mitsubishi Motors ...
Menperin minta Mitsubishi tambah investasi garmen hingga petrokimia
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:41 WIB

Menperin minta Mitsubishi tambah investasi garmen hingga petrokimia

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mendorong Mitsubishi Corporation agar terus berinvestasi di Indonesia sekaligus meningkatkan kemitraan dengan para pelaku industri ...
Kemendagri Sebut Langkah Pembubaran HTI Sudah Tepat
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:23 WIB

Kemendagri Sebut Langkah Pembubaran HTI Sudah Tepat

Dalam rapat dengan Komisi II DPR, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai, langkah pemerintah sudah tepat membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ...
HTI Sambangi DPR untuk Paparkan Konsep Khilafah
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:20 WIB

HTI Sambangi DPR untuk Paparkan Konsep Khilafah

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto memenuhi undangan rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi II soal Perppu Nomor ...
Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:39 WIB

Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor

Fraksi NasDem meminta anggaran yang akan dialokasikan untuk Densus Tipikor ditahan terlebih dahulu. Unit baru bentukan Polri ini perlu dikaji ...
Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:16 WIB

Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar pengelola pasar tidak bermain-main dengan dana revitalisasi yang diberikan."Pasar direvitalisasi dengan dana APBN, peliharalah ...