Selasa, 12 Desember 2017 | 19.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Diguyur hujan besar, buruh di Medan tetap suarakan hari kerja layak

Diguyur hujan besar, buruh di Medan tetap suarakan hari kerja layak

Sabtu, 7 Oktober 2017 - 12:06 WIB

IMG-27081

Aksi ratusan buruh di Medan tetap berjalan meski diguyur hujan. KiniNews/Rakisa

Medan, kini.co.id – Hujan yang mengguyur kota Medan, Sumatera Utara sejak pagi tak menyurutkan ratusan buruh dari FSPMI untuk tetap menggelar aksi unjuk rasa memperingati hari Hari kerja layak sedunia, Sabtu (7/10).

Pantauan, aksi massa buruh itu memulai aksi dari bundaran SIB/tugu Majestyk, jalan Gatot Subroto Medan. Membawa bendera dan spanduk berisi tuntutan, para buruh tampak semangat.

“Di peringatan hari pekerja layak ini kami menagih janji Jokowi, katanya waktu kampanye Jokowi akan laksanakan Tri Layak Bagi Buruh, yaitu Hidup Layak, Kerja Layak dan Upah Layak, nyatanya saat ini kondisi perburuhan di Indonesia makin parah saja kondisi kerja dan kehidupan buruh,” ujar Ketua DPW FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo dalam orasinya.

Willy menuding, pemerintah lebih pro terhadap kapital atau pemodal dalam hal ini pengusaha. Terbukti banyak paket kebijakan ekonomi yang hampir berjumlah belasan semua menguntungkan para pengusaha.

“Sementara upah buruh dikebiri dengan dikeluarkannya PP 78 tahun 2015 tentang upah murah, bahkan pemerintah berencana akan mencabut upah sektoral. Itu bukan upah layak, kami minta dicabut PP 78 dan tolak penghapusan upah sektoral,” tegas Willy.

Lebih jauh Willy mengatakan, kondisi yang sama terjadi di sektor jaminan kesehatan di Indonesia. Menurut dia pemerintah setengah-setengah dalam memberi jaminan kesehatan bagi rakyatnya. Minimnya anggaran kesehatan membuat pihak rumah sakit mengabaikan peserta BPJS.

“Kita menuntut jaminan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Willy juga menyinggung terkait persoalan PHK. Dikatakan, pihaknya telah meminta pengusaha untuk mencegah PHK masal yang terus terjadi.

“Maka di hari kerja layak Internasional ini, kami nyatakan bahwa pemerintah bertangungjawab atas kehidupan dan pekerjaan yang layak bagi buruh Indonesia,” katanya.

Aksi unjuk rasa itu masih berlangsung. Menurut rencananya para buruh akan berunjuk rasa di depan kantor DPRD Sumut Jl Imam Bonjol dan di depan Kantor Gubernur Sumut, jalan Diponegoro, Medan. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 WIB

Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi

Wabah penyakit difteri saat ini tangah melanda berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 23 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa ...
Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:51 WIB

Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan Liquefied Petroleum ...
Nah lho, kabar kematian Bahrun Naim adalah hoax
Peristiwa - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:41 WIB

Nah lho, kabar kematian Bahrun Naim adalah hoax

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa kabar tewasnya kombatan Islamic State (IS) asal Indonesia, Bahrun Naim adalah kabar bohong alias ...
Pimpinan DPR pastikan tak ada kocok ulang
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:30 WIB

Pimpinan DPR pastikan tak ada kocok ulang

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan, tidak ada wacana kocok ulang kursi pimpinan DPR. Yang ada hanya pembahasan pergantian Ketua ...
Pendapatan PLN Distribusi Jabar capai Rp47,07 triliun
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 15:43 WIB

Pendapatan PLN Distribusi Jabar capai Rp47,07 triliun

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Distribusi Jawa Barat membukukan pendapatan perusahaan total Rp47,074 triliun dari total target Rp51 triliun hingga ...
PKS serukan boikot produk AS dan Israel
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 14:51 WIB

PKS serukan boikot produk AS dan Israel

Pernyataan Donal Trump menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel adalah ahistoris dan menyiram api di Yerusalem."Akibatnya dunia bergolak dan memprotes pernyataan ...