Selasa, 12 Desember 2017 | 19.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Buruh tuntut kenaikan gaji Rp650 ribu

Buruh tuntut kenaikan gaji Rp650 ribu

Reporter : Yudi Andriansyah | Sabtu, 7 Oktober 2017 - 13:11 WIB

IMG-27088

Ribuan buru menggelar aksi Hari Kerja Layak Sedunia di Monumen Nasional (Monas) Jakarta, mereka meminta kenaikan gaji sebesar Rp650 yang dinilai layak saat ini. KiniNews/Rakisa

Jakarta, kini.co.id – Massa gabungan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang menggelar aksi di sekitaran Monas, Jakarta yang bertepatan dengan Hari Kerja Layak Sedunia, meminta kenaikan gaji sebesar Rp650 yang dinilai layak saat ini.

“Kenaikan upah 650 ribu ini dilakukan agar upah pekerja menjadi layak, sehingga daya beli buruh makin meningkat. Ketika daya beli meningkat, dengan sendiri akan tercipta pertumbuhan ekonomi,” kata Presiden KSPI, Said Iqbal dilokasi, Sabtu (7/10).

Kenaikan upah sebesar Rp 650 ribu di ibu kota juga untuk mengejar ketertinggalan upah minimum Karawang dan Bekasi. Menurut Said, saat ini selisih upah minimum antara Jakarta dengan kedua daerah tersebut mencapai Rp 300 ribu.

“Kan UMP Jakarta tertinggal jauh dibandingkan Karawang dan Bekasi, selisihnya sekitar Rp 300 ribu. Kalau Jakarta Rp 3,3 juta, naik 10 persen Rp 330 ribu ditambah selisih dengan Karawang dan Bekasi Rp 300 ribu, maka wajar kalau kita minta kenaikan Rp 630 ribu-Rp 650 ribu. Kalau tidak begitu, upah di Jakarta kan semakin tertinggal,” tuturnya.

Said mengungkapkan, agar tuntutan kenaikan upah ini dikabulkan, buruh akan menagih janji Gubenur dan Wakil Gubernur Terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Selain itu, buruh juga berencana untuk mengelar aksi agar kenaikan upah ini dikabulkan.

Dalam aksi kali ini, para buruh juga mengkritik Presiden Jokowi yang gencar membangun infrastruktur. Mereka menyebut, program tiga tahun presiden tersebut tidak memberi pengaruh terhadap kaum buruh.

“Pembangunan yang dilakukan presiden tidak berpengaruh terhadap buruh,” ujar seorang orator dari atas mobil komando. Selanjutnya, para buruh menuntut janji kampanye Jokowi-JK yang akan akan mencabut sistem kerja outsourcing. “Magang mau dihilangkan upah mau dinaikan, itu mimpi kawan-kawan,” kata orator.

Para buruh juga menyesalkan banyaknya PHK yang dilakukan perusahaan saat ini. “Janjinya PP 78/2015 untuk mencegah tidak ada PHK. Tetapi buktinya gelombang PHK terus terjadi.” []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 WIB

Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi

Wabah penyakit difteri saat ini tangah melanda berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 23 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa ...
Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:51 WIB

Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan Liquefied Petroleum ...
Nah lho, kabar kematian Bahrun Naim adalah hoax
Peristiwa - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:41 WIB

Nah lho, kabar kematian Bahrun Naim adalah hoax

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa kabar tewasnya kombatan Islamic State (IS) asal Indonesia, Bahrun Naim adalah kabar bohong alias ...
Pimpinan DPR pastikan tak ada kocok ulang
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:30 WIB

Pimpinan DPR pastikan tak ada kocok ulang

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan, tidak ada wacana kocok ulang kursi pimpinan DPR. Yang ada hanya pembahasan pergantian Ketua ...
Pendapatan PLN Distribusi Jabar capai Rp47,07 triliun
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 15:43 WIB

Pendapatan PLN Distribusi Jabar capai Rp47,07 triliun

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Distribusi Jawa Barat membukukan pendapatan perusahaan total Rp47,074 triliun dari total target Rp51 triliun hingga ...
PKS serukan boikot produk AS dan Israel
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 14:51 WIB

PKS serukan boikot produk AS dan Israel

Pernyataan Donal Trump menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel adalah ahistoris dan menyiram api di Yerusalem."Akibatnya dunia bergolak dan memprotes pernyataan ...