Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.15 WIB
KiniNEWS>Nasional>Pendidikan>Kaum liberal jadi hambatan kikis LGBT ditanah air

Kaum liberal jadi hambatan kikis LGBT ditanah air

Reporter : Yudi Andriansyah | Senin, 9 Oktober 2017 - 10:30 WIB

Jakarta, kini.co.id – Penyadaran terhadap masyarakat yang disertai pendidikan penguatan menjunjung norma Pancasila dinilai lebih tepat untuk mengikis pelaku Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT).

Disamping memberikan efek jera bagi pelakunya yakni tentu penegakan hukum.

Demikian hal itu disampaikan Ketua Gerakan Indonesia Beradab (GIB), Bagus Riyono menyikapi pelaku Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT).

“Saya kira hukum salah satu cara. Cara yang lain dengan penyadaran masyarakat dan pendidikan, dan penguatan komunitas masyarakat yang menjujung norma Pancasila,” katanya kepada Jurnalis Islam, Ahad (8/10) kemarin.

Akan tetapi, upaya hukum untuk menghambat wabah LGBT rupanya tak bisa dilakukan begitu saja.

Justru tantangan datang dari liberasasi yang marak melanda Indonesia saat ini. Di mana, orang-orang liberal terus menyuarakan kebebasan.

Namun anehnya, mereka juga mengaku pancasilais.

“Padahalkan jelas, kita ada Ketuhanan Yang Maha Esa, ada Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Harusnya juga menuju ke kemuliaan. Mereka kan bicaranya kebebasan saja,” ungkapnya.

Menurutnya kaum liberal selalu mengkaitkan ‘kebebasan’ yang mereka maksud dengan hak asasi manusia.

Sementara tujuan untuk mencapai kebebasan itu kerap kali justru tidak mencapai moralitas sebagai manusia.

“Hak asasi itu intinya bukan pada kebebasan. Tapi lebih pada kemuliaan manusia. Jadi kemuliaan manusia itu punya konsekuensi dan jangan mengikuti hawa nafsu saja,” tukasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:39 WIB

Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor

Fraksi NasDem meminta anggaran yang akan dialokasikan untuk Densus Tipikor ditahan terlebih dahulu. Unit baru bentukan Polri ini perlu dikaji ...
Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:16 WIB

Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar pengelola pasar tidak bermain-main dengan dana revitalisasi yang diberikan."Pasar direvitalisasi dengan dana APBN, peliharalah ...
Densus Tipikor Didukung Penuh Komisi III DPR
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 12:48 WIB

Densus Tipikor Didukung Penuh Komisi III DPR

Pembentukan Detasemen Khusus (Densus) Tipikor era Jenderal Tito menuai polemik. Satu sisi, beda sikap ditunjukkan pemerintah. Sisi lain, DPR mengatakan ...
Sepakat dengan Yusril, PAN Tolak Perppu Ormas
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 12:18 WIB

Sepakat dengan Yusril, PAN Tolak Perppu Ormas

Sekretaris Fraksi PAN DPR RI Yandri Susanto menegaskan, pihaknya menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang ...
Aris Budiman dan Novel Baswedan Diduga Terlibat Pelanggaran Berat
Hukum - Kamis, 19 Oktober 2017 - 09:41 WIB

Aris Budiman dan Novel Baswedan Diduga Terlibat Pelanggaran Berat

Hasil awas pemeriksaan Direktorat Pengawasan Internal, Novel Baswedan dan Aris Budiman terindikasi terlibat pelanggaran berat.Novel diduga melakukan pelanggaran berat dengan ...
Pertamina Buka Lowongan Kerja, Ini Syaratnya!
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 08:48 WIB

Pertamina Buka Lowongan Kerja, Ini Syaratnya!

Kabar gembira untuk Anda para pemburu pekerjaan, sebab saat ini salahsatu BUMN terbesar di Indonesia sedang membuka lowongan pekerjaan.PT Pertamina ...