Kamis, 22 Februari 2018 | 06.06 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Karangan bunga kembali penuhi Balaikota Jakarta

Karangan bunga kembali penuhi Balaikota Jakarta

Reporter : Bambang Medy | Senin, 9 Oktober 2017 - 12:41 WIB

IMG-27119

Karangan bunga untuk Djarot di Balaikota Jakarta. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Karangan bunga kembali penuhi Balaikota menjelang berakhirnya jabatan Gubernur Djarot

Satu pekan menjelang berkahirnya masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yakni per 15 Oktober 2017 mendatang, sejumlah karangan bunga dari masyarakat mulai memenuhi halaman kantor Balaikota di Jl Medan Merdeka itu.

Karangan bunga yang dikirim dari sejumlah warga itu sebagai ucapan terima kasih kepada Basuki dan Djarot yang telah memimpin DKI dalam periode 2012-2017 ini.

Petugas pengamanan dalam (Pamdal) Balai Kota DKI, mengatakan karangan-karangan bunga tersebut mulai datang pada Ahad (8/10) malam.

“Mulai datangnya malam, terus kita suruh tata langsung,” ujar Arie salah satu petugas pamdal kepada kini.co.id, Senin (9/10) pagi tadi.

Seperti diketahui Djarot Saeful Hifayat akan segera digantikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno yang memenangkan pertarungan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

Di putaran pertama, Basuki-Djarot menang tipis atas Anies-Sandi. Namun di putaran kedua, keadaan berbalik sehingga Basuki-Djarot pun harus pasrah memberikan kursi DKI 1 dan 2 kepada Anies-Sandi.

Seiring dengan berakhirnya Pilkada DKI 2017, di masa-masa terakhirnya menjabat sebagai Gubernur DKI, Ahok harus berhadapan dengan kasus hukum yang membuatnya diseret ke penjara dua tahun pada Mei 2017, atas kasus dugaan penodaan agama yang bergulir sejak akhir 2016.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata  KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:42 WIB

Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata KPK

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah membantah tudingan Fahri Hamzah yang menyebut bahwa lembaga antirasuah ini bersekongkol ...
KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:33 WIB

KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro

Mantan Menteri Perekonomian, Dorojatun Kuntjoro Jakti kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu, (21/2).Ia diperiksa sebagai saksi dalam ...
Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah  Kemen PUPR diapresiasi
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:00 WIB

Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah Kemen PUPR diapresiasi

Berbagai musibah dalam proyek infrastruktur yang belakangan terjadi mendapat sorotan dari DPR. Anggota Komisi VI Nyat Kadir menyatakan menyesalkan terjadinya ...
Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:46 WIB

Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Politikus PKS, Yudi Widiana Adia untuk dijatuhi hukuman 10 tahun penjara."Menuntut supaya majelis hakim ...
Mantan Dokter Novanto Segera Diadili
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:42 WIB

Mantan Dokter Novanto Segera Diadili

Bimanesh Sutardjo bakal segera diadili atas kasus dugaan dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan ...
KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat
Peristiwa - Rabu, 21 Februari 2018 - 16:58 WIB

KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyoroti insiden kecelakaan kerja pada sejumlah proyek infrastruktur di tanah air.Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang ...