Kamis, 22 Februari 2018 | 15.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Bantah Kecipratan Uang e-KTP, Gamawan Fauzi Minta Dikutuk

Bantah Kecipratan Uang e-KTP, Gamawan Fauzi Minta Dikutuk

Reporter : Fadilah | Senin, 9 Oktober 2017 - 14:39 WIB

IMG-27123

Gamawan Fauzi di sidang E-KTP. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi membantah kecipratan uang haram dalam pengadaan proyek e-KTP (Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik).

Bahkan ia sesumbar agar seluruh masyarakat Indonesia mengutuknya jika ditemukan bukti dirinya kecipratan uang haram tersebut.

“Seluruh masyarakat Indonesia, silakan kutuk saya kalau saya menerima dan saya mohon yang mulia untuk menghukum saya seberat-beratnya jika saya terbukti menerima uang sepeserpun,” katanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Senin, (9/10/2017).

Meski membantah menerima uang haram e-KTP, ia tak mengelak jika dirinya pernah menerima uang pembayaran honor menjadi narasumber dari Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Suciati. Uang tersebut diketahui berasal dari Andi Agustinus alias Andi Narogong yang saat ini duduk sebagai terdakwa di kasus korupsi pengadaan e-KTP.

“Honor itu dipotong pajak dan ada tandatangan saya. Saya juga dikasih honor waktu jadi pembicara di KPK, tapi saya tidak tanya dari mana uangnya,” katanya.

Asal usul uang tersebut diketahui saat Suciati memberikan kesaksian di sidang e-KTP pada Senin, (2/10/2017) lalu.

Dalam kesaksiannya, Suciati mengaku pernah diberikan uang US$ 73.700 oleh mantan Dirjen Kementerian Dalam Negeri, Irman.

Menurut Suciati, Irman memerintahkan agar uang tersebut digunakan untuk kegiatan supervisi proyek e-KTP. Misalnya, untuk membiayai kunjungan kerja atau honor.

Salah satunya yaitu membiayai narasumber dalam dialog interaktif di stasiun TV.

Mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi diduga menerima honor dari uang yang berasal dari pengusaha pelaksana proyek e-KTP. Suciati mengatakan pernah membayar mantan Menteri Gamawan Fauzi untuk kunjungan kerja.

Suciati juga menyebut, Gamawan Fauzi saat itu diundang untuk menjadi narasumber dalam kegiatan di lima kota. Setiap kali menjadi pembicara, Gamawan selaku Mendagri mendapat honor Rp 10 juta.

Sebagai informasi, Andi Narogong didakwa telah merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun dalam proyek e-KTP.

Menurut jaksa, Andi diduga terlibat dalam pemberian suap terkait proses penganggaran proyek e-KTP di DPR RI, untuk tahun anggaran 2011-2013.

Selain itu, Andi berperan dalam mengarahkan dan memenangkan Konsorsium PNRI menjadi pelaksana proyek pengadaan e-KTP. Andi diduga mengatur pengadaan dalam proyek e-KTP bersama-sama dengan Setya Novanto.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:25 WIB

Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak ingin penyerangan terhadapnya ini menjadi sebuah kelemahan dalam memberantas korupsi."Tetapi saya ...
Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:45 WIB

Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili oleh Harun Al Rasyid mengaku senang Novel Baswedan dapat kembali."Pertama pegawai KPK merasa ...
Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:35 WIB

Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen

Beredar surat keputusan Partai Hanura tentang perombakan komposisi Pimpinan Fraksi Hanura di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).Surat keputusan tersebut bernomor SKEP/566/DPP-Hanura/II/2018 ...
Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:20 WIB

Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, ...
Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:11 WIB

Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengaku berterimakasih kepada Presiden; Joko Widodo, Wapres; Jusuf Kalla dan seluruh masyarakat ...
Novel Baswedan tiba di gedung KPK
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:46 WIB

Novel Baswedan tiba di gedung KPK

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan akhirnya tiba di gedung lembaga antirasuah Jakarta sekitar pukul 12.45 Wib.Sebelum menuju gedung KPK, Novel ...