Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.44 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Tiga PR yang Harus Dilanjutkan Pasangan Anies-Sandi

Tiga PR yang Harus Dilanjutkan Pasangan Anies-Sandi

Reporter : Rakisa | Senin, 9 Oktober 2017 - 14:43 WIB

IMG-27125

Anies-Sandi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ada tiga pekerjaan rumah (PR) di Ibukota Jakarta yang harus diselesaikan oleh pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Tiga pekerjaan rumah tersebut menurut Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saeful Hidayat merupakan hal pokok sudah seharusnya dilanjutkan.

“Ya harus ya terus terang saja ada tiga persoalan pokok,” kata Djarot kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (9/10) siang.

Pertama, kata Djarot persoalan kemacetan lalu lintas di Jakarta. Mantan Wali Kota Blitar ini menegaskan bahwa, Pemprov DKI telah berusaha semaksimal mungkin untuk menata dan meletakkan dasar-dasar sistem transportasi publik berbasis rel maupun berbasis bus rapid transit (BRT).

“Transportasi publik yang berbasis rel belum selesai. Kemudian sudah berusaha mengintegrasikan sistem transportasi itu. Sehingga kami harapkan, lima tahun ke depan, kemacetan Jakarta sudah terurai. Apalagi nanti akan kami pasang ERP,” paparnya.

Kedua, masalah permukiman saat ini masih banyak warga Jakarta yang tinggal di bantaran sungai atau kali.

Namun, Pemprov DKI belum bisa merelokasi semuanya, karena ketersediaan hunian di rumah susun (rusun) belum cukup.

“Kami sudah berusaha membangun rusun. Karena konsep kami untuk pemukiman di Jakarta dilakukan secara vertikal. Kami akan merelokasi mereka yang menempati tempat yang tidak sesuai dengan peruntukannya,” jelas Djarot.

Yang ketiga, persoalan persampahan yang mana DKI Jakarta selalu bergantung pada tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang untuk membuang sampah yang mencapai sekitar 7.000 ton per hari.

“Maka dari itu kami kebut betul dengan membangun ITF (intermediate treatment facility). Baik yang dikerjakan BUMD, Jakpro dalam hal ini maupun yang dikerjasamakan dengan sistem kerja sama pemerintah dan badan usaha. Ini kan mau kami dorong ke sana. Itu tiga PR yang menjadi pekerjaan rumah kami,” tegasnya.

Djarot juga menitipkan pesan selain ketiga PR itu kepada Anies dan Sandi agar terus melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) dan pemanfaatan trotoar sebagai jalur pedestrian.

Menurutnya untuk menata Jakarta, mengubah Jakarta, lima tahun saja tidak cukup. Miminal 10 tahun. Dan tentunya harus tetap berlanjut untuk 15-20 tahun.

“Karena pembangunan Jakarta ini tidak bisa sepotong-potong. Termasuk mengintegrasikan pembangunan Jakarta dengan kawasan penyangga atau Jabodetabek,” tandasnya

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mitsubishi berikan 10 unit purwarupa mobil listrik untuk Indonesia
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:47 WIB

Mitsubishi berikan 10 unit purwarupa mobil listrik untuk Indonesia

Di sela kunjungan kerjanya ke Jepang beberapa hari kemarin, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga mengadakan pertemuan dengan CEO Mitsubishi Motors ...
Menperin minta Mitsubishi tambah investasi garmen hingga petrokimia
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:41 WIB

Menperin minta Mitsubishi tambah investasi garmen hingga petrokimia

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mendorong Mitsubishi Corporation agar terus berinvestasi di Indonesia sekaligus meningkatkan kemitraan dengan para pelaku industri ...
Kemendagri Sebut Langkah Pembubaran HTI Sudah Tepat
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:23 WIB

Kemendagri Sebut Langkah Pembubaran HTI Sudah Tepat

Dalam rapat dengan Komisi II DPR, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai, langkah pemerintah sudah tepat membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ...
HTI Sambangi DPR untuk Paparkan Konsep Khilafah
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:20 WIB

HTI Sambangi DPR untuk Paparkan Konsep Khilafah

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto memenuhi undangan rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi II soal Perppu Nomor ...
Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:39 WIB

Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor

Fraksi NasDem meminta anggaran yang akan dialokasikan untuk Densus Tipikor ditahan terlebih dahulu. Unit baru bentukan Polri ini perlu dikaji ...
Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:16 WIB

Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar pengelola pasar tidak bermain-main dengan dana revitalisasi yang diberikan."Pasar direvitalisasi dengan dana APBN, peliharalah ...