Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Politikus Partai Golkar Penuhi Panggilan KPK

Politikus Partai Golkar Penuhi Panggilan KPK

Reporter : Fadilah | Selasa, 10 Oktober 2017 - 11:05 WIB

IMG-27147

Gedung KPK. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Politikus Partai Golkar, Fayakhun Andriadi memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, (10/10/2017).

Pantauan Kini.co.id dilokasi, Fayakhun tiba di markas Agus Rahardjo CS sekira pukul 10.10 WIB mengenakan kemeja berwarna putih.

Secara terpisah, Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan Fayakhun akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk perkara suap dalam pengadaan monitoring satelit di Badan Keamanan Laut (Bakamla) TA 2016.

“Yang bersangkutan (Fayakhun Andriadi) akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NH (Nofel Hasan),” tuturnya.

Selain Fayakhun, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Pertahanan dan Keamanan, Wisnu Utomo.

Sama halnya seperti Fayakhun, Wisnu juga akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk kasus dan tersangka yang sama.

Dalam kasus ini, KPK sedikitnya telah menjerat lima tersangka dalam kasus suap proyek Bakamla ini, termasuk Nofel Hasan.

Mereka di antaranya Direktur PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah, mantan Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla Eko Susilo Hadi, dua anak buah Fahmi, Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus.

Dalam perkara ini, Fahmi sebagai pihak penyuap telah divonis 2,8 tahun penjara. Sementara dua anak buahnya, Adami Okta dan Hardy divonis 1,5 tahun penjara. Sedan Eko Susilo divonis 4,3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Satu tersangka lainnya, yakni Direktur Data dan Informasi Bakamla, Laksamana Pertama Bambang Udoyo ditangani Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:39 WIB

Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor

Fraksi NasDem meminta anggaran yang akan dialokasikan untuk Densus Tipikor ditahan terlebih dahulu. Unit baru bentukan Polri ini perlu dikaji ...
Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:16 WIB

Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar pengelola pasar tidak bermain-main dengan dana revitalisasi yang diberikan."Pasar direvitalisasi dengan dana APBN, peliharalah ...
Densus Tipikor Didukung Penuh Komisi III DPR
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 12:48 WIB

Densus Tipikor Didukung Penuh Komisi III DPR

Pembentukan Detasemen Khusus (Densus) Tipikor era Jenderal Tito menuai polemik. Satu sisi, beda sikap ditunjukkan pemerintah. Sisi lain, DPR mengatakan ...
Sepakat dengan Yusril, PAN Tolak Perppu Ormas
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 12:18 WIB

Sepakat dengan Yusril, PAN Tolak Perppu Ormas

Sekretaris Fraksi PAN DPR RI Yandri Susanto menegaskan, pihaknya menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang ...
Aris Budiman dan Novel Baswedan Diduga Terlibat Pelanggaran Berat
Hukum - Kamis, 19 Oktober 2017 - 09:41 WIB

Aris Budiman dan Novel Baswedan Diduga Terlibat Pelanggaran Berat

Hasil awas pemeriksaan Direktorat Pengawasan Internal, Novel Baswedan dan Aris Budiman terindikasi terlibat pelanggaran berat.Novel diduga melakukan pelanggaran berat dengan ...
Pertamina Buka Lowongan Kerja, Ini Syaratnya!
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 08:48 WIB

Pertamina Buka Lowongan Kerja, Ini Syaratnya!

Kabar gembira untuk Anda para pemburu pekerjaan, sebab saat ini salahsatu BUMN terbesar di Indonesia sedang membuka lowongan pekerjaan.PT Pertamina ...