Selasa, 12 Desember 2017 | 19.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Pemerintah tak akan jual BUMN

Pemerintah tak akan jual BUMN

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 10 Oktober 2017 - 20:31 WIB

IMG-27161

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra menyimak paparan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR yang membahas isu penjualan BUMN (Mewakili Menteri BUMN) di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/10). KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Kementerian Badan Usaha Umum Milik Negara (BUMN) mengaskan tidak akan menjual anak maupun cucu perusahaan BUMN. Namun, Kementerian BUMN akan tetap melakukan pembentukan holding BUMN.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto yang mewakili Menteri BUMN dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR mengatakan, pemerintah tidak menjual dan tak ada rencana privatisasi BUMN .

Airlangga menyatakan privatisasi BUMN akan dilakukan secara terencana dan atas persetujuan DPR.

“Setiap tahun ada perencanaan (BUMN) hingga tahun 2018, tidak ada rencana untuk privatisasi BUMN,” kata Airlangga di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta Selasa (10/10).

Namun, dia menyatakan untuk anak dan cucu BUMN yang tidak sesuai inti bisnis memungkinkan untuk dimerger atau disapih (spin off). Tapi, tetap dipastikan tidakakan dijual secara menyeluruh.

Untuk itu, Kementerian BUMN lebih memilih melakukan holding BUMN untuk memperkuat aset BUMN.

Airlangga menjelaskan, terkait pelaksaan holding BUMN, sudah ada beberapa kemajuan. Kajian dan harmonisasi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) holding migas dan holding pertambangan, disebutnya sudah selesai. Kajian holding jasa keuangan telah selesai, namun masih menunggu harmonisasi RPP dan menunggu diskusi dengan Komisi VI.

Kajian holding konstruksi dan jalan tol juga telah selesai, tinggal menunggu harmonisasi RPP. Untuk kajian holding BUMN perumahan telah selesai, namun masih menunggu harmonisasi RPP dan FGD bersama Komisi VI.

“Holding BUMN bukan untuk menjual atau akusisisi aset, hanya untuk memperkuat,” tambahnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 WIB

Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi

Wabah penyakit difteri saat ini tangah melanda berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 23 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa ...
Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:51 WIB

Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan Liquefied Petroleum ...
Nah lho, kabar kematian Bahrun Naim adalah hoax
Peristiwa - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:41 WIB

Nah lho, kabar kematian Bahrun Naim adalah hoax

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa kabar tewasnya kombatan Islamic State (IS) asal Indonesia, Bahrun Naim adalah kabar bohong alias ...
Pimpinan DPR pastikan tak ada kocok ulang
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:30 WIB

Pimpinan DPR pastikan tak ada kocok ulang

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan, tidak ada wacana kocok ulang kursi pimpinan DPR. Yang ada hanya pembahasan pergantian Ketua ...
Pendapatan PLN Distribusi Jabar capai Rp47,07 triliun
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 15:43 WIB

Pendapatan PLN Distribusi Jabar capai Rp47,07 triliun

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Distribusi Jawa Barat membukukan pendapatan perusahaan total Rp47,074 triliun dari total target Rp51 triliun hingga ...
PKS serukan boikot produk AS dan Israel
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 14:51 WIB

PKS serukan boikot produk AS dan Israel

Pernyataan Donal Trump menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel adalah ahistoris dan menyiram api di Yerusalem."Akibatnya dunia bergolak dan memprotes pernyataan ...