Rabu, 13 Desember 2017 | 02.50 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Pimpinan DPR tak yakin RUU penyadapan bikin jera koruptor

Pimpinan DPR tak yakin RUU penyadapan bikin jera koruptor

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 10 Oktober 2017 - 22:48 WIB

IMG-27165

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (Dok DPR)

Jakarta, kini.co.id – DPR berencana membuat Rancangan Undang-undang (RUU) Tata Cara Penyadapan. Hal itu berdasarakan putusan Mahkamah Kontitusi (MK) yang menyatakan bahwa penyadapan harus diatur oleh aturan setingkat Undang-undang.

Menangapi hal ini Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan tak mempersoalkan rencana tersebut. Namun, ia pesimis RUU Penyadapan akan membuat koruptor jera.

“Masalah itu tidak dalam kerangka text book atau pun UU yang mengatur, tetapi kepada moral setiap pejabat publik kita menegakkan hukum,” kata Taufik di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/10).

Menurutnya, tingkat korupsi di tanah air bukan disebabkan lemahnya sebuah aturan UU, melainkan pada moral pribadi masing-masing.

“Tapi kalau ada sesuatu yang hilang dari moral setiappengambil keputusan trias politika, ada eksekutif, legislatif dan yudikatif, kembali lagi bukan kepada aspek tekstual dan seremonial pengangkatan hakim dan pembuatan UU yang baru, tapi harus menyentuh pada substansi ketenangan hati setiap pejabat publik yang ada,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo mengatakan, bahwa pihaknya berinisiatif membuat Rancangan Undang-undang (RUU) tata cara penyadapan setelah Mahkamah Kontitusi (MK) memutuskan penyadapan harus diatur oleh aturan setingkat Undang-undang.

“Kami Komisi III DPR akan ambil inisiatif untuk membuat RUU Tata Cara penyadapan sebagai inisiatif DPR,” ujar Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet kepada wartawan, Rabu (13/9). []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 01:11 WIB

KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan terhadap dua pengusaha dari PT Sumber Swarna, Joe Fandy Yoesman dan Ali Tonang bepergian ...
Seminar ‘Jejak pelacur arab  dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi
Pendidikan - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:54 WIB

Seminar ‘Jejak pelacur arab dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi

Penyelenggaraan seminar bertajuk "Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Qur'an" yang digelar UIN Sumatera Utara, Senin (11/12) disesalkan ...
Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi
Peristiwa - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:31 WIB

Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi

Mabes Polri merilis identitas 19 terduga teroris yang ditangkap pada rentang waktu 9-11 Desember 2017.Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo ...
JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 21:54 WIB

JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga

Politisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla, menilai Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto akan sulit mengalahkan Airlangga Hartarto dalam pemilihan ...
Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 WIB

Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi

Wabah penyakit difteri saat ini tangah melanda berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 23 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa ...
Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:51 WIB

Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan Liquefied Petroleum ...