Kamis, 22 Februari 2018 | 06.06 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Puluhan ribu petugas gabungan dikerahkan amankan Pilkada Jabar

Puluhan ribu petugas gabungan dikerahkan amankan Pilkada Jabar

Reporter : Zainal Bakri | Rabu, 11 Oktober 2017 - 00:40 WIB

IMG-27166

Polisi tengah melakukan simulasi pengamanan Pilkada 2018. KiniNews/Rakisa.

Semarang, kini.co.id – Puluhan ribu petugas gabungan Polisi dan TNI akan dikerahkan untuk mengamankan 10 pemilihan bupati dan 6 pemilihan walikota pada Pilkada serentak di Jawa Barat 2018 mendatang.

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan jumlah personil yang dikerahkan mencapai 21.737 personil ditambah 2.700 TNI dan juga dari linmas yang tersebar di TPS.

Agung menjelaskan personel sebanyak itu akan mengamankan mulai dari penetapan pasangan calon hingga penetapan pemenang Pilkada.

“Potensi pemetaan kerawanan mulai penetapan pasangan calon, kampanye, hari tenang, pemungutan suara, penghitungan suara, semuanya akan kita kawal, sampai dengan penetapan pemenang Pilkada,” ujar Agung di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/10)

Menurut Agung pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan para pimpinan partai politik, pimpinan ormas dan pemuka agam di Jawa Barat sebagai upaya menciptakan Pilkada yang kondusif.

Ia berharap semua tahapan Pilkada, dari kampanye sampai pelantikan calon terpilih dapat berjalan sesuai dengan mekanisme.

“Saya harap siapapun yang menang nanti tidak boleh ada menekan KPU,” tegasnya.

Sekedar diketahui, pada Pilkada 2018 serentak mendatang, selain pemilihan Gubernur dan wakil gubernur di Jawa Barat, terdapat 16 Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan gelaran pesta demokrasi tersebut, yakni Kabupaten Purwakarta, Bandung Barat Sumedang, Kuningan, Kabupaten Majalengka, Subang, Bogor, Garut, Cirebon, dan Ciamis. Serta Kota Bekasi, Cirebon, Sukabumi, Bandung, Banjar, dan Bogor. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata  KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:42 WIB

Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata KPK

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah membantah tudingan Fahri Hamzah yang menyebut bahwa lembaga antirasuah ini bersekongkol ...
KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:33 WIB

KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro

Mantan Menteri Perekonomian, Dorojatun Kuntjoro Jakti kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu, (21/2).Ia diperiksa sebagai saksi dalam ...
Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah  Kemen PUPR diapresiasi
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:00 WIB

Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah Kemen PUPR diapresiasi

Berbagai musibah dalam proyek infrastruktur yang belakangan terjadi mendapat sorotan dari DPR. Anggota Komisi VI Nyat Kadir menyatakan menyesalkan terjadinya ...
Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:46 WIB

Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Politikus PKS, Yudi Widiana Adia untuk dijatuhi hukuman 10 tahun penjara."Menuntut supaya majelis hakim ...
Mantan Dokter Novanto Segera Diadili
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:42 WIB

Mantan Dokter Novanto Segera Diadili

Bimanesh Sutardjo bakal segera diadili atas kasus dugaan dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan ...
KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat
Peristiwa - Rabu, 21 Februari 2018 - 16:58 WIB

KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyoroti insiden kecelakaan kerja pada sejumlah proyek infrastruktur di tanah air.Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang ...