Selasa, 12 Desember 2017 | 13.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Isu warga China membludak DPR sarankan buka data keimigrasian

Isu warga China membludak DPR sarankan buka data keimigrasian

Reporter : Bayu Putra | Kamis, 12 Oktober 2017 - 17:18 WIB

IMG-27203

Asrul Sani. (kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menyarankan agar pemerintah membuka data keimigrasian soal jumlah WN Cina yang mengunjungi Indonesia.

Hal itu disarankan Arsul menanggapi banyaknya isu bahwa orang-orang Cina berbondong-bondong datang ke Indonesia untuk melakukan penguasaan wilayah.

“Buka saja secara teratur masuknya orang asing, mana yang wisatawan dan mana yang pekerja. Kalau data itu tidak benar baru kita persoalkan,” ujar Arsul Sani di Kompleks Parlemen DPR Senayan, Jakarta,  Kamis (12/10).

Menurutnya, jika kabar membludaknya orang Cina di Indonesia tidak berbasis data dari keimigrasian, maka hal itu hanya isu.

Kecuali, kata Arsul, jika data keimigrasian tidak cocok dengan data instansi lainnya baru harus dipersoalkan. Tetapi, jika ingin dipersoalkan juga harus menggunakan data, tidak menggunakan isu-isu bohong untuk menyerang pemerintah.

“Itu ada datanya di Imigrasi, kalau mau menilai itu harus berbasis data imigrasi. Kecuali data Imigrasi itu tidak benar, tidak benar itu adalah data imigrasi dengan instansi lain itu beda. Itu baru kita persoalkan, tapi kan kesannya ini ada serombongan orang china datang naik bus dikawal polisi terus pada ramai, kan tidak bisa begitu menanggapinya,” ungkap Sekjen DPP PPP itu.

“Lalu yang jadi permasalahan adalah ketika mereka datang itu ilegal atau legal. Permasalahannya sekarang kan kedatangan mereka itu belum jelas ilegal atau legalnya harus ada kajian dulu. Nanti kalau ilegal kan kita akan melakukan kunjungan spesifisik,” tambahnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pelaku ujaran kebencian di Kalbar diduga terkait jaringan teroris
Peristiwa - Selasa, 12 Desember 2017 - 13:25 WIB

Pelaku ujaran kebencian di Kalbar diduga terkait jaringan teroris

Mabes Polri memastikan jika KR (45) dan JS (15), ayah dan anak yang ditangkap Densus 88 di kediamannya Jalan ...
KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang
Hukum - Selasa, 12 Desember 2017 - 11:01 WIB

KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang

Tersangka kasus korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) TA 2011-2012 Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, ...
Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:29 WIB

Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian

Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong kemajuan UMKM di daerah. Di antaranya dengan menyalurkan kredit untuk pelaku usaha kecil.Sebagai pilihan, pemerintah ...
Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:15 WIB

Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali

Untuk yang ke-7 kalinya ajang Indonesia Travel and Tourism Award (ITTA) 2017/2018 yang digagas oleh Indonesia Travel and Tourism ...
70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 09:40 WIB

70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM

Kementerian Perindustrian memfasilitasi sebanyak 70 industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif yang berasal dari beberapa sentra Pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 30 pemasok ...
Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:34 WIB

Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR

Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel terus mendapat kecaman. Sebagai bentuk dukungan ...