Kamis, 19 Oktober 2017 | 13.57 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Sambangi KPK, Kiai NU: Wajib Ada

Sambangi KPK, Kiai NU: Wajib Ada

Reporter : Fadilah | Kamis, 12 Oktober 2017 - 17:43 WIB

IMG-27207

Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, (12/10). KiniNews/Fadilah

Jakarta, kini.co.id – Kalangan kiai Nadhatul Ulama beserta peserta Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) menyatakan dukungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mendatangi gedung Merah Putih, Kamis, (12/10).

Sekretaris PWNU, Marzuki Wahid mengatakan kedatangan pihaknya untuk memberikan dukungan kepada lembaga antirasuah yang belakangan mendapatkan serangan.

“Kami dari pesantren dari NU, para kiyai yang kebetulan sekarang sedang mengikuti pendidikan kader ulama yang bernama pendidikan pengembangan wawasan keulamaan, kami terpanggil untuk memberikan dukungan kepada KPK,” tutur Marzuki.

Dukungan ini kata Marzuki, karena korupsi sekarang ini telah merajalela bajkan trlah merusak sendi-sendi kenegaraan, kebangsaan dan kemanusiaan.

“Karena itu keberadaan KPK menurut kami adalah wajib adanya. Jika KPK tidak ada maka akan hancur,” katanya.

Ia juga memastikan pihaknya akan selalu ada di belakang KPK untuk membela lembaga yang saat ini dipimpin oleh Agus Rahardjo CS ini.

“Karena bagi kami KPK adalah keniscayaan negeri ini untuk memberantas korupsi. Kami percaya KPK sepenuhnya untuk memberantas korupsi,” katanya.

Bahkan ia juga mengaku akan mempertimbangkan untuk menggerakan massa, jika bentuk pelemahan terhadap KPK terus dilakukan.

Pantauan Kini.co.id dilokasi, mereka tampak mengenakan sarung dan pakaian koko. Sedangkan yang perempuan, mereka tampak mengenakan pakaian muslim panjang.

Mereka membawa tulisan yang bertuliskan “Tolak Pelemahan KPK”. Selain itu mereka juga memanjatkan doa agar KPK dilindungi dari segala bentuk pelemahan. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:39 WIB

Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor

Fraksi NasDem meminta anggaran yang akan dialokasikan untuk Densus Tipikor ditahan terlebih dahulu. Unit baru bentukan Polri ini perlu dikaji ...
Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:16 WIB

Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar pengelola pasar tidak bermain-main dengan dana revitalisasi yang diberikan."Pasar direvitalisasi dengan dana APBN, peliharalah ...
Densus Tipikor Didukung Penuh Komisi III DPR
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 12:48 WIB

Densus Tipikor Didukung Penuh Komisi III DPR

Pembentukan Detasemen Khusus (Densus) Tipikor era Jenderal Tito menuai polemik. Satu sisi, beda sikap ditunjukkan pemerintah. Sisi lain, DPR mengatakan ...
Sepakat dengan Yusril, PAN Tolak Perppu Ormas
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 12:18 WIB

Sepakat dengan Yusril, PAN Tolak Perppu Ormas

Sekretaris Fraksi PAN DPR RI Yandri Susanto menegaskan, pihaknya menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang ...
Aris Budiman dan Novel Baswedan Diduga Terlibat Pelanggaran Berat
Hukum - Kamis, 19 Oktober 2017 - 09:41 WIB

Aris Budiman dan Novel Baswedan Diduga Terlibat Pelanggaran Berat

Hasil awas pemeriksaan Direktorat Pengawasan Internal, Novel Baswedan dan Aris Budiman terindikasi terlibat pelanggaran berat.Novel diduga melakukan pelanggaran berat dengan ...
Pertamina Buka Lowongan Kerja, Ini Syaratnya!
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 08:48 WIB

Pertamina Buka Lowongan Kerja, Ini Syaratnya!

Kabar gembira untuk Anda para pemburu pekerjaan, sebab saat ini salahsatu BUMN terbesar di Indonesia sedang membuka lowongan pekerjaan.PT Pertamina ...