Selasa, 12 Desember 2017 | 13.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Sambangi KPK, Kiai NU: Wajib Ada

Sambangi KPK, Kiai NU: Wajib Ada

Reporter : Fadilah | Kamis, 12 Oktober 2017 - 17:43 WIB

IMG-27207

Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, (12/10). KiniNews/Fadilah

Jakarta, kini.co.id – Kalangan kiai Nadhatul Ulama beserta peserta Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) menyatakan dukungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mendatangi gedung Merah Putih, Kamis, (12/10).

Sekretaris PWNU, Marzuki Wahid mengatakan kedatangan pihaknya untuk memberikan dukungan kepada lembaga antirasuah yang belakangan mendapatkan serangan.

“Kami dari pesantren dari NU, para kiyai yang kebetulan sekarang sedang mengikuti pendidikan kader ulama yang bernama pendidikan pengembangan wawasan keulamaan, kami terpanggil untuk memberikan dukungan kepada KPK,” tutur Marzuki.

Dukungan ini kata Marzuki, karena korupsi sekarang ini telah merajalela bajkan trlah merusak sendi-sendi kenegaraan, kebangsaan dan kemanusiaan.

“Karena itu keberadaan KPK menurut kami adalah wajib adanya. Jika KPK tidak ada maka akan hancur,” katanya.

Ia juga memastikan pihaknya akan selalu ada di belakang KPK untuk membela lembaga yang saat ini dipimpin oleh Agus Rahardjo CS ini.

“Karena bagi kami KPK adalah keniscayaan negeri ini untuk memberantas korupsi. Kami percaya KPK sepenuhnya untuk memberantas korupsi,” katanya.

Bahkan ia juga mengaku akan mempertimbangkan untuk menggerakan massa, jika bentuk pelemahan terhadap KPK terus dilakukan.

Pantauan Kini.co.id dilokasi, mereka tampak mengenakan sarung dan pakaian koko. Sedangkan yang perempuan, mereka tampak mengenakan pakaian muslim panjang.

Mereka membawa tulisan yang bertuliskan “Tolak Pelemahan KPK”. Selain itu mereka juga memanjatkan doa agar KPK dilindungi dari segala bentuk pelemahan. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pelaku ujaran kebencian di Kalbar diduga terkait jaringan teroris
Peristiwa - Selasa, 12 Desember 2017 - 13:25 WIB

Pelaku ujaran kebencian di Kalbar diduga terkait jaringan teroris

Mabes Polri memastikan jika KR (45) dan JS (15), ayah dan anak yang ditangkap Densus 88 di kediamannya Jalan ...
KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang
Hukum - Selasa, 12 Desember 2017 - 11:01 WIB

KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang

Tersangka kasus korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) TA 2011-2012 Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, ...
Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:29 WIB

Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian

Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong kemajuan UMKM di daerah. Di antaranya dengan menyalurkan kredit untuk pelaku usaha kecil.Sebagai pilihan, pemerintah ...
Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:15 WIB

Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali

Untuk yang ke-7 kalinya ajang Indonesia Travel and Tourism Award (ITTA) 2017/2018 yang digagas oleh Indonesia Travel and Tourism ...
70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 09:40 WIB

70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM

Kementerian Perindustrian memfasilitasi sebanyak 70 industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif yang berasal dari beberapa sentra Pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 30 pemasok ...
Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:34 WIB

Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR

Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel terus mendapat kecaman. Sebagai bentuk dukungan ...