Selasa, 20 Februari 2018 | 08.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Sambangi KPK, Kiai NU: Wajib Ada

Sambangi KPK, Kiai NU: Wajib Ada

Reporter : Fadilah | Kamis, 12 Oktober 2017 - 17:43 WIB

IMG-27207

Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, (12/10). KiniNews/Fadilah

Jakarta, kini.co.id – Kalangan kiai Nadhatul Ulama beserta peserta Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) menyatakan dukungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mendatangi gedung Merah Putih, Kamis, (12/10).

Sekretaris PWNU, Marzuki Wahid mengatakan kedatangan pihaknya untuk memberikan dukungan kepada lembaga antirasuah yang belakangan mendapatkan serangan.

“Kami dari pesantren dari NU, para kiyai yang kebetulan sekarang sedang mengikuti pendidikan kader ulama yang bernama pendidikan pengembangan wawasan keulamaan, kami terpanggil untuk memberikan dukungan kepada KPK,” tutur Marzuki.

Dukungan ini kata Marzuki, karena korupsi sekarang ini telah merajalela bajkan trlah merusak sendi-sendi kenegaraan, kebangsaan dan kemanusiaan.

“Karena itu keberadaan KPK menurut kami adalah wajib adanya. Jika KPK tidak ada maka akan hancur,” katanya.

Ia juga memastikan pihaknya akan selalu ada di belakang KPK untuk membela lembaga yang saat ini dipimpin oleh Agus Rahardjo CS ini.

“Karena bagi kami KPK adalah keniscayaan negeri ini untuk memberantas korupsi. Kami percaya KPK sepenuhnya untuk memberantas korupsi,” katanya.

Bahkan ia juga mengaku akan mempertimbangkan untuk menggerakan massa, jika bentuk pelemahan terhadap KPK terus dilakukan.

Pantauan Kini.co.id dilokasi, mereka tampak mengenakan sarung dan pakaian koko. Sedangkan yang perempuan, mereka tampak mengenakan pakaian muslim panjang.

Mereka membawa tulisan yang bertuliskan “Tolak Pelemahan KPK”. Selain itu mereka juga memanjatkan doa agar KPK dilindungi dari segala bentuk pelemahan. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres
Peristiwa - Senin, 19 Februari 2018 - 20:01 WIB

Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres

Ketua Panitia Pengarah Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, mengaku bersalah atas insiden usai final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2), yang ...
Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:50 WIB

Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual

Pemerintah menargetkan setidak-tidaknya 50 persen penawaran lelang dari 26 blok minyak dan gas bumi (migas) pada 2018 dapat laku terjual."Kami ...
BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:34 WIB

BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia sehingga belum dapat menjamin ketersediaan cadangan ...
KPK Geledah Tiga Lokasi di Subang
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:20 WIB

KPK Geledah Tiga Lokasi di Subang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di tiga lokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Langkah itu berkaitan dengan kasus dugaan ...
Bupati Nganjuk Segera Diadili
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:10 WIB

Bupati Nganjuk Segera Diadili

Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman tak lama lagi akan duduk di kursi terdakwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.Pasalnya penyidik Komisi ...
Rekomendasi Asimilasi dan Pembebasan Bersyaratnya Ditolak, Ini Kata Nazaruddin
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:07 WIB

Rekomendasi Asimilasi dan Pembebasan Bersyaratnya Ditolak, Ini Kata Nazaruddin

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin meminta agar semua institusi penegak hukum mentaati aturan hukum yang ada. Hal ini ...