Kamis, 19 Oktober 2017 | 13.57 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Skandal OK Arya, KPK Dalami Istilah ‘Pinjam Bendera’

Skandal OK Arya, KPK Dalami Istilah ‘Pinjam Bendera’

Reporter : Fadilah | Kamis, 12 Oktober 2017 - 20:07 WIB

IMG-27213

Sujendi Tarsono (STR) alias Ayen pemilik dealer mobil yang berperan sebagai pengepul uang suap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen keluar dari gedung KPK mengenakan rompi tahanan. Ayen beserta empat lainnya tercyduk OTT KPK. ANTARA/Reno Esnir

Jakarta, kini.co.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap 14 orang saksi dalam kasus suap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2017.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan 14 orang saksi tersebut dari unsur swasta di sejumlah perusahaan dan PNS bagian pengadaan di Pemkab Batubara.ī

“Terhadap mereka didalami alur dan transaksi keuangan yang mengalir pada tersangka. Diduga ada praktek “pinjam bendera” sejumlah perusahaan dalam proses pengadaan dengan indikasi aliran dana pada tersangka,” kata Febri.

Febri menjelaskan pemeriksaan dilakukan di Mako Brimob Polda Sumatera Utara oleh petugas KPK yang ditugaskan ke daerah tersebut.

Adapun pemeriksaan di lokasi tersebut sudah berlangsung empat hari lamanya. Jika ditotal ada sekitar 40 saksi yang diperiksa oleh penyidik KPK.

“Selama 4 hari, penyidik KPK melakukan pemeriksaan di Mako Brimob Polda Sumut dan telah diperiksa sekitar 40 orang saksi,” pungkasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:39 WIB

Perlu Dikaji Ulang, Nasdem Minta Tahan Dana Densus Tipikor

Fraksi NasDem meminta anggaran yang akan dialokasikan untuk Densus Tipikor ditahan terlebih dahulu. Unit baru bentukan Polri ini perlu dikaji ...
Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:16 WIB

Pengelola Pasar Diminta Tidak Bermain dengan Dana Revitalisasi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar pengelola pasar tidak bermain-main dengan dana revitalisasi yang diberikan."Pasar direvitalisasi dengan dana APBN, peliharalah ...
Densus Tipikor Didukung Penuh Komisi III DPR
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 12:48 WIB

Densus Tipikor Didukung Penuh Komisi III DPR

Pembentukan Detasemen Khusus (Densus) Tipikor era Jenderal Tito menuai polemik. Satu sisi, beda sikap ditunjukkan pemerintah. Sisi lain, DPR mengatakan ...
Sepakat dengan Yusril, PAN Tolak Perppu Ormas
Politik - Kamis, 19 Oktober 2017 - 12:18 WIB

Sepakat dengan Yusril, PAN Tolak Perppu Ormas

Sekretaris Fraksi PAN DPR RI Yandri Susanto menegaskan, pihaknya menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang ...
Aris Budiman dan Novel Baswedan Diduga Terlibat Pelanggaran Berat
Hukum - Kamis, 19 Oktober 2017 - 09:41 WIB

Aris Budiman dan Novel Baswedan Diduga Terlibat Pelanggaran Berat

Hasil awas pemeriksaan Direktorat Pengawasan Internal, Novel Baswedan dan Aris Budiman terindikasi terlibat pelanggaran berat.Novel diduga melakukan pelanggaran berat dengan ...
Pertamina Buka Lowongan Kerja, Ini Syaratnya!
Ekonomi - Kamis, 19 Oktober 2017 - 08:48 WIB

Pertamina Buka Lowongan Kerja, Ini Syaratnya!

Kabar gembira untuk Anda para pemburu pekerjaan, sebab saat ini salahsatu BUMN terbesar di Indonesia sedang membuka lowongan pekerjaan.PT Pertamina ...