Rabu, 13 Desember 2017 | 02.55 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Gerindra Yakin Rakyat Ingin Jokowi Diganti

Gerindra Yakin Rakyat Ingin Jokowi Diganti

Reporter : Bayu Putra | Jumat, 13 Oktober 2017 - 13:48 WIB

IMG-27228

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tidak mempersoalkan sejumlah lembaga survei yang menempatkan elektabilitas Presiden Joko Widodo lebih tinggi dari Prabowo Subianto.

Menurut dia, itu wajar saja terjadi karena Jokowi setiap hari seperti kampanye dengan meresmikan proyek-proyek pemerintah dan lainnya.

“Ya wajarlah, kan setiap hari Pak Jokowi seperti kampanye meresmikan ini, itu. Ya wajar,” kata Fadli di gedung Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta, (13/10).

Namun, kata Fadli, yang jadi masalah adalah ketika Jokowi sudah berkuasa dan memiliki panggung, elektabilitasnya tidak lebih dari 40 persen. Fadli menegaskan, hal itu menunjukkan sebagian besar atau 60 persen rakyat Indonesia menginginkan pemimpin baru.

“Kalau petahana di bawah 40 persen elektabilitasnya berarti lebih dari 60 persen rakyat Indonesia menginginkan pemimpin baru. Nggak perlu pintar-pintar amat melihat logika itu,” ujar wakil ketua DPR ini.

Dia pun heran terhadap survei yang menempatkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah masih tinggi. Padahal, banyak fakta menyatakan bahwa daya beli masyarakat turun.

“Ya kita harus melihat pertanyaan survei seperti apa. Jangan-jangan salah survei begitu loh,” ungkapnya.

Fadli mengaku sudah turun ke lapangan dan melihat kondisi kehidupan masyarakag kelas menengah ke bawah maupun atas. Saat ini, masyarakat merasakan perekonomian yang merosot.

“Bukan meroket kemudian terjadi pelambatan atau stagnan. Kalau ekonomi mengalami stagnan, ini akan berbahaya,” katanya.

Menurut Fadli, bisa jadi memang ada shifting atau perpindahan pola konsumsi dari konvensional ke online. Namun, katanya, jumlahnya terlalu kecil.

Yang jelas, kata dia, ekonomi sekarang sudah mengarah pada kondisi stagnan. Kemampuan membeli melemah, kesenjangan semakin meningkat.

“Hanya sedikit orang yang menikmati kue pembangunan. Ini menurut saya menjadi alarm kepada pemerintah,” tegasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 01:11 WIB

KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan terhadap dua pengusaha dari PT Sumber Swarna, Joe Fandy Yoesman dan Ali Tonang bepergian ...
Seminar ‘Jejak pelacur arab  dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi
Pendidikan - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:54 WIB

Seminar ‘Jejak pelacur arab dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi

Penyelenggaraan seminar bertajuk "Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Qur'an" yang digelar UIN Sumatera Utara, Senin (11/12) disesalkan ...
Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi
Peristiwa - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:31 WIB

Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi

Mabes Polri merilis identitas 19 terduga teroris yang ditangkap pada rentang waktu 9-11 Desember 2017.Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo ...
JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 21:54 WIB

JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga

Politisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla, menilai Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto akan sulit mengalahkan Airlangga Hartarto dalam pemilihan ...
Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 WIB

Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi

Wabah penyakit difteri saat ini tangah melanda berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 23 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa ...
Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:51 WIB

Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan Liquefied Petroleum ...