Rabu, 21 Februari 2018 | 12.28 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Gerindra Yakin Rakyat Ingin Jokowi Diganti

Gerindra Yakin Rakyat Ingin Jokowi Diganti

Reporter : Bayu Putra | Jumat, 13 Oktober 2017 - 13:48 WIB

IMG-27228

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tidak mempersoalkan sejumlah lembaga survei yang menempatkan elektabilitas Presiden Joko Widodo lebih tinggi dari Prabowo Subianto.

Menurut dia, itu wajar saja terjadi karena Jokowi setiap hari seperti kampanye dengan meresmikan proyek-proyek pemerintah dan lainnya.

“Ya wajarlah, kan setiap hari Pak Jokowi seperti kampanye meresmikan ini, itu. Ya wajar,” kata Fadli di gedung Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta, (13/10).

Namun, kata Fadli, yang jadi masalah adalah ketika Jokowi sudah berkuasa dan memiliki panggung, elektabilitasnya tidak lebih dari 40 persen. Fadli menegaskan, hal itu menunjukkan sebagian besar atau 60 persen rakyat Indonesia menginginkan pemimpin baru.

“Kalau petahana di bawah 40 persen elektabilitasnya berarti lebih dari 60 persen rakyat Indonesia menginginkan pemimpin baru. Nggak perlu pintar-pintar amat melihat logika itu,” ujar wakil ketua DPR ini.

Dia pun heran terhadap survei yang menempatkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah masih tinggi. Padahal, banyak fakta menyatakan bahwa daya beli masyarakat turun.

“Ya kita harus melihat pertanyaan survei seperti apa. Jangan-jangan salah survei begitu loh,” ungkapnya.

Fadli mengaku sudah turun ke lapangan dan melihat kondisi kehidupan masyarakag kelas menengah ke bawah maupun atas. Saat ini, masyarakat merasakan perekonomian yang merosot.

“Bukan meroket kemudian terjadi pelambatan atau stagnan. Kalau ekonomi mengalami stagnan, ini akan berbahaya,” katanya.

Menurut Fadli, bisa jadi memang ada shifting atau perpindahan pola konsumsi dari konvensional ke online. Namun, katanya, jumlahnya terlalu kecil.

Yang jelas, kata dia, ekonomi sekarang sudah mengarah pada kondisi stagnan. Kemampuan membeli melemah, kesenjangan semakin meningkat.

“Hanya sedikit orang yang menikmati kue pembangunan. Ini menurut saya menjadi alarm kepada pemerintah,” tegasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan
Ekonomi - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:19 WIB

Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan

Sekretaris Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Siti Kuwati mengatakan, Bulog ditugaskan oleh Pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan dan ...
Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:13 WIB

Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari mengaku telah membaca dakwaan yang disusun oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU ...
Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:47 WIB

Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari akan menghadapi sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu, (21/2/2018).Agenda ...
10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:19 WIB

10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto

Selama 10 bulan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan belum juga tuntas.Pelaku teror penyiraman air ...
Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:48 WIB

Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan sekaligus jamuan makan malam dengan Presiden Joko Widodo kemarin, Selasa (20/2/2018) malam ...
Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:17 WIB

Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia

Penyambutan kepulangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Panitia yang menunggu kepastian akhirnya ...